728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 07 Juni 2017

    Kasihan Orang Ini! Sudah ‘Ditendang’ PDIP, Masuk Gerindra, Akhirnya Ditangkap KPK

    Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur M Basuki telah resmi menjadi tersangka di KPK. Politikus Gerindra ini sudah ke sekian kalinya terbelit kasus korupsi, namun entah mengapa, sampai terakhir ditangkap, ia masih menyandang posisi Ketua Komisi B DPRD. Mungkin pada saat pemilihan Ketua Komisi B Jawa Timur, ia tidak menunjukkan rekam jejaknya, sehingga ia dapat terpilih.

    Berkaitan dengan latar belakang kasus yang pernah menjeratnya, Laode Syarif juga terheran-heran mengapa ia bisa terpilih menjadi wakil rakyat. MB pernah terlibat kasus-kasus lainnya.

    Meski pro-Megawati di masa Orde Baru, Ketua Umum DPP PDIP Megawati memecat Basuki sebagai kader partainya pada 7 Desember 2001. Surat keputusan pemecatan ditandatangani Megawati dan Sekjen DPD PDIP Sutjipto. Saat dikonfirmasi pada 7 Desember 2001, kepada Tempo, Sutjipto menjelaskan kesalahan Basuki setumpuk.

    Kasus korupsi sebelumnya menjerat Basuki ketika ia menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya, dengan nilai rupiah 2,7 miliar. Pada saat itu, ia terjerat kasus korupsi tunjangan kesehatan dan biaya operasional. Negara juga dirugikan Rp 1,2 miliar. Anggaran yang semestinya dipakai untuk pembayaran premi asuransi kesehatan, justru dibagi-bagikan kepada 45 anggota DPRD Surabaya.

    Dengan demikian, mereka sudah bertindak secara haram dengan mencuri uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk penyembuhan dan pengobatan warga. Pada akhirnya politisi Gerindra ini divonis pada tahun 2003 dengan kurungan 1 tahun 6 bulan serta denda Rp 20 juta sebagai subsider dan uang pengganti Rp 200 juta. Basuki mendapatkan banding dan akhirnya ia keluar setelah 7 bulan mendekam di penjara. Inilah salah satu potret politisi Gerindra, mantan residivis.

    Mirip seperti Rizieq yang juga adalah mantan residivis. Maka bukanlah hal yang mengherankan dan mengejutkan jika ada kedekatan emosional antara Gerindra dan FPI. Pimpinan FPI Rizieq Shihab dan M Basuki yang adalah politisi partai Gerindra sama-sama pernah masuk penjara dengan kasus yang berbeda.

    Partai Gerindra pun belum menentukan sikap terhadap kadernya Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur M Basuki yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka suap setoran triwulan kali ini. Namun Dasco Ahmad yang adalah wakil ketua umum Gerindra menyatakan sikap terhadap kasus ini.

    Namun Dasco mengatakan bahwa partainya tidak akan memberikan toleransi terhadap kader yang terlibat korupsi. Jika ingin saya teruskan, mungkin mereka tidak akan memberikan toleransi terhadap yang “ketahuan”. Sepertinya mereka harus banyak mendapatkan kesadaran di dalam membangun mental anti korupsi. Ah sudahlah, rasanya sulit untuk mengubah sesuatu yang sudah berakar selama ini, jika tidak mau dikatakan ‘mustahil’.

    Dasco pun mengatakan M Basuki memang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Namun Dasco mengatakan bahwa partainya akan mengedepankan asas praduga tak bersalah. “Kami akan mengecek dulu, karena satu kepastian hukum itu kan perlu pengecekan yang mendalam. Kami tidak akan membela membabi-buta terhadap kader kami yang memang melakukan perbuatan melanggar hukum. Di Gerindra itu tidak ada toleransi. Tapi asas praduga tak bersalah tetap harus pertama-tama,” tuturnya.

    Pada OTT yang dilakukan KPK terhadap enam tersangka, mereka menyebut ada barang bukti sejumlah Rp 150 juta yang disita dari ruangan Komisi B DPRD Jatim. Yang ini diduga merupakan pembayaran per triwulan terkait pelaksanaan tugas pengawasan dan pemantauan DPRD tentang penggunaan anggaran di Provinsi Jatim. Uang yang disita diduga merupakan pemberian keuda dari total komitmen Rp 600 juta di setiap kepala dinas.

    OTT oleh KPK menyatakan politisi Gerindra yang merupakan Ketua Komisi B DPRD, M Basuki diduga melakukan korupsi terkait anggaran triwulan pelaksanaan tugas pengawasan anggaran provinsi. Sudah lah nak, jangan terlalu banyak bermimpi. Alih-alih ingin mengawasi, ternyata Anda dan partai Gerindra-mu lah yang seharusnya diawasi oleh KPK.

    Di manakah Prabowo saat ini? Mungkin ia sedang bercengkerama dengan teman-temannya di Arab. Pulanglah, jangan bersembunyi di balik ibadah. Maju terus KPK, rakyat bersamamu! Jangan kasih kendor!

    Memang naas nasib mu, nak M Basuki. Sudah ‘ditendang’ Bu Mega dari PDIP, masuk ke Gerindra, ditangkap KPK pula! Dipecat PDIP sudah kemalangan pertama. Masuk Gerindra adalah kemalangan kedua. Kemalangan ketiga, Anda ditangkap KPK. Biasanya jika sudah tiga kali terkena sial, siap-siap saja mendapatkan piring cantik! Hahaha

    Kita tahu bahwa tindakan korupsi tidak hanya bicara sampai ke kasus kejahatan pelaku, melainkan berkait dengan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup orang banyak. Namun entah mengapa, sampai sekarang, fatwa haram mengenai korupsi belum dimunculkan oleh MUI. Tidak berlebihan bukan jika kita menyimpulkan bahwa MUI berbau politis? Jika memang tidak politis, ya tunjukkan saja kalau memang MUI netral. Sederhana sekali sebetulnya, bukan?

    Betul kan yang saya katakan?



    Penulis    :  Hysebastian    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kasihan Orang Ini! Sudah ‘Ditendang’ PDIP, Masuk Gerindra, Akhirnya Ditangkap KPK Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top