728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 16 Juni 2017

    Kegelisahan Amien Rais dan Komitmen PAN

    Mantan ketua MPR-RI, Amien Rais sedang dirundung masalah. Amien Rais tampak gelisah setelah namanya disebut-sebut menerima aliran dana Rp 600 juta dari pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan.

    Atas dugaan ini Amien Rais tidak tinggal diam, pada Jumat, (2/6/2017) Amien Rais menggelar jumpa pers di kediamannya di Taman Gandaria, Jakarta Selatan. Dalam jumpa persnya Amien Rais menyebutkan bahwa kejadian pada Januari hingga Agustus 2007 lalu, dia mengaku menerima bantuan dana operasional dari Soetrisno Bachir, mantan ketua umum PAN.

    Pengakuan Amien Rais menerima aliran dana sebesar Rp 600 juta dari Soetrisno Bachir,  patut diberi acungan jempol. Kita harus angkat topi atas kejujuran seorang tokoh nasional seperti Amien Rais. Tidak semua tokoh yang diduga tersandung kasus korupsi berani mengatakan jujur di hadapan publik dan dipublikasi oleh pelbagai media massa. Ini suatu keberanian dan kejujuran yang patut ditiru oleh siapa saja di republik ini.

    Selain sikap jujur yang dikemukakan oleh mantan ketua MPR-RI, Amien Rais juga berinisiatif untuk bertemu secara langsung  dengan pimpinan KPK. Amien Rais hendak melakukan klarifikasi soal aliran dana sebesar Rp 600 juta kepada dirinya. Namun niat baik Amien Rais ditolak oleh KPK.

    Secara sepintas terlihat Amien Rais gesit, dan berusaha keras untuk memulihkan nama baiknya yang kini sedang heboh dibicarakan lantaran menerima aliran dana sebesar Rp 600 juta dari Soetrisno Bachir  yang diduga sebagai keuntungan dari pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan.

    Atas tudingan menerima aliran dana dimaksud, saat ini Amien Rais sedang sibuk  menempuh cara-cara formal dan non formal. Cara-cara formal yang penulis maksudkan adalah berusaha menempuh jalur-jalur resmi seperti upaya bertemu pimpinan KPK dan menyambangi DPR melalui Partai Amanat Nasional untuk mendukung pembentukan pansus hak angket KPK. Sedangkan cara-cara non formal adalah melakukan penyerangan terhadap KPK dan mencari-cari alasan pembenar. Apakah ini pratanda bahwa Amien Rais sedang gelisah?

    Kegelisahan Amien Rais bertambah setelah niatnya untuk bertemu pimpinan KPK kandas di tengah jalan. Amien Rais tampak bingung, agresif dan reaksioner. Menyambangi gedung DPR-RI untuk memberikan dukungan terhadap pembentukan hak angket KPK dan melakukan penyerangan terhadap KPK adalah bentuk kelabilan seorang Amien Rais dalam menghadapi persoalan yang sedang menimpa dirinya.

    Kegelisahan Amien Rais berdampak langsung terhadap sikap Partai Amanat Nasional (PAN) dalam membentuk pansus hak angke KPK. “Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai yang tegas menolak hak angket KPK sejak awal. Itu ditandai dengan pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang enggan mengirim perwakilan dalam panitia khusus (pansus) angket KPK. Namun sikap partai yang didirikan mantan Ketua MPR, Amien Rais ini berubah mendekati pembentukan struktur pansus.

    Sikap politik Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendukung pembentukan hak angket KPK, dinilai tidak konsisten. Komitmen Partai Amanat Nasional (PAN) untuk tidak mendukung hak angke KPK buyar. Ini sungguh bertentangan dengan sikap politik awal di mana Partai Amanat Nasional (PAN) enggan mengutus perwakilannya dalam panitia khusus (pansus) angket KPK. Namun sikap politik Partai Amanat Nasional (PAN) berubah seketika setelah pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tersandung kasus penerimaan aliran dana Rp 600 juta.

    Terhadap perubahan sikap politik Partai Amanat Nasional (PAN), penulis menilai komitmen Partai Amanat Nasional (PAN) mengendur dan cenderung abu-abu. Hemat penulis rakyat Indonesia harus bertanya, “Partai Amanat Nasional (PAN) untuk siapa? Amien Rais atau seluruh rakyat Indonesia?” Rakyat Indonesialah yang berhak menilai dan memberikan jawaban atas pertanyaan ini.

    Kini Amien Rais dan Partai Amana Nasional (PAN) sedang berusaha keras mendapat simpati dan dukungan massa dengan melakukan manufer politik serta berusaha menjebak KPK dengan cara dan jalan yang tidak bermutu. Mengapa Amien Rais tidak fokus dengan masalah yang sedang menimpa dirinya, tetapi melakukan manufer politik untuk melemahkan KPK? Apakah ini salah satu cara yang sengaja ditempuh untuk membebaskan diri dari sergapan KPK?

    Penyerangan terhadap KPK menunjukan bahwa kegelisahan Amien Rais semakin nyata. “KPK hebat dari masa ke masa, namun “busuk” di internal”. Amien Rais juga mempertanyakan keberanian KPK menuntaskan kasus Bank Century, Sumber Waras, reklamasi Teluk Jakarta, hingga soal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Menurut mantan Ketua MPR RI itu, KPK hanya berani menangani kasus operasi tangkap tangan (OTT) bernilai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.  “Saya melihat ada kepalsuan dan kebusukan, ini tesis saya. Perlu dibuktikan lewat Pansus Hak Angket yang hampir semua fraksi sudah ikut”.

    Terhadap sikap Politik Partai Amanat Nasional (PAN) dan Amien Rais yang cenderung mencari pembenaran diri dengan mengkambinghitamkan KPK, penulis sepakat dengan anjuran dan harapan dari Ketua Umum Rumah Gerakan ’98 Bernard Ali Mumbang Halolo.  Bernard, menyarankan pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memberikan klarifikasi soal dugaan aliran dana hasil korupsi proyek pengadaan alat kesehatan di persidangan. Bernard berharap, sebagai tokoh nasional Amien Rais bisa menaati aturan hukum dengan menyampaikan fakta di pengadilan.

    Taat asas adalah sikap bijak yang mesti ditunjukan oleh seorang Amien Rais kepada rakyat Indonesia. Sebagai tokoh nasional Amien Rais harus memberikan contoh yang baik dan tindakan melakukan penyerangan terhadap lembaga negara (KPK) adalah sikap yang tidak perlu ditampilkan, karena hanya menghasilkan perseteruan yang berkepanjangan.

    Ingat! “Rakyat Indonesia sedang menunggu kebesaran jiwa Amien Rais dalam menghadapi persoalan ini, komitmen PAN dalam menentukan sikap politik dan profesionalisme KPK dalam menangani kasus-kasus korupsi di Indonesia”.




    Penulis :  Yulius Regang    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kegelisahan Amien Rais dan Komitmen PAN Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top