728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 18 Juni 2017

    Jaksa Agung Sebut HT Jadi Tersangka, Kalau Ini Kriminalisasi Apa??

    Entah bagaimana nasib Partai Perindo kalau Ketua Umumnya harus disibukkan dengan urusan persidangan. Tetapi kenyataan bahwa CEO MNC Group sekaligus Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, sudah ditetapkan menjadi tersangka akan membuat gerak partai Perindo sedikit terhambat.

    Ya, Hary Tanoe atau biasa disebut HT telah ditetapkan menjadi tersangka per hari kamis (15/6/2017). Kapuspenkum Kejaksaan Agung M Rum menyatakan pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara dugaan acaman jaksa Yulianto dari Bareskrim Polri.

    Terkuaknya status tersangka HT ini disampaikan oleh Jaksa Agung HM Prasetyo saat dimintai tanggapan tentang pemeriksaan jaksa Yulianto oleh Bareskrim pada Rabu (14/6/2017).

        “Kalau Pak Yulianto dipanggil di sana diperiksa, itu juga kewajibannya untuk hadir. Begitupun tentunya juga dengan si Tersangkanya. Yah terlapornya. Tersangkanya lah, sekarang sudah tersangka,” kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

        “Karena sudah ditingkatkan ke Tersangka, setiap kali diundang yah harus hadir. Itu kewajiban di Undang-undang yang harus dipenuhi oleh setiap warga negara yang baik,” katanya.

    Ditingkatkannya status HT ini tidaklah terlalu mengejutkan. Meski mengaku tidak mengancam jaksa Yulianto dan mengaku sampai sekarang tidak melihat barang bukti telpon Yulianto yang berisi SMS bernada ancaman tersebut, HT tidak bisa mengelak lagi karena penilaian polisi menyatakan dirinya sebagai tersangka.

    Peningkatan status HT ini meman tidak terlepas dari hasil pemeriksaan kepolisian terhadap Jaksa yulianto. Rabu (14/6/2017), Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Yulianto telah selesai menjalani pemeriksaan terkait dengan SMS dari Hary Tanoesoedibjo.

    Jaksa Yulianto setelah siap diperiksa menyatakan bahwa HT benar-benar telah mengancam dirinya. Bahkan Jaksa Yulianto membukakan bahwa HT tidak menyinggung satu pesan tertanggal 9 Januari yang intinya HT berbicara tentang Mobile-8 dalam pesan tersebut. Karena itu, Yulianto merasa terancam.

    Untuk memperkuat laporannya, Jaksa Yulianto bahkan merelakan dua Handphonenya disita penyidik Bareskrim. Hal itu digunakan sebagai alat bukti dan menunjukkan adanya SMS tersebut.

        “Cuma yang bersangkutan tidak merilis SMS yang tanggal 9. Dia sudah bicara tentang kasus yang sedang kita tangani, yaitu kasus Mobile-8,” tutur Yulianto.

        “Jadi dapat kita simpulkan SMS ini jaksa Yulianto sedang menyidik dan mengendalikan tindak pidana korupsi Mobile-8 di mana dia pemiliknya. Itulah makanya kita laporkan ini ke Bareskrim dan sekarang ada tindak lanjut lagi,” ujarnya.

        “Kita menghargai proses penyidikan tim cyber sehingga saya serahkan kedua HP saya untuk memperkuat pembuktian bahwa dugaan saya tidak sekadar melaporkan, tapi juga serahkan HP saya,” kata Yulianto.

    Semua yang dipertanyakan oleh HT kini sudah dibuktikan semua oleh Jaksa yulianto. HT merasa tidak mengancam karena tidak ada kaitan dengan kasus mobile 8 dan malah menyebut itu adalah sebuah pernyataan dari impiannya memimpin Indonesia. Tetapi pernyataan jaksa Yulianto tadi malah membukakan fakta yang berbeda.

    Bahkan jaksa yulianto rela HP-nya disita menjadi alat bukti, supaya HT juga percaya bahwa memang ada pesan seperti itu yang diterimanya. Jadi, HT tidak akan bisa mengelak memberikan alat bukti dari HP-nya yang menurut pengakuan HT bisa ganti 2 sampai 3 kali setahun HP-nya. ganti HP atau menghilangkan alat bukti hanya HT yang tahu.

    Status HT yang menjadi tersangka ini tentu saja menimbulkan sebuah rentetan yang unik terhadap orang-orang yang berlawanan dengan Ahok. Jika sebelumnya ada nama Rizieq Shihab, Auditor BPK, dan juga Amien Rais, maka kini ada nama HT yang bergabung dalam koalisi lawan Ahok di Pilkada. Bahkan HT dengan medianya sangat massif menyebarkan penggiringan opini terhadap kasus Ahok.

    Kalau Rizieq Shihab dan Amien Rais dibela oleh alumni 212 sebagai orang yang mereka anggap ulama dan aktivis, nah bagaimana dengan HT?? Apa iya alumni 212 mau lakukan aksi bela kafir dan cina?? Mau dibawa kemana status alumni 212 tersebut?? Tetapi apa iya mau menolak kalau HT tawarkan uang buat demo??

    Tidak tahu apakah memang benar ini adalah sebuah pembalasan balik dari Sang khalik atas kelakuan orang-orang yang mendzholimi Ahok sedemikian rupa atau hanya sekedar peristiwa biasa tanpa ada kaitan. Tetapi kalau melihat rentetan bagaimana orang-orang tersebut dibalas satu persatu setelah Ahok ikhlaskan diri untuk tidak banding menjadi sebuah fakta yang menguatkan.

    Fakta yang kembali membuktikan kepada kita semua bahwa memang benar Gusti Ora Sare. Kalau orang baik dan benar serta mengabdi dengan tulus didzolimi sedemikian rupa, maka Tuhan sendiri yang akan membalasnya. Dan saya sangat mempercayai hal tersebut.

    Salam Gusti Ora Sare.




    Penulis    :      Palti Hutabarat    Sumber   :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Jaksa Agung Sebut HT Jadi Tersangka, Kalau Ini Kriminalisasi Apa?? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top