728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 06 Juni 2017

    Jokowi Sudah Tidak Bisa Diam Begitu Saja, Begini Wanti-Wanti Jokowi Kepada Pemfitnahnya

    Fitnah, cacian, hinaan, serta ejekan adalah sudah menjadi menu sehari-hari Jokowi. Begitu banyak orang yang telah memfitnah dan menjelek-jelekkannya. Tuduhan PKI, kafir dan keturunan China menjadi salah satu dari sekian banyak fitnah-fitnah yang datang ke Jokowi. Selama ini Jokowi lebih memilih tak bergeming dan hanya membiarkan. Jokowi lebih memilih urusan yang lebih penting yaitu kerja membangun negeri.

    Namun kesabaran manusia ada batasnya. Jokowi bukan seorang malaikat. Beliau manusia biasa yang memiliki batas sabar. Jokowi menilai, jika fitnah tersebut dibiarkan, dampaknya akan semakin buruk. Tidak hanya berdampak untuk Jokowi, tapi lebih banyak berdampak untuk perkembangan politik di Indonesia. Hal yang dikhawatirkan Jokowi adalah masa depan peradaban politik di Indonesia yang terancam integritasnya, serta budaya fitnah dan isu sara yang lebih mendominasi.

    Kali ini, Jokowi sudah tidak bisa diam lagi. Dirinnya memberikan wanti-wanti kepada para pemfitnahnya. Simak informasi berikut.

    Fitnah seringkali menerpa Presiden Joko Widodo. Mulai dari dituduh keturunan Tionghoa hingga antek PKI pernah dialamatkan kepada Jokowi sepanjang perjalanan politiknya. Bagi Jokowi, tudingan miring itu merupakan serangan politik, tidak lebih.

    “Kalau yang berhubungan dengan saya biasanya berhubungan dengan hal yang politis, juga untuk kepentingan-kepentingan dari politik,” ujar Jokowi saat tim Kompas.com mewawancarainya di Ruangan Oval, Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017).

    Jokowi sebenarnya ingin tak memedulikan serangan politik tersebut. Namun, ia menyadari bahwa diam sama saja membiarkan rakyat dijerumuskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Oleh sebab itu, Jokowi  mewanti-wanti para elite politik yang berada di balik serangan itu untuk lebih beradab dalam berpolitik.

    “Akan sangat berbahaya kalau elite-elite kita memberikan pembelajaran- pembelajaran yang kurang baik dengan cara seperti itu, menyebarkan SARA dan menyebarkan fitnah,” ujar Jokowi.

    “Kita mengajak semuanya untuk membangun sebuah peradaban politik yang baik, peradaban politik santun, peradaban politik yang berkeadaban sehingga masyarakat akan mengikuti itu,” lanjur dia.

    Jokowi  mengatakan bahwa masyarakat saat ini sedang membutuhkan suri teladan. Elit-elit politik di Indonesia pun harus menjadi teladan tersebut.

    “Masyarakat kita ini perlu contoh, perlu tauladan. Enggak usah banyak omong lah. Kasih contoh, sudah. Yang paling penting itu, contoh,” ujar Jokowi.

    Isu sara’ dan fitnah untuk memuluskan kepentingan politik seharusnya sudah tidak muncul lagi di era globalisasi seperti ini. Zaman sudah berubah dan sedemikian berkembang sehingga seharusnya politik berbasis fitnah dan isu sara’ seyogyanya tidak menemukan tempat lagi. Ciri masyarakat modern adalah sudah mampu menampilkan peradaban politik yang lebih beradab dan santun, bukan politik keji yang berbasis isu sara’ dan fitnah. Politik berbasis isu sara; dan fitnah menunjukkan kemunduran peradaban politik.

    Jokowi mengajak para politikus di Indonesia untuk bersaing secara sehat dan sportif. Jokowi mengajak para politikus berlomba-lomba meningkatkan kualitas agar dipilih oleh masyarakat serta bisa membangun negeri lebih baik. Jokowi mewanti-wanti agar jangan sampai pemenang politik adalah orang-orang yang memainkan isu sara’ . Jokowi menginginkan orang yang memenangi percaturan politik adalah orang benar-benar berkualitas.

    Pernyataan Jokowi saya lihat seperti bentuk curhatan Jokowi bagaimana pada pilkada DKI 2017, isu sara’ dan fitnah sangat marak terjadi. Pilkada DKI 2017 menjadi bukti sejarah bahwa pemenang Pilkada bukan orang yang berkualitas luar biasa. Pemenang Pilkada justru orang yang mampu memainkan isu sara’. Hal ini yang membuat Jokowi miris. Pilkada DKI 2017 bisa jadi disebut Pilkada terburuk karena calon yang mendapat kepuasan hingga 70% justru harus kalah dan parahnya harus dipenjara.

    Pilkada DKI 2017 menjadi sesuatu yang ditakutkan Jokowi akan menular ke daerah lain. Tidak mustahil jika kemudian banyak daerah-daerah lain yang meniru jalan menuju kesuksesan Pilkada DKI 2017. Tidak mustahil akan muncul pemenang-pemenang Pilkada yang bukan karena kualitasnya, namun karena dia memainkan isu sara’. Hal seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja.

    Jokowi sebagai orang nomor satu di Indonesia menjadi pihak yang paling bertanggungjawab terhadap perjalanan politik di Indonesia. Jangan sampai peradaban politik di Indonesia akan terus mengikis arti sebuah demokrasi. Jangan sampai peradaban politik dihiasi dengan isu sara’ dan fitnah untuk memenangkan pertarungan.



    Penulis   :   Saefudin Achmad   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Sudah Tidak Bisa Diam Begitu Saja, Begini Wanti-Wanti Jokowi Kepada Pemfitnahnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top