728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 09 Juni 2017

    Ingin Pakai Mesjid Istiqlal Buat Aksi 96, Ini Jawaban Telak Pihak Istiqlal Untuk Ketua Presidium Alumni 212

        Bak gayung bersambut, Setelah Dilarang Kapolda, Pengelola Istiqlal Juga Resmi Keluarkan Surat Penolakan Menggelar Aksi 96 di Mesjid Istiqlal.

    Setelah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Inspektur Jenderal Polisi Mochammad Iriawan dengan tegas melarang aksi bela ulama 96, giliran pihak pengelola Mesjid Istiqlal yang menolak mentah-mentah permohonan alumni 212 untuk meminjam Mesjid Istiqlal.

    Ketegasan pihak pengelola Mesjid Istiqlal pun terlihat dari surat balasan yang dikirimkan kepada Ansufri Idrus Sambo selaku Ketua Presidium Alumni 212.

    Berdasarkan surat balasan pihak pengelola Mesjid Istiqlal, dapat kita lihat dengan jelas bahwa permintaan Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo ditolak mentah-mentah oleh pengelola Mesjid Istiqlal.


    Berikut detail isi surat penolakan aksi 96 yang dikirimkan pihak pengelola Mesjid Istiqlal kepada Ansufri Idrus Sambo selaku Ketua Presidium Alumni 212.

        Assalamu’alaikum Wr. Wb.

        Memperihatikan Surat saudara No. : 06/I/PA212-Ext/VI/2017 tanggal 4 Juni 2017, perihal seperti tertera di pokok surat, dengan ini kami sampaikan :

            Terima kasih atas perhatian saudari kepada Masjid Istiqlal, Semoga kegiatan yang dilaksanakan oleh Presidium 212 selalu sukses dan mendapat ridha Allah SWT.
            Berkaitan dengan permohonan saudara, kami mohon maaf tidak dapat dipertimbangkan karena pada hari dan tanggal tersebut digunakan untuk kegiatan rutin Masjid Istiqlal setelah Jum’at.

        Demikian harap maklum.

        Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

        A.N. KETUA BADAN PELAKSANA PENGELOLA MASJID ISTIQLAL.

        Sekretaris,

        Rusli Effendi S.Pd.I, SE, M.Si.

    Dengan keluarnya larangan dari Kapolda dan maklumat penolakan dari pengelola Mesjid Istiqlal, maka sempurnalah sudah larangan terhadap Aksi bertajuk “ABU 96” tersebut. Rencana alumni 212 untuk menggelar aksi 96 kemungkinan besar gatot alias gagal total. Kalaupun aksi tersebut jadi terlaksana, maka massa yang akan ikut mungkin hanya hitungan jari karena terlanjur sudah malas duluan.

    Wajar kalau pihak pengelola Mesjid Istiqlal tidak dapat mempertimbangkan permintaan alumni 212 untuk menggelar aksi. Pasalnya Mesjid Istiqlal sudah pasti akan dipakai untuk hal yang lebih penting, lebih berguna, dan jauh lebih bermanfaat bagi kemaslahatan banyak orang.

    Pernyataan pihak pengelola Mesjid Istiqlal yang tidak dapat mempertimbangkan permintaan Ketua Presidium alumni 212 itu sudah tepat. Pernyataan itu sekaligus membuka mata kita bahwa Rumah ibadah adalah tempat untuk beribadah. Rumah ibadah itu tempat suci. Jadi bukan tempat untuk menggelar aksi yang aneh-aneh dan cuma menonjolkan angka-angka.

    Apalagi ini juga kan masih bulan puasa, jelas saja sudah ada kegiatan yang jauh lebih bermanfaat dari pada menggelar aksi berdasarkan angka-angka. Bisa dibilang Mesjid Istiqlal yang merupakan hasil desain dari anak bangsa berdarah Batak bernama Friedrich Silaban akan ramai dikunjungi oleh orang banyak untuk persiapan Sholat dan berbuka puasa.

    Mungkin alumni 212 hanya bisa gigit jari mendapat balasan penolakan dari pihak pengelola Mesjid Istiqlal. Bahkan jika tetap memaksa untuk menggelar aksi ya silahkan saja, bisa-bisa Polisi berpeluang hadir dan siap untuk membubarkan aksi yang sudah tegas dilarang tersebut. Ke depannya, bisa dibilang Pupuslah harapan alumni 212 untuk menggelar aksi-aksi serupa.

    Jadi, masyarakat tidak perlu lagi melakukan aksi bela ulama pada 9 Juni 2017 ataupun aksi-aksi sejenisnya. Lebih baik menikmati bulan puasa dengan tenang dan damai. Masih ada banyak kegiatan yang jauh lebih bermanfaat yang bisa dikerjakan. Tentu akan lebih baik jika seluruh alumni 212 memanfaatkan bulan Ramadan ini dengan meningkatkan ibadah masing-masing dan bukan malah memaksa melakukan aksi yang cuma menonjolkan angka-angka lucu.

    Pada dasarnya tidak ada ulama yang dikriminalisasi. Termasuk Habib Rizieq Shihab sekalipun. Yakinlah akan hal itu. Semua warga Negara Indonesia adalah sama di muka hukum. Hal ini senada dengan apa yang sudah dikatakan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin bahwa penetapan Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam kasus chat pornografi bukan berarti terjadi kriminalisasi ulama.

    Jadi Habib Rizieq Shihab harusnya segera pulang ke tanah air agar dapat segera menyelesaikan persoalan hukumnya. Mau sampai kapan di luar negeri? Apa harus dijemput paksa atau tunggu dideportasi dulu baru mau pulang?

    Maka dari itu, Lebih baik bersikap cooperative agar nantinya menjadi bahan pertimbangan Hakim di pengadilan.

    Habib Rizieq Ikuti saja perjalanan kasusnya agar segera selesai. Tidak perlu takut pada siapapun. Polri siap melindungi keselamatan Habib Rizieq Shihab. Dan tidak ada gunanya mengandalkan aksi-aksi gerakan massa dengan angka-angka hanya untuk membela tersangka Habib Rizieq Shihab.

    Contohlah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berani dalam menghadapi setiap cobaan yang menghadangnya. Bahkan Presiden Joko Widodo pun tidak pernah intervensi terhadap kasus Ahok. Maka otomatis juga Presiden Joko Widodo tidak akan mungkin melakukan intervensi terhadap kasusnya Habib Rizieq Shihab. Jadi jangan coba-coba memaksa Presiden Joko Widodo untuk intervensi dan menutup kasus Habib Rizieq Shihab ya.

    Apalagi Kapolda Metro Jaya, Irjenpol M. Iriawan juga sudah dengan tegas menyatakan bahwa ada 26 saksi ahli serta 52 saksi pendukung untuk mengungkap kasus kasus Habib Rizieq Shihab yang diduga melakukan pesan singkat tak senonoh dengan Firza Husein. Jadi mustahil dan terlalu naif jika kalau direkayasa. Agar segera selesai ya ikuti saja prosesnya.

    Jadi lebih baik Habib Rizieq segera pulang. Rakyat menunggu keberanianmu membuka segala sesuatunya. Ulama sejati itu tidak perlu di bela.

    Begitulah seharusnya.



    Penulis    :    Lae Saragih    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ingin Pakai Mesjid Istiqlal Buat Aksi 96, Ini Jawaban Telak Pihak Istiqlal Untuk Ketua Presidium Alumni 212 Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top