728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 12 Juni 2017

    Jokowi Buka Kotak Pandora Lewat Kasus Ahok. Berbagai Kebusukan Dibongkar Dan Dilemahkan

    Beberapa waktu yang lalu saya sudah membahas tentang kinerja Jokowi membangun infrastruktur terkait dengan pembangunan fisik di negara ini. Berikut link artikel terkait. https://seword .com/politik/luar-biasa-70-pembangunan-infrastruktur-oleh-jokowi-tidak-menggunakan-apbn/

    Lanjut dengan pembahasan kinerja Jokowi yang juga ikut serta membangun pembentukan karakter (character buliding) anak-anak bangsa lewat teladan ke-Bhinneka-an beliau. Berikut link artikel terkait. https://seword .com/politik/fakta-jokowi-layak-disebut-bapak-bhinneka-tunggal-ika/
    Kali ini ijinkan saya membahas tentang kinerja Jokowi yang jatuh bangun berjuang membangun Indonesia dari sisi penegakan hukum. Berikut ini analisanya.

    Sejak Ahok mulai terjerat masalah penodaan agama terkait kiprah politiknya yang sering dijegal dengan hal-hal bermuatan SARA karena ketegasan sikap dan tutur katanya yang sama sekali tidak mau kompromi dengan segala macam bentuk ketidakjujuran, Jokowi seolah-olah membiarkan Ahok berjuang seorang diri.
    Namun dibalik sikap Jokowi yang demikian, terlihat dengan jelas kesedihan dan keprihatinan dalam sikap diam Jokowi selama ini. Ahokpun dengan tabah tak ingin merepotkan Jokowi yang sedang diintai oleh ular-ular jahat dengan pandangan matanya yang tak berkedip menunggu Jokowi salah melangkah atau salah mengambil keputusan satu kali saja.

    Ahokpun memang akhirnya dipenjara tanpa Jokowi sanggup menolongnya. Namun dibalik kejadian memilukan dengan dipenjaranya Ahok, Jokowi justru mendapat momentum yang sangat tepat untuk membuka kotak Pandora yang selama ini tertutup karena memang ditutup-tutupi oleh oknum-oknum busuk yang rakus akan kekuasaan dan jabatan.

    Apa itu kotak Pandora???

    Dalam mitologi Yunani, Pandora (bahasa Yunani: Πανδώρα) adalah perempuan pertama yang diciptakan. Pandora dinikahkan dengan Epimetheus, saudara Prometheus. Pada hari pernikahan, Zeus memberi hadiah berupa sebuah kotak yang indah yang akhirnya dikenal dengan nama kotak Pandora. Pandora sudah diperingatkan Prometheus untuk tidak membuka kotak tersebut.

    Suatu hari, Pandora sangat penasaran lalu membuka kotak itu. Setelah dibuka, dari dalam kotak itu keluar berbagai macam keburukan (kejahatan, penyakit, penderitaan). Semua keburukan itu menyebar ke seluruh dunia dan menjangkiti umat manusia. Pandora kemudian melihat ke dalam kotak dan menyadari masih ada satu hal yang tersisa di sana yaitu harapan.

     
    Dalam dunia politik, istilah kotak Pandora sering digunakan untuk menunjukkan terbukanya aib alias kebusukan yang telah disembunyikan secara rapi ke muka publik.

    Uniknya, pembongkaran berbagai macam kasus ini seolah-olah digantung oleh aparat penegak hukum sehingga terkesan lama penyelesaiannya. Karena faktanya memang belum ada tangkapan besar sampai sekarang. Ada beberapa kasus yang masih dalam proses penyelidikan, ada pula beberapa kasus yang sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Semuanya ini tentu saja punya alasan dan tujuan yang jelas. Begini analisanya.

    Saat ini Jokowi bersama Tito dan seluruh aparat terkait sedang bersinergi untuk membuka kotak Pandora yang berisi kebusukan para politikus-politikus busuk dan oknum-oknum serakah yang sudah sekian lama menggerogoti bangsa ini.

    Saat kebusukan itu sudah mulai dibongkar dan diungkapkan ke publik satu persatu, Jokowi memakai sistem perlemahan seperti yang terjadi pada sistem vaksin untuk imunisasi. Dilemahkan!!! Bukan langsung dilumpuhkan, dikalahkan, dihabisi dan dimatikan saat itu juga. Hal ini sejalan dengan sikap Jokowi yang selama ini memang terlihat kalem dan tenang seolah-olah mengalah dan kalah. Orang-orang jahat itu lupa apa kata pepatah yang mengatakan bahwa air yang tenang justru menghanyutkan.

    Apa itu vaksin???

    Vaksin adalah virus atau bakteri yang telah dilemahkan. Saat vaksin dimasukkan kedalam tubuh manusia, tubuh itu akan segera mengenali virus atau bakteri terkait dan akan langsung membuat sistem imun alias membangun kekebalan atau sistem pertahanan antibodi untuk melawan kuman tersebut. Antibodi yang sudah “dilatih itu dengan sendirinya akan membantu tubuh menjebak dan membunuh kuman yang dapat menyebabkan penyakit yang sudah dimasukkan ke dalam tubuh melalui vaksin tadi.

    Cara kerja seperti inilah yang sedang diterapkan Jokowi sekarang ini. Perlemahan virus dan bakteri kebusukan yang merugikan negara. Berbagai macam kebusukan dibongkar sekarang ini untuk dilemahkan, bukan dimatikan. Selanjutnya Jokowi akan menunggu dengan sabar saat tubuh membuat antibodi guna menelusuri siapa dalang dibalik semua kejadian yang mengacaukan negeri.

    Sebab jika virus atau bakteri tadi langsung dimatikan alias langsung diproses secara hukum dan dipenjarakan. Tentu saja kasus itu akan langsung selesai tanpa sempat menyentuh siapa biang onar yang sesungguhnya.

    Dan cara seperti ini sudah terbukti ampuh untuk melemahkan kelompok-kelompok pembuat onar yang selama ini bermain diatas sana. Orang-orang ini sudah pasti bingung menyelamatkan dirinya sendiri. Salah satunya terbukti dengan semakin menurunnya para peserta dari aksi dan demo berjilid-jilid tiada henti yang sudah terjadi di negeri ini.

    Dari yang awal mengakunya berjumlah 7 juta peserta, akhirnya menjadi turun, turun, turun dan terus turun menjadi +/- 150 orang saja. Dan itupun cuma ngumpul-ngumpul doang di tempat parkiran layaknya tante-tante rumpi yang sedang arisan. Padahal awalnya ingin melumpuhkan bandara katanya. Amboiiii…….

    Kira-kira kemana penyandang dana yang selama ini menggerakkan mereka??? Sudah pasti dia sedang sembunyi dipojokan takut ketahuan belangnya. Tunggu saja kata Jokowi. Akan tiba saatnya kuman yang sekarang ini sudah dilemahkan akan kalah dan mati alias tertangkap karena digebuk Jokowi pada saat yang tepat nanti.


    Dan saat yang paling tepat itu adalah saat dimana Pilpres 2019 sudah dekat dilakukan nanti. Pembongkaran dan “pembunuhan” besar-besaran dalam artian penyelesaian kasus pasti akan terjadi.
    Bisa juga kuman itu mati dengan sendirinya karena sudah tidak mampu bergerak lagi akibat sudah diputuskannya mata rantai aksi mereka selama ini dengan dibongkarnya kasus mereka satu persatu.
    Berikut ini adalah beberapa contoh pihak-pihak yang sudah berhasil dilemahkan dengan dibongkarnya kasus-kasus mereka didepan publik dan sedang dalam proses pemeriksaan secara hukum.
    • Kasus makar yang melibatkan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen, eks Staf Ahli Panglima TNI Brigadir Jenderal (Purn) Adityawarman Thaha, dan Ketua Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, seniman sekaligus aktivis politik Ratna Sarumpaet, musikus Ahmad Dhani, dan politikus Rachmawati Soekarnoputri. Empat tokoh lain yang juga ditangkap adalah Sri Bintang Pamungkas, Rizal Kobar, Jamran, dan Eko.
    • Rizieq Shihab Sang Imam Besar FPI dengan kasus-kasusnya yang menggunung. Untuk 2 kasus yaitu kasus penodaan Pancasila dan kasus pornografi dia sudah menjadi tersangka. Itupun yang bersangkutan masih pakai acara ruwet kucing-kucingan ngumpet ke luar negeri. Jangan dulu pulang ke Indonesia Bib. Dirimu memang lebih baik ngumpet saja dulu. Nanti 2019 mendekati Pilpres baru silakan balik ke Indonesia untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu. Sebab sudah nyata Indonesia memang jadi lebih tenang tanpa kehadiranmu.
    • Amien Rais yang namanya disebut oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima sejumlah uang sehubungan dengan kasus penyalahgunaan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan yang menjerat mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari.
    • Rochmadi Saptogiri, Auditor Utama Keuangan Negara III BPK RI sekaligus Ketua Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) BPK periode 2016-2021, juga AS (Auditor BPK) dan Y (Staf BPK) yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka ditangkap karena kedapatan menerima suap terkait pemberian status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Kementerian Desa.
    • Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Ketua DPP Golkar Bidang Pemuda dan Olahraga yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka perkara korupsi proyek pengadaan Al-Quran di Kementerian Agama. Fahd diduga menerima sejumlah uang terkait proyek tersebut.
    • MH dan M, anggota dan simpatisan FPI yang ditangkap terkait masalah persekusi yang mereka lakukan atas seorang remaja berinisial PMA.
    • AKBP Susmelawati Rosya, Kapolresta Solok diganti karena dinilai tidak bisa menindak tegas pelaku perkusi yang telah mengintimidasi seorang dokter di RSUD Solok bernama Fiera Lovita.
    • Dan yang sedang hangat-hangatnya sekarang adalah dipanggilnya Pendiri MNC Group Hary Tanoesoedibjo untuk menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Senin (12/6/2017) terkait masalah pesan singkat bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.
    Keren-keren lho kasusnya. Ahhhh……. Akupun jadi semakin jatuh cinta padamu Pakde Jokowi. Sikap tenangmu begitu menghanyutkan. Tanpa mereka sadari, jaring besar sudah kau siapkan di hilir sungai. Tangkapan besar menanti.

     

    Dan untuk menunggu kuman-kuman ini mati, aku akan selalu sabar menanti. Penasaran juga tentunya. Ngeri-ngeri sedap jadinya. Untuk itu aku akan selalu mendukung dan mendoakan Jokowi beserta semua aparat negara yang ada supaya bisa bekerja dengan baik untuk kemajuan negara.
    Terus bukalah kotak Pandora itu Pak Jokowi. Gebuk mereka yang selama ini telah membuat menangis Ibu Pertiwi.
    Doaku setulus hati, sehat dan bahagialah selalu buat Pak Jokowi, Pak Tito dan semua jajarannya. Tuhan sendiri yang akan memampukan kalian untuk mempimpin dan membawa bangsa ini kearah yang lebih baik lagi. Amin.
    Saya Indonesia. Saya Pancasila.

    #JokowiUntukIndonesia


    Penulis  : Jemima Mulyandari   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi Buka Kotak Pandora Lewat Kasus Ahok. Berbagai Kebusukan Dibongkar Dan Dilemahkan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top