728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 15 Juni 2017

    Kaitkan Kasusnya Dengan Ahok, Buni Yani Kembali Jual “Agama”??

    Kemarin, Selasa (13/6/2017), Buni Yani menjalani sidang perdananya. Sidang perdana ini beragenda mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam dakwaannya, JPU mendakwa Buni yani dengan dua pasal, Pertama, Pasal 32 ayat 1 junto Pasal 48 ayat 1 UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    Kedua, Pasal 28 ayat 2 jo pasal 45 ayat 2 Undang-undang RI nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE) jo pasal 45 huruf A ayat 2 Undang-undang RI nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11/2008.

    Buni Yani yang sedari awal memang tidak merasa bersalah dengan tindakannya membantah semua dakwaan tersebut. Bahkan Buni Yani bersama PenasehatHukumnya akan menyiapkan eksepsi sebagai pembelaan. Apalagi ada ketidakadilan yang mereka lihat terkait pasal yang baru ditambahkan.
    “Kurang lebih 6 poin yang kita kritisi dan mungkin ke depan akan dijadikan sebagai eksepsi. (Contoh) pertama tadi apa yang disampaikan Pak Buni bahwa didakwa tidak hanya oleh pasal 28 tetapi 32 ayat 1 yang itu jelas-jelas tidak pernah ada. Artinya itu pasal yang tiba-tiba nempel saja begitu saja ketika masuk ke proses peradilan,” tutur penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian

    “Nanti kita akan buat secara teliti dan rinci begitu dan dibundel dalam berkas eksepsi. Ke depan banyak hal-hal yang secara formil ini menurut kita dilanggar, jadi kita akan menolak dakwaan dan menyampaikan keberatan,” jelasnya.
    Keinginan Buni Yani dan penasehat hukum untuk membuat eksepsi tentu wajar saja dilakukan. Karena itu memang hak yang diberikan kepada terdakwa. Tetapi ada satu hal yang saya pikir kurang tepat yang sempat disuarakan oleh Buni Yani dan penasehat hukumnya. Pernyataan ini memang tidak disampaikan dalam persidangan tetapi di luar persidangan.

    Buni Yani dan penasehat hukum seperti sudah sepakat dan seperti sudah punya strategi utama, menyinggung status Gubernur Jakarta non Aktif, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), untuk menjadi pembelaan terhadap kasusnya. Buni Yani dan penasehat hukum menyatakan bahwa kasusnya tidaklah wajar dilanjutkan mengingat Ahok cabut permohonan banding dan sudah dinyatakan bersalah.

    Parahnya, Buni Yani menyatakan keterkaitan Ahok dengan kasusnya ini di depan massa yang mendukungnya. Buni Yani yang mendatangi para pendukung seperti tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menyampaikan sebuah pesan penting tersebut.
    “Terima kasih kepada teman-teman yang telah membela keadilan dan melawan kezaliman. Kita akan selalu mengawal NKRI untuk menuntut keadilan setegak-tegaknya di Indonesia karena kita cinta demokrasi kita cinta negara ini dan kita harus melawan kezaliman,” ucap Buni dengan menggunakan mikrofon.

    “Nah sekarang seperti dikatakan tadi sebetulnya ketika Pak Gubernur Ahok sudah dipenjara maka seharusnya kasus saya dihentikan. Tetapi mengapa sekarang kasus saya dinaikkan ke pengadilan? ini amat tidak masuk akal. Logika hukumnya dimana?,” ujar Buni dengan nada lantang.

    “Karena Pak Ahok itu sudah dipenjara dulu saya didakwakan ditersangkakan seolah karena saya memfitnah Ahok. Lalu Pak Ahok menjadi terdakwa, fakta hukum mengatakan bahwa Ahok sudah masuk penjara. Artinya saya tidak memfitnah tidak menistakan agama,” ungkapnya.
    Hebat memang Buni Yani. Dia tahu betul bahwa isu Ahok adalah isu yang masih sangat seksi untuk dijadikan strategi mengumpulkan massa untuk mendukung dan mengawal kasusnya. Buni Yani berharap sentimen terhadap Ahok kembali bisa didorong menjadi bola salju seperti yang dilakukannya saat memotong video pidato Ahok yang membawanya dalam kasus hukum saat ini.

    Buni Yani sadar betul, kalau hanya mengandalkan proses hukum, dia punya peluang kecil untuk lolos. Apalagi jika membandingkan dengan kasus Ahok yang berakhir tidak mengenakkan, Buni Yani butuh bantuan lain untuk menyelamatkan diri dari jerat hukum.

    Benarkah memang itu adalah sebuah strategi yang akan dilakukan Buni Yani?? saya hanya bisa memprediksi saja

    Yang paling tahu tentu saja Buni Yani dan penasehat hukum kalau itu adalah strategi utama mereka. Saya menduga, nama Ahok akan semakin sering dikait-kaitkan oleh Buni Yani dan penasehat hukumnya.

    Lalu apa dasar penilaian saya kalau Buni Yani menjadikan sentimen Ahok ini sebagai strateginya?? Mungkin pernyataan-pernyataan Buni Yani ini bisa menjadi pencerahan bagi kita.


    https://twitter.com/KorbanCuciOtak/status/874112569606262784

    https://twitter.com/EdinBoerju/status/874475841626951680

    Apakah umat Islam akan kembali gampang ditipu lagi oleh Buni Yani?? Akankah sentimen kepada Ahok yang sudah dinyatakan bersalah sebagai penista agama akan menggerakkan banyak massa untuk mendukung Buni Yani?? Saya sendiri meragukannya. Kecuali para penghuni bumi datar dan mereka yang memuja-muja Rizieq Shihab dan jajarannya, tidak akan ada lagi yang bisa dibego-begoin oleh Buni Yani.

    Apalagi, kasus ini tidak ada kaitan apa-apa dengan agama. Tidak ada unsur keIslaman yang dijadikan topik utama dakwaan. Tidak juga ini tentang kriminalisasi ulama yang khusus adalah aksi membela Rizieq, meski Buni Yani kini sudah disebut sebagai tokoh muslim. Untuk sebutan ini saya kasih screen shoot buktinya..

    Menarik melihat sejauh apa strategi Buni Yani kali ini dalam hal menjual “agama”. Akankah sesukses waktu membuat Ahok terpenjara saat ini?? Mungkinkah akan berhasil strategi Buni Yani ini menarik banyak massa?? Kalau berhasil, saya prediksi Buni Yani akan naik pangkat dalam waktu singkat dari seorang tokoh muslim menjadi ulama. Bukan ulama dalam makna sesungguhnya, tetapi ulama-ulamaan kebanggan para pendukungnya.

    Salam Jual “Agama”.



    Penulis :  Palti Hutabarat    Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Kaitkan Kasusnya Dengan Ahok, Buni Yani Kembali Jual “Agama”?? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top