728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 08 Juni 2017

    Kapolri Curhat Termasuk Korban Penghinaan, Kelompok Perusuh Bersiaplah Digebuk!

    Semakin canggih teknologi di zaman milenial saat ini tidak hanya berdampak positip terhadap pengembangan individu yang menikmati dan mempelajari kecanggihan dunia teknologi.

    Paling menyedihkan kecanggihan teknologi masa kini disalahgunakan oleh mereka-mereka yang telah terpengaruh oleh rayuan dan doktrin melalui cyber agar menebarkan ujaran kebencian, penghinaan, fitnah, Bullying, dan juga pembunuhan karakter.

    Sahabat Seword (Pembaca) pasti sudah melihat banyaknya bersliweran ataupun bertebaran dijagat dunia maya seperti kasus diatas padahal para pelaku tersebut tidak sadar tindakan mereka itu melanggar hukum seperti tindakan mengedit foto dengan tidak senonoh, menyebarkan dan menambah tagline yang berbunyi ujaran kebencian dan fitnahan keji.

    Saya jujur sangat sedih melihat kondisi kebangsaan saat ini dimana masyarakat apalagi kaum muda yang sudah berilmu memanfaatkan ilmu dan pengetahuannya untuk tindakan pelanggaran hukum.

    Penebaran ujaran kebencian dan pencemaran nama baik semakin meningkat beberapa waktu belakangan ini. Sudah banyak oknum-oknum yang menyalahgunakan kemampuan harus berakhir di kamar pesakitan hotel prodeo.

    Seharusnya kemampuan dalam dunia teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pemerintah dan jajarannya untuk membawa bangsa Indonesia lebih maju.

    Saya selaku masyarakat Indonesia taat pajak tapi belum punya KTP eletronik karena telah dikorupsi mendukung pemerintah dan kepolisian Republik Indonesia agar menindak tegas mereka yang meresahkan bila perlu diberi ganjaran hukuman berat yang memberikan efek jera bagi mereka pelaku dan mengajarkan kepada masyarakat agar tidak mengulangi tindakan seperti itu.

    Kapolri Tito Karnavian Menjadi Korban Penghinaan, Ujaran Kebencian serta Pencemaran Nama Baik

    Memang manusia kaum sumbu pendek bumi datar sungguh sangat berani dan tidak berpikir jauh dalam berkomentar dan menggunakan keahliannya dalam memanfaatkan teknologi. Mereka mengolah penghinaan dengan memakai aplikasi Edit Foto masa kini seperti Photoshop.

    Penghinaan tersebut dengan mengedit foto para tokoh-tokoh bangsa yang telah berjasa membangun dan melindungi bangsa ini dari para penjajah era modernisasi yang salah satu tujuannya adalah ingin merubah ideologi Pancasila.

    Tokoh yang gencar saat ini dihina, difitnah dan dibullying adalah Bapak Tito yang notabene kepala polisi Republik Indonesia dan juga pakdhe Jokowi yang merupakan presiden Republik Indonesia.

    yang mau saya bahas dalam artikel ini adalah khusus penghinaan terhadap bapak Kapolri yang sudah bekerja keras dan saya yakin siang dan malam berpikir bagaimana menjaga keamanan Negara ini.

    Penghinaan yang dihadapkan terhadap bapak Tito sangat tidak manusiawi dan tendensius sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan kegelisahan. Memang siapapun orangnya jika selalu menjadi korban akan penghinaan, fitnah, dan berbagai macam bentuk intimidasi baik verbal maupun fisik akan berontak dan menuntut para pelaku agar diproses secara hukum yang berlaku di negeri ini.

    Ujaran kebencian, bully hingga meme berkonten penghinaan marak mewarnai media sosial. Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian beberapa kali menjadi korban terkait penilaian atas kinerja kepolisian dalam penanganan suatu kasus dugaan pidana tokoh agama. Bapak Tito pun ikhlas.

    “Saya udah capek. Ada (di medsos) Tito dikasih gambar telinga begini (lebar) dan hidungnya babi,” ungkap Bapak Tito.

    Udah, saya nggak mau baca lagi. Sosial media sudah terlalu bebas. Makin banyak yang begitu, di ajaran agama saya yang saya pahami, itu akan gugurkan dosa saya,” imbuhnya.

    Tito menceritakan, ada beberapa netizen dimedia sosial menilai polisi tidak tegas terhadap pelaku kasus pidana tertentu.

    Namun, saat polisi mengambil tindakan tegas, justru polisi dinilai melakukan kriminalisasi atau menindas tokoh agama. “Mana yang benar ini? Muncul juga yang bukan lembaga hukum ikut menekan juga,” ujarnya.

    Meski demikian, Bapak Tito memastikan kepolisian tetap akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan hukum yang ada.

    Saya sangat terkesan dan kagum dengan kepemimpinan bapak Kapolri Tito Karnavian yang memimpin dengan sabar, humanis, dan juga tegas memproses siapapun yang terindikasi terkena kasus pidana.

    Paling aneh bin ajaib ada sebuah lembaga yang bukan lembaga hukum berperan aktif memberikan tekanan kepihak kepolisian. Saya yakin kelompok itu selalu membanggakan dan mengancam menggerakkan kekuatan massa yang katanya sampai 7 juta orang jika tuntutan dan desakan mereka tidak direspon dan diproses.

    Kelompok perusuh ini mendesak polisi memproses dengan cepat kasus orang-orang yang tidak sepaham dengan pemikiran dan tujuan gerakan mereka. Tetapi ketika bagian dari para perusuh ini melakukan tindakan pelanggaran hukum malah teriak bahwa mereka dikriminalisasi. Jadi saya berpikir emang negara dan hukum di negeri ini warisan nenek moyang kelompok perusuh sehingga seenak congor mereka untuk mengatur.

    Bapak Tito sebagai pimpinan tinggi kepolisian menurut pandangan saya adalah tokoh bangsa yang tidak pandang bulu dalam menangani setiap orang yang bertindak semena-mena dan tidak patuh terhadap hukum di negeri ini yang sudah jelas dan harga mati terdiri atas keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan. Kedamaian dan kerukunan diantara masyarakat harus menjadi prioritas setiap unsur- unsur yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Menurut pakar hukum pidana dari Universitas Parahyangan Bandung, Jawa Barat bahwa tindakan para perusuh sumbu pendek bumi datar tersebut sudah termasuk tindakan pelanggaran berat. Berikut petikan beritanya dari www.kriminalitas.com dibawah ini :

    Pakar hukum pidana, Agustinus Pohan menilai, postingan facebook yang mengedit foto Kapolri Jenderal Tito Karnavian jadi ‘manusia setengah binatang’ adalah penghinaan berat yang masuk kategori pidana.

    “Kalau menyamakan manusia dengan binatang, itu harus diproses. Kita boleh kritik presiden, tapi harus sesuai norma,” kata pakar dari Universitas Parahyangan Bandung ini.

    ‎”Kalau digambarkan dengan wajah binatang itu bukan kritik tapi penghinaan. Polisi bisa bekerja tanpa menunggu laporan,” tambahnya. Menurutnya, pihak yang memposting bisa terkena pasal 310 KUHP, yakni penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap ‎seseorang.

    “Si penyebar ini bisa juga kena UU ITE. Makanya, masyarakat terutama pengguna media sosial harus hati-hati,” tutupnya.

    Dari penjelasan pakar hukum ini seharusnya menjadi suatu referensi pembelajaran bagi segenap masyarakat Indonesia baik yang mempercayai bumi itu bulat maupun datar agar tidak meniru dan mengulangi tindakan para perusuh yang berniatan menghancurkan bangsa ini.

    Memang demokrasi Indonesia sudah terkesan kebablasan dan tidak sesuai dengan aturan. Masyarakat sumbu pendek bumi datar masih belum memahami seperti apa prosedur dalam memberikan pendapat dan menyampaikan kritik yang konstruktif.

    Saya yang merupakan masyarakat awam tidak mengerti tentang hukum saja paham bahwa ujaran kebencian dan tindakan penghinaan adalah melanggar hukum yang berlaku di negeri ini.

    Sedikit masukan terhadap pemerintah dan juga kepolisian agar melakukan sosialisasi yang aktif, massif, terstruktur dan merata sampai ke masyarakat tentang mekanisme memberikan saran dan kritikan yang konstruktif karena saya yakin masih banyak kalangan masyarakat masih belum paham dengan baik cara yang ideal tidak melanggar hukum dalam menyampaikan saran dan kritik.

    Jika kita ketahui sahabat Seword ada individu maupun kelompok yang mempunyai niatan merusak stabilitas bangsa ini dengan menebarkan paham ekstrimis, radikal, dan teror. Mari kita bersama bergandengan tangan mengusir dan menggebuk para penebar paham-paham tersebut yang bila dilakukan pembiaran akan berakibat menyesatkan saudara-saudara kita yang masih gampang didoktrin oleh aliran sesat bertopengkan agama tertentu.

    Begitulah Kura-Kura

    Salam Seword,



    Penulis    :  Suwandi Poerba   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kapolri Curhat Termasuk Korban Penghinaan, Kelompok Perusuh Bersiaplah Digebuk! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top