728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 10 Juni 2017

    Jokowi Dan Fenomena Sepeda Jokowi

    Jokowi adalah sebuah fenomena, bahkan ketika tanpa sebuah sepeda. Sepeda Jokowi adalah fenomena lainnya. Sepeda Jokowi itu selalu dirindukan Raisa, ibu-ibu maupun anak-anak remaja penggemar kuis Jokowi. Mengapa sepeda Jokowi itu menjadi fenomena? Karena sepeda itu mengandung makna filosofi yang sangat dalam (Sederhana, jujur dan tidak merepotkan) Presiden Jokowi memang lazim menghadiahkan sebuah sepeda kepada warga yang bisa menjawab sebuah kuis darinya. Sepeda kemudian menjadi salah satu gaya komunikasi politik dari presiden RI tersebut.

    Sederhana, jujur dan tidak merepotkan adalah filosofi seorang Jokowi dalam memandang dan menjalanai hidupnya. Filosofi itu juga yang dipakai beliau untuk bekerja dalam kapasitasnya sebagai seorang Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Dua tahun pertama Jokowi menjalani pekerjaannya sebagai presiden, adalah masa cobaan yang paling berat baginya. KMP (Koalisi Merah Putih) begitu perkasa di parlemen, sehingga membuat pemerintah tidak berdaya. PDIP menyebutnya sebagai “pengurus partai” dan sebagian dari oknum parpol itu, bak preman jalanan memaksa meminta berbagai konsesi kepadanya….

    Hari berganti masa belalu. KMP kemudian layu dipelukan waktu. Oknum parpol preman itu kemudian dirundung berbagai masalah, lalu menyerah. Mereka kini memanggilnya “Boss!!” Ketika “malam berubah pagi, dan lawan menjadi kawan, maka keajaibanpun terjadi!” Hasrat pembangunan infrastruktur mulai dari Sabang hingga Merauke lalu tak terbendung! Semua orang larut dalam euforia membangun dalam sebuah semboyan, “Bekerja, bekerja dan bekerja!”

    Jalan raya, jalan Tol, Bandara, Pelabuhan, Pembangkit Listrik dan infrastruktur lainnya, tiba-tiba saja sudah berdiri tanpa kita sadari. Tentu saja kita tidak boleh mengabaikan orang-orang disekeliling Jokowi yang telah bekerja keras dengan komitmen penuh untuk mendukung terlaksananya pembangunan tersebut. Namun bagi “orang-orang titipan” yang hidup bagaikan parasit dalam lingkungan Istana, sebuah apresiasi kecil pun sungguh tak layak bagi mereka. Mereka ini hidupnya hanya menghitung hari dengan doa, semoga lolos dari sergapan… Reshuffle!!!

    ***

    Separuh waktu menjadi presiden RI telah dijalani Jokowi. Lantas timbul pertanyaan mengenai pencapaian dari seorang Jokowi. Perubahan fisik yang paling nyata tentulah berada pada kawasan-kawasan terluar Indonesia, dan pada hampir seluruh daerah yang selama ini terabaikan atau tersingkirkan. Ada banyak bandara dan pelabuhan laut yang kini beroperasi. Bagi warga yang sering bepergian ke daerah tentu saja dapat merasakan perubahan besar ini. Namun bagi warga nyinyir yang hanya berdiam diri saja di Jakarta atau menikmati liburannya ke luar negeri, tentu saja perubahan ini tidak mereka rasakan, itulah sebabnya mereka nyinyir!

    Perubahan besar lainnya adalah pada etos kerja para aparatur negara. “Sederhana, jujur dan tidak merepotkan” ternyata ampuh untuk merubah mental para aparatur negara itu. Yang tidak mampu dan tidak mau memahami konsep tersebut akhirnya tersingkir. Entah dengan cara menyingkirkan diri sendiri atau disingkirkan olah aparat hukum! Ada puluhan ribu aparatur negara yang “menderita” dibawah tekanan Jokowi. Saber Pungli kemudian menambahkan penderitaan itu kepada mereka!

    Indonesia kini sudah berjalan pada jalur yang benar. Fundamental perekonomian dalam kondisi yang baik dan stabil. Pembangunan infrastruktur diseluruh negeri dipastikan akan semakin menggairahkan pertumbuhan ekonomi nasional. Mental dan profesionalisme aparatur negara juga kini semakin membaik.

    Kalau Jokowi kemudian berhasil mengubah wajah negerinya, lantas apa yang berhasil diubah seorang Jokowi dari rakyatnya?

    Pertama, NASIONALISME!

    Jokowi berhasil menumbuhkan rasa nasionalisme mulai dari Sabang hingga Merauke! Mengapa bisa begitu? Jawabnya karena dia dalam jabatannya sebagai seorang presiden hadir dan berinteraksi langsung dengan rakyatnya tanpa sekat. Rakyat di pedalaman itu bisa bebicara dan bercanda dengan presidennya secara langsung, dan tidak dimarahi! Mereka dan kakek moyang mereka yang tinggal dipedalaman itu sejatinya tidak pernah mengenal “bentuk” seorang presiden sampai Jokowi sendiri datang menghampiri mereka. Kini mereka percaya kepada NKRI dan presiden Indonesia!

    Bagi kaum menengah dan yang tinggal di luar negeri, Jokowi merupakan fenomena baru. “Sederhana, jujur dan tidak merepotkan” membuat warga yang tadinya “iba” itu menjadi hormat dan kagum kepadanya. Di luar negeri, nama Jokowi sangat dihormati dan dipercaya oleh rakyatnya. Itu membuat nasionalisme, cinta akan Indonesia semakin membara di luar negeri. Terbukti dalam setiap pertemuan Jokowi dengan WNI di luar negeri, Jokowi selalu mendapat sambutan hangat.

    Kedua, Trust (Kepercayaan)!

    Filosofi sepeda Jokowi berhasil menumbuhkan kepercayaan, bukan saja dimata rakyat sendiri, tetapi juga dimata internasional. Lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) menaikkan peringkat Investasi Indonesia dari BB+ menjadi BBB- Peringkat itu menunjukkan bahwa fundamental Indonesia kian membaik. Kenaikan peringkat ini jelas akan mengundang investor asing untuk masuk ke Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

    Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service, juga memperbaiki Outlook Souverign Credit Rating RI dari stabil menjadi positif. Perbaikan peringkat dari Moody’s tersebut merupakan kelanjutan pengakuan dari lembaga internasional atas keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi yang mampu memberikan suasana kondusif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Berkurangnya korupsi dan kolusi secara drastis, ditengarai menjadi salah satu penyebab kenaikan tingkat kepercayaan rakyat Indonesia dan dunia internasional ini.

    Ketiga, Merajut mimpi indah!

    Filosofi “Sederhana, jujur dan tidak merepotkan” sudah berjalan disetengah periode Jokowi. Pada awalnya memang hanya menjadi sebuah lelucon. Tetapi dalam perjalanannya kemudian mampu menggilas berbagai tirani, perselingkuhan, kolusi, korupsi dan kejahatan terhadap rakyat lainnya. KMP kini tinggal kenangan. Lawan berubah menjadi kawan. Para penjahat musuh Filosofi “Sederhana, jujur dan tidak merepotkan” satu persatu diciduk aparat hukum karena terlibat korupsi atau kejahatan lainnya.

    Para penghujat dan penjahat lainnya, kini sedang menghitung hari untuk berhadapan dengan aparat hukum. Ada juga yang kabur ke luar negeri untuk menghindari jerat hukum. Pada akhirnya semuanya itu membuat rakyat semakin yakin kepada pemerintah bahwa penjahat dan kejahatan tidak akan mendapat tempat di negeri ini. Ketika para penjahat sudah “berada pada tempat yang semestinya,” maka kita percaya negeri ini akan berubah menuju kebaikan. Akhirnya, tidaklah salah kalau rakyat negeri ini merajut sebuah mimpi indah. Negeri ini akan seperti nirwana, dimana kesederhanaan, kejujuran dan cinta mampu mempersatukan rakyatnya.

    Penulis  :   Reinhard Hutabarat   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Dan Fenomena Sepeda Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top