728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 11 Juni 2017

    Jokowi, Berbadan Kurus Tapi Berani Melawan Mafia!

    Bila kita melihat Jokowi maka sekilas tidak terlihat wibawa Presiden. Jokowi terlihat sederhana, badannya kurus, saat bicara pun tidak membahana. Tapi, jangan pernah menilai buku dari sampul, Jokowi merupakan salah satu Presiden paling pemberani.

    Buktinya sangat mudah didapat. Lihat saja mafia-mafia apa saja yang sudah disikat Jokowi. Padahal mafia ini memiliki koneksi yang kuat lho, kalau diganggu pasti mereka membalas. Tapi Jokowi tidak peduli, kalau merugikan rakyat, sikat!

    Bila Jujur dan Bersih, Mafia Itu Masalah Gampang

    Salah satu mafia yang terkena dampak sapu bersih Jokowi adalah Mafia Migas. Petral sebenarnya sudah beberapa kali dicoba untuk dibubarkan. Wacana pembubaran Petral muncul pada tahun 2006 pada masa pemerintahan SBY. Namun rencana pembubaran ini gagal akibat ‘kuatnya’ Petral

    Pada tahun 2012, kembali muncul wacana untuk membubarkan Petral. Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN waktu ini ingin membubarkan Petral karena disinyalir sebagai sarang mafia Migas. Tapi tetap saja gagal, kekuatan Petral tidak bisa diremehkan.

    Nah pada masa Jokowi pembubaran Petral dilakukan dengan cukup mudah. Karena Jokowi itu paling anti korupsi dan suap-menyuap, para mafia tidak bisa lagi melawan. Kekuatan mereka hanya uang, dan pemerintahan Jokowi tidak bisa disuap.

    Hasilnya ya Petral berhasil dibubarkan. Bahkan Menteri ESDM Sudirman Said mengakatakan kalau pembubaran Petral itu perkara gampang. Sudirman blak-blakan menyebut Petral diisi segelintir orang yang cuma bisa menyuap para pejabat untuk memuluskan aksi mereka. Karena itu pemerintah tidak merasa kerepotan membubarkan Petral.

    “Selebihnya tidak luar biasa. Enteng-enteng saja. Yang perlu benahi ini adalah regulasi yang benar. Modalnya hanya kemampuan dan ketegasan sistem. Ini sesuatu yang sederhana,” ujar Sudirman Said

    Lihat bukan? Inilah hasil dari pemerintah yang jujur dan bersih. Jokowi tidak memiliki dosa masa lalu yang bisa menyandera dirinya. Jokowi tidak bisa disuap, kecuali oleh ibu dan istrinya. Jokowi juga tidak akan korupsi, lihat saja keluarganya, tidak ada yang hidup mewah berhura-hura. Dirinya hanya tukang mebel sederhana yang memiliki kualitas luar biasa.

    Bagaimana dengan mafia yang lain? Wah, hidup mereka juga semakin sengsara. Contoh yang lain adalah mafia ikan. Hidup mereka sungguh bagai kapal tenggelam setelah Menteri Susi meledakkan kapal pencuri ikan.

    Masalah mafia ikan bukan masalah gampang, karena juga menyangkut nelayan asing. Banyak nelayan luar negeri yang mencuri ikan di laut Indonesia, akibatnya ya tangkapan nelayan negara kita sendiri berkurang sedangkan nelayan asing untung besar karena memiliki kapal yang lebih besar dan canggih.

    Bagaimana dengan Indonesia sendiri, apa ada mafia ikannya juga? Ya jelas ada, banyak kapal  menggunakan alat tangkap yang merusak terumbu karang. Mereka tidak peduli kelangsungan hidup perikanan, yang penting tangkap sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

    Yang merugi jelas nelayan tradisional. Semakin lama maka tangkapan mereka akan semakin sedikit sedangkan kapal besar tinggal pergi dan mencari tempat lain untuk menangkap ikan dan dirusak terumbu karangnya. Nelayan tradisional tidak bisa pergi jauh ke tengah laut, jadi mereka terjebak dan hanya bisa menjerit.

    Semenjak Menteri Susi menjabat, sudah banyak kapal yang diledakkan. Hasilnya nelayan asing takut untuk mencuri ikan dan mafia ikan di Indonesia tidak bisa bergerak. Kalau mereka nekad maka resikonya adalah kapal tenggelam. Kalau disita mereka masih bisa mengambil kembali kapal lewat ‘jalur belakang’.

    Kalau sudah tenggelam? Mau menangis pun tidak berguna, kapal penangkap ikan sudah menjadi menjadi sarang ikan. Akhirnya Menteri Susi dibenci oleh semua mafia ikan hingga mereka berusaha agar Menteri Susi dicopot.

    Sikap Jokowi pun sangat cerdik, mendiamkan. Tidak ada gunanya menyahut apa yang diinginkan para mafia. Mereka tidak peduli dengan rakyat, mereka hanya peduli mobil baru dan pesawat jet baru.

    Jokowi sudah pernah merasakan hidup sebagai warga biasa tanpa kemewahan apapun. Sangat berbeda dengan para mafia yang sudah terbiasa hidup mewah tanpa perlu peduli besok makan apa. Mana mau Jokowi kompromi dengan para mafia?

    Mafia Makin Melawan, Jokowi Makin Senang

    Semakin banyaknya mafia yang tidak nyaman dengan pemerintahan Jokowi ternyata membawa berkah. Jokowi sudah menepuk semak-semak, ular yang terganggu pasti akan keluar. Mafia yang biasanya sembunyi pun mulai keluar satu per satu.

    Hal ini menyebabkan Jokowi menjadi tahu siapa mafia yang sedang dilawannya. Bila para mafia terus-menerus sembunyi maka akan sulit untuk memberantas mereka. Sebelum menyerang lawan, kita perlu tahu siapa lawan tersebut terlebih dahulu.

    Apalagi, geliat para mafia menunjukkan bahwa Jokowi berhasil memukul telak para mafia. Bila tidak terganggu mereka pasti tetap diam, tapi bagaimana kalau mereka terganggu? Ini artinya strategi Jokowi berhasil, para mafia mulai muncul dari persembunyiannya dan bisa dikenali untuk dibasmi.

    Badan kurus dan kurang gagah milik Jokowi ternyata mampu membuat ppara mafia lengah pada awal pemerintahannya. Sekarang mereka sudah menyadari bahwa Jokowi ini sangat berbahaya. Tapi mereka menyadari hal tersebut dengan sangat terlambat. Satu per satu mafia bertumbangan, keok dihajar Jokowi.

    Usaha para mafia untuk menjegal Jokowi pun sekarang tidak bisa dilakukan. Posisi politik Jokowi sudah kuat dan stabil, tidak ada lagi suara meminta Jokowi lengser. Menteri Jokowi pun sangat setia dan bekerja tanpa lelah melawan mafia. Mencoba menyuap orang Jokowi maka akan ditertawakan, Jokowi itu doyan tempe tahu bacem bukan duit!

    Belum lagi Polisi dan TNI semuanya setia kepada Jokowi. Jokowi sudah tidak memiliki celah untuk dimanfaatkan oleh para mafia. Sekarang mereka hanya bisa meringis melihat bisnis-bisnis mereka yang dipreteli karena melanggar aturan. Mimpi memiliki pesawat jet baru pun sirna.

    Tentu saja tugas Jokowi masih jauh dari selesai. Masih banyak mafia-mafia yang perlu diberantas sebelum rakyat bisa tidur nyenyak. Masih banyak rakyat yang kelaparan akibat ulah mafia-mafia. Jokowi yang pernah merasakan apa itu lapar akibat tidak punya makanan pasti akan marah pada mafia-mafia tersebut.

    Oleh karena itu, pemerintahan Jokowi harus kita dukung. Kekuatan Jokowi berada ditangan rakyat, dirinya hebat karena dibeking langsung oleh seluruh rakyat Indonesia. Jokowi membalasnya dengan bekerja keras tanpa lelah demi seluruh rakyat.

    Kita wajib menghormati dan mensyukuri Presiden kita sekarang. Jujur, bersih dan merakyat. Kombinasi dari ketiga faktor ini merupakan hal yang langka. Marilah kita mendukung Jokowi sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Jangan sampai para mafia bisa menang melawan Jokowi.



    Penulis   :  Evan kurniawan   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jokowi, Berbadan Kurus Tapi Berani Melawan Mafia! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top