728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 10 Juni 2017

    Jokowi Keren! Hanya 27% Suara di Pilpres 2014, Tidak Tersakiti, Tetap Bangun NTB

    Perolehan suara pada saat pilpres 2014, Jokowi hanya mendapatkan perolehan 27,55% suara di NTB. Prabowo-Hatta menang telak dengan perolehan 1.844.178 suara (72,45%), sedangkan Jokowi (JK) hanya mendapatkan 701.238 suara. Ini menjadi sebuah kekalahan telak Jokowi pada tahun 2014, di daerah kelahiran Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI, yang juga adalah pecatan PKS.

    Presiden Joko Widodo sempat mengatakan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi paling tinggi dalam tiga tahun terakhir ini. Mungkin bagi para pembaca Seword, kita jarang mendengar NTB, namun lebih mengenal Lombok. Lombok adalah sebuah kawasan yang ada di NTB, dan terkenal dengan pantainya yang eksotis dan masih perawan.

    Pantai-pantai yang masih perawan menjadi sasaran turis atau pelancong asing maupun lokal untuk menghabiskan waktu liburannya, ketimbang melakukan tamasya ke TPS. Dalam jangka waktu tersebut, pertumbuhan ekonomi NTB lebih tinggi dari tingkat nasional.

    Kunjungan Kerja Jokowi Ke Bima, NTB Setelah 10 tahun

    “Alhamdulillah, saya tadi menanyakan pada Pak Gubernur, dibisiki bahwa pertumbuhan ekonomi pada kwartal pertama di NTB Alhamdulilah, saya kira yang terbaik se-Indonesia dengan pertumbuhan 9,9%,” ujar Jokowi sebelum salat tarawih di Mesjid Raya At Taqwa, Kota Mataram, NTB, Jumat (10/6/2016).

    Jokowi sangat senang dengan pertumbuhan ekonomi di NTB. Dia mengatakan nilai 9,9% adalah nilai yang didapatkan dari kerja keras. Namun Jokowi menyoroti masih banyak penduduk yang miskin di provinsi tersebut. Hal ini disampaikan Jokowi dalam rapat mengenai pelaksanaan proyek strategis nasional di Provinsi NTB.

    Maka melihat keadaan kesenjangan ekonomi yang ada di masyarakat NTB, kita tahu bahwa ini bukan hal yang baik dan harus diperbaiki. Kita pun harus setuju bahwa perlu ada perubahan ekonomi dan pola pengelolaan uang di daerah NTB.

    “Saya meminta agar potensi wisata di kawasan Mandalika ini betul-betul memperhatikan dampaknya bagi ekonomi rakyat, terutama sektor UMKM,” ucap Jokowi.

    Di awal kemerdekaan Indonesia, wilayah NTB termasuk dalam wilayah Provinsi Sunda Kecil. Provinsi Sunda Kecil memiliki ibu kota di Singaraja. Kemudian, wilayah Provinsi Sunda Kecil dibagi menjadi 3 provinsi: Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Saat ini nama “Nusa Tenggara” digunakan oleh dua daerah provinsi, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

    Sesuai dengan namanya, provinsi ini meliputi bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara. Dua pulau terbesar di provinsi ini adalah Lombok yang terletak di barat dan Sumbawa yang terletak di timur. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Mataram yang berada di Pulau Lombok.

    Sebagian besar dari penduduk Lombok berasal dari suku Sasak, sementara suku Bima dan Sumbawa merupakan kelompok etnis terbesar di Pulau Sumbawa. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam (96%). Jika para pembaca Seword pernah ke daerah Lombok, tentu sering melewati one stop shop, yaitu tempat Sasaku. Kata Sasaku berasal dari suku yang mendiami lokasi Lombok.

    NTB juga dikenal dengan objek wisata pantainya, khususnya di daerah Lombok dengan beberapa pulau kecil yang disebut Gili. Ada tiga Gili yang paling dikenal sekarang, yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Banyak investor asing datang untuk membangun resort kecil. Jika pemerintah berhasil mengelola hal ini, tentu objek wisata pantai ini dapat menjadi sumber devisa negara. Pundi-pundi uang berada di sana, khususnya sektor pariwisata.

    Tiga Gili (Pulau Kecil)


    Pantai Senggigi, Pantai Pink, Gili Trawangan, Taman Narmada, Gunung Rinjani, Pura Batu Bolong, Pantai Kuta Lombok, Pantai Sire, Pantai Sekotong, Batu Layar, Ampenan Kota Tua dan masih banyak objek wisata, menjadi tempat wisata yang terkenal di daerah NTB. Pantai-pantai yang eksotis tentu membawa ketertarikan sendiri bagi para pelancong lokal maupun internasional.

    Bukan hanya objek wisata pantai, bagi para pecinta alam, Gunung Rinjani menjadi salah satu tempat paling favorit.

    Gunung Rinjani, Lombok


    Nusa Tenggara Barat terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, memiliki luas wilayah 20.153,15 km2. Terletak antara 115° 46′ – 119° 5′ Bujur Timur dan 8° 10′ – 9 °g 5′ Lintang Selatan. Selong merupakan kota yang mempunyai ketinggian paling tinggi, yaitu 148 m dari permukaan laut, sementara Raba terendah dengan 13 m dari permukaan laut. Dari tujuh gunung yang ada di Pulau Lombok, Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi dengan ketinggian 3.775 m, sedangkan Gunung Tambora merupakan gunung tertinggi di daerah Sumbawa dengan ketinggian 2.851 m.

    Biota Pembentuk Pink Beach


    Pemerintah pun juga mendukung dan berkomitmen untuk mempercepat pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Saat in proses pembangunan masih menunggu kepastian pembebasan lahan di kawasan tersebut. Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa KEK Mandalika sangat berpotensi untuk mendorong pariwisata.

    “Tadi Pak Kepala ITDC (PT Pariwisata Indonesia/ITDC) katakan ada hampir Rp 6 triliun akan segera masuk dari satu investor Prancis (untuk) membuat hotel dengan sirkuit Moto GP. Sudah pasti, sudah ditandatangani Presiden,” kata Luhut dalam siaran pers Minggu (2/4).

    Rumput Laut


    Luhut meminta agar proses pembebasan lahan yang sudah mangkrak sejak 29 tahun lalu, dapat diselesaikan secepatnya. Karena Luhut mengharapkan bahwa pengembangan KEK Mandalika dapat memberikan manfaat bagi warga NT dalam memajukan industri SDM. Untuk mempercepat pembebasan lahan, Luhut telah menyerahkan uang kepada perwakilan masyarakat sebesar Rp 2,8 miliar untuk membebaskan lahan seluas 63,019 meter persegi di wilayah Batek Bantar.
    Penulis di Pantai Senggigi


    Melihat komitmen pemerintah di dalam memajukan Indonesia secara merata, tentu kita perlu melakukan apresiasi yang paling besar kepada pemerintah. Jokowi yang merupakan kepala negara, tidak merasa terbawa perasaan dan menganggap NTB yang hanya 27% pemilih, sebagai anak tiri.

    Meskipun ada wakil ketua DPRD dari NTB, yang juga tidak suka dengan Jokowi, Jokowi tetap membangun NTB. Ia tidak merasa tersakiti seperti mantan calonnya, sampai-sampai melapor ke MK, akibat tidak menerima kekalahannya.


    Warga Indonesia sudah mengetahui karakter Jokowi yang tidak tebang pilih. Dengan demikian, tentu kita harus bersyukur dan tetap mendukung Jokowi, jika ia melanjutkan pencapresan dirinya di tahun 2019. Saya tidak bisa membayangkan, sebelum terpilih pun, rival Jokowi sudah menunjukkan sisi kekanak-kanakan. Bagaimana jika ia terpilih, dapatkah para pembaca membayangkannya?

    Pura Lombok


    Terima kasih Pak Presiden Jokowi! Meskipun Anda sempat kalah telak di NTB, Anda tidak baper ataupun tersakiti secara terstruktur, sistematis, dan masif. Anda tetap memikirkan NTB. Pak Jokowi tidak hanya memberikan retorika dan terjun langsung ke lokasi. Akhirnya membangun daerah tersebut agar menjadi daerah maju.

    Betul kan yang saya katakan?

    #JokowiUntukIndonesia



    Penulis    :    Hysebastian   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Keren! Hanya 27% Suara di Pilpres 2014, Tidak Tersakiti, Tetap Bangun NTB Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top