728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 11 Juni 2017

    Janji Jokowi Menyediakan Lowongan Kerja lebih dari 10 Juta Sudah terpenuhi!

    Saya masih ingat, 10 janji yang ditagih pihak atau pendukung oposisi salah satunya adalah menagih janji Jokowi tentang penyediaan 10 juta lapangan pekerjaan dalam lima tahun masa pemerintahannya diseluruh Indonesia. Dan saya melihat, janji ini sudah Jokowi penuhi ditahun ketiga dari masa kepemimpinannya. Kok bisa?

    Memang tidak ada data yang menuliskan tentang apa jenis pekerjaannya, berapa banyak lapangan pekerjaan yang disediakan, diperuntukkan bagi siapa dan dimana lokasinya serta berapa gaji dan fasilitas yang diberikan. Itu semua bisa berbeda tergantung pekerjaan yang diberikan. Tapi kalau kita melihat berapa banyak infrastruktur yang telah dibangun oleh presiden Jokowi dilapangan, serta-merta itu akan menciptakan lapangan pekerjaan.

    Mari kita telaah pidato kenegaraan Presiden Jokowi dalam rangka hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-71 pada sidang paripurna didepan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI dan Dewan Pimpinan Daerah RI di Gedung Kura-Kura, dia mengatakan “Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah menpercepat pembangunan jalan nasional sepanjang 2.225 kilometer, jalan tol sepanjang 132 kilometer dan jembatan sepanjang 16.246 meter atau 160 jembatan”. Apakah semua infrastruktur yang dibangun oleh Presiden Jokowi tidak mendatangkan lapangan pekerjaan?

    Pidato Jokowi dilengkapi dengan data telah dibangunnya rel-rel kereta api sepanjang 173.33 kilometer spoor dari target 271 kilometer spoor. Lalu Mass Rapid Transit atau MRT, Light Rail Train atau LRT dan commuter line. Ditambah 91 pelabuhan sebagai jarring Tol laut dari target 100 pelabuhan yang rencana akan selesai dibangun sampai tahun 2019. Jokowi juga menambahkan 6 bandar udara baru yang sudah beroperasi. Ini semua adalah data infrastruktur yang sudah dibangun pada dua tahun pertama kepemimpinannya.(ref. http://nasional.kompas.com/read/2016/08/16/14453101/ini.infrastruktur.yang.dibangun.selama.dua.tahun.jokowi-jk)

    Sebagai data tambahan, saya mengambil data yang dilansir Kompas dengan judul “30 Prestasi Gila Presiden Jokowi 1 tahun” (ref. http://www.kompasiana.com/aznil/30-prestasi-gila-presiden-jokowi-1-tahun_56259e3a109773f10b3673f0. Disana disebutkan 13 bendungan, kilang minyak, pabrik semen baru di papua, Pembangkit Tenaga Listrik, pembangunan sejuta rumah, Semua ini menciptakan lapangan pekerjaan.

    Ketika Jokowi meresmikan operasional sebuah Bandar udara, kita bisa langsung membayangkan berapa banyak lapangan pekerjaan yang diciptakan oleh sebuah bandar udara. Jokowi membangung lebih dari lima bandar udara baru. Mulai dari parkiran. Baik tukang parkir legal atau ilegal. Lalu kalau ada parkiran, disana biasanya ada juga penjual makanan atau kantin dan warung-warung kecil. Lalu petugas keamanan atau satpam, porter atau kuli, pertugas bandara di check-in desks counter, kita masuk lagi kedalam terminal dibandar udara. Biasanya ada toko-toko yang menjual souvenir yang minimal dijaga oleh satu atau dua orang, lalu kafe-kafenya. lalu jasa cleaning service yang menjaga kebersihan ruang tunggu terminal. Kita turun ke lapangan pacu pesawat. Disana juga banyak sekali orang yang bekerja sebagai petugas parkir kapal, pengangkut koper-koper, keamanan bandara, petugas kebersihan pesawat dan ini tidak termasuk pegawai imigrasi dan pegawai bea cukai serta kepolisian dan tentara yang biasanya ada di setiap bandara.

    Lalu pembangunan jalan-jalan tol seperti TransJawa, TransSumatra, TransSulawesi, TransBorneo dan TransPapua yang pembangunannya bekerja sama dengan pihak swasta, ini juga akan menyerap begitu banyak tenaga kerja. Mulai dari pembangunan sampai jalan tol dibuka.

    Bahkan proram jokowi yang bukan dalam bentuk fisik seperti infrastrukturpun, menciptakan lapangan pekerjaan. Saya ambil contoh, Kartu Indonesia Pintar atau KIP. Untuk pendistribusian KIP, pemerintah tidak bisa meminta masyarakat diseluruh Indonesia untuk datang ke keluarahan masing-masing dan mengambilnya. Pemerintah harus mengatur distribusi KIP ini. Dulu saja ketika Anies baswedan masih menjadi Menteri Pendidikan, dia bekerja sama dengan pihak swasta. itu hanya dari sisi distribusi, belum lagi dari sisi pendataan si penerima kartu. Dan setelah kartu didata dan didistribusikan, pemerintah juga harus memastikan “follow-up” atas penyaluran dana. Ini semua dikerjaan oleh manusia, bukan mesin atau robot.

    Bagaimana dengan prestasi Jokowi seperti pembayaran kerugian pada warga Sidoarjo yang terkena lumpur Lapindo? Ini juga menciptakan lapangan pekerjaan.

    Sepuluh juta lapangan pekerjaan yang dijanjikan Jokowi ketika kampanye Pilpres 2014 lalu terdengar begitu besar. Sampai-sampai angka ini menjadi olok-olokan pihak-pihak yang mengharapkan kegagalan Jokowi dalam memenuhi janji-janji kampanyenya. Tidak mungkin Jokowi bisa memenuhi janji yang dia ucapkan. Mungkin saja kalau janji itu diucapkan oleh lawan politiknya dimana bayangan “menyediakan lapangan pekerjaan” seperti menciptakan sesuatu dimana rakyat bisa antri untuk mendapatkan formulir pendaftaran dan raykat bisa memilih lapangan pekerjaan seperti apa yang mereka inginkan.

    Saya yakin, Jokowi tidak berpikir demikian.

    Ketika Jokowi merancang seluruh rencana pembangunan infrastruktur selama lima tahun, Jokowi juga bisa langsung melihat berapa banyak rencana pembangunan ini akan menyerap tenaga kerja. Saya yakin, Jokowi mampu memprediksi banyaknya tenaga kerja yang akan diserap oleh satu bandar udara baru yang mulai beropeasional. Berapa tenaga kerja yang akan diperlukan untuk menangani tol laut dihampir 100 pelabuhan, Atau penjaga air di 13 bendungan, bahkan untuk program peningkatan pangan saja, inipun pasti menciptakan lapangan pekerjaan.

    Kalau akan saya berkata, “Dia seorang Jokowi” yang tidak akan berkata-kata tanpa data atau berjanji tanpa rencana. Jokowi bukan sejenis pemimpin yang asal bunyi apalagi menjanjikan sesuatu yang sangat diharapkan rakyat banyak. Menjanjikan angka sepuluh juta lapangan pekerjaan adalah hitungan yang sudah dipertimbangan diatas massivenya infrastruktur yang akan dilakukan dilapangan untuk masa lima tahun kedepan.

    Saya tidak melihat adanya masalah dengan semua janji Jokowi akan penyediaan lapangan pekerjaan. Janji yang diberikan adalah lapangan pekerjaan diseluruh Indonesia. Ini bisa berarti jumlahnya banyak di Kalimantan, Sulawesi atau Papua dan sangat sedikit lapangan pekerjaan yang tersedia di pulau Jawa. Namun demikian bukan berarti Jokowi tidak membawa misi keadilan sosial bagi seluruh rakyat di Indonesia, tetap sudah saatnya Jokowi memanjakan pulau lain diluar pulau Jawa.

    Satu infrastruktur yaitu pembangkit tenaga listrik di indramayu yang diisukan 100% menggunakan tenaga asing dari Tiongkok tidak bisa mematahkan sepuluh juta bahkan lebih lapangan pekerjaan yang sudah diciptakan Jokowi lewat pembangunan infrastrutur. Bagi mereka yang tidak paham, menggunaan tenaga asing dipandang sebagai pelecehan bagi tenaga lokal. Tapi saya percaya, tidak akan mungkin seorang Jokowi melakukan hal yang disangkakan. Saya yakin, setiap keputusan ada alasan yang rasional dibalik penggunaan tenaga asing tersebut. Positif thinking itu sangat diperlukan!



    Penulis   : Erika Ebener      Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Janji Jokowi Menyediakan Lowongan Kerja lebih dari 10 Juta Sudah terpenuhi! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top