728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 05 Juni 2017

    Ingat Tax Amnesty? Jokowi Gemparkan Dunia

    Dalam perjalanan Presiden Jokowi menahkodai Indonesia, terdapat banyak capaian yang dia torehkan dan sekaligus juga tantangan berat yang dia harus hadapi. Salah satu tantangan itu adalah Jokowi dihadapkan pada isu transaksional pembentukan kabinetnya. Tetapi pada akhirnya dia dapat meyakinkan rakyat Indonesia bahwa kabinet yang dipimpin adalah kabinet yang bekerja. Ini akhirnya dapat diterima rakyat Indonesia dengan hasil kerjanya yang membuat puas banyak rakyat Indonesia.

    Dari semua program Jokowi, pembangunan infrastruktur mungkin yang paling terlihat. Sebab pembangunan sedang terjadi dimana-mana. Tetapi jika kita mundur ke belakang, terdapat satu program Jokowi yang telah terbukti sukses, yakni program pengampunan pajak (tax amnesty).

    Tanggal 31 Maret 2017, program tax amnesty pemerintahan Jokowi berakhir. Total harta yang dideklarasikan mencapai Rp 4,813 triliun http://www.pajak.go.id/content/amnesti-pajak. Capaian ini menjadi program tax amnesty tertinggi di dunia sampai detik ini. Berikut adalah tabel perbandingan capain tax amnesty Indonesia dengan negara-negara lain yang pernah melaksanakan program serupa:
    Periode III Amnesti Pajak

    Gambar Perbandingan Tax Amnesty Antar Negara

    Dari tabel ini dapat kita lihat bahwa jumlah deklarasi tax amnesty Indonesia empat kali lipat lebih dari tax amnesty yang pernah dilakukan negara Italia tahun 2009. Asutralia yang pernah melakukan program serupa tahun 2014 hanya mencapai Rp 66 triliun rupiah. Hanya Italia saja yang tertinggi sebelumnya. Namun rekor ini terpatahkan dan jauh di bawah Indonesia dalam jumlah deklarasi harta tax amnesty.

    Penjelasan Pemerintah

    Menteri Keuangan pun menjelaskan rincian program tax amnesty Indonesia. Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa harta terdiri dari deklarasi dalam negeri sebesar Rp 3.633 triliun dan deklarasi luar negeri sebesar Rp 1.034 triliun serta repatriasi sebesar Rp 147 triliun.

    Dari total deklarasi harta tersebut, jumlah penerimaan amnesti pajak mencapai Rp 130,2 triliun. Penerimaan terdiri dari uang tebusan sebesar Rp 113,9 triliun, pembayaran tunggakan Rp 14,8 triliun, dan pembayaran bukti permulaan Rp 1,5 triliun.

    Uang tebusan yang berasal dari orang pribadi (OP) mencapai Rp 98 triliun. Tebusan OP UMKM sebesar Rp 7,6 triliun dan OP UMKM Rp 90,4 triliun. Sementara tebusan dari wajib pajak badan mencapai Rp 14,9 triliun yang terdiri dari badan UMKM Rp 0,6 triliun dan badan non UMKM Rp 14,3 triliun. Tebusan dihitung berdasarkan jumlah Surat Pernyataan Harta (SPH) yang sudah dilaporkan yaitu sebanyak Rp 974 ribu dengan rincian peserta amnesti terdiri dari 399.445 OP non UMKM dan 303.579 OP UMKM. Sementara peserta badan non UMKM sebanyak 119.745 dan badan UMKM 98.975 peserta https://bisnis.tempo .co/read/news/2017/04/01/087861564/deklarasi-harta-lewat-tax-amnesty-capai-rp-4-813-triliun.

    Atas capaian program ini, Menteri sekretaris kabinet mencoba membeberkan 3 kunci keberhasilan pelaksanaan program tax amnesty Indonesia. Kunci pertama adalah program ini dipimpin langsung Presiden Jokowi, sehingga tercipta kepercayaan masyarakat. Dalam hal ini, Jokowi turun tangan dan langsung mensosialisasikan program ini.

    Kunci kesuksesan kedua, yakni Menteri Keuangan dan Drijen Pajak beserta jajarannya dapat menunjukkan kinerja yang solid dan kredibel. Alasan ketiga suksesnya acara ini adalah petugas pajak bekerja keras dan mampu melaksanakan tugasnya serta yang terakhir adalah partisipasi masyarakat yang luar biasa http://news.ddtc .co.id/artikel/8132/pengampunan-pajak-ini-3-kunci-keberhasilan-tax-amnesty/.

    Mengapa tax amnesty Indonesia bisa sukses?

    Ini adalah pertanyaan paling penting, sebab semua ambisi Jokowi dalam membangun proyek infrastruktur di Indonesia berkaitan dengan ini.

    Program tax amnesty ibarat mencari modal dalam mewujudkan program pembangunan. Jika profram ini berhasil, berarti ruang fiskal untuk modal pembangunan dapat signifikan. Sebab semua yang diinginkan untuk dibangun akan tinggal rencana seperti pemerintahan sebelumnya jika uangnya tidak ada. Atau bisa saja membangun besar-besaran dengan mengandalkan pinjaman luar negeri seperti rezim otoriter Soeharto dulu. Namun ketika pembangunan itu diuji krisis moneter, Indonesia pun menerima akibatnya tahun 1997-1998.

    Bersyukurnya pemerintah sekarang membangun infrastruktur tidak bergantung penuh pada utang luar negeri. Utang luar negeri Indonesia masih terkendali dan diproyeksi hampir sama dengan jumlah pinjaman yang dilakukan 5 tahun pemerintahan sebelumnya, namun hasilnya berbeda jauh. Ini telah diulas di https://seword .com/ekonomi/kebut-infrastruktur-utang-luar-negeri-tetap-terkendali/.

    Salah satu modal penting untuk tetap optimis dengan proyek infrastruktur Jokowi adalah kesuksesan program tax amnesty. Sebab ini akan memberikan tambahan dana untuk memodali proyek pembangunan. Termasuk  dana repatriasi program ini langsung dapat diarahkan untuk memodali proyek pembangunan yang akan dan sedang berlangsung.

    Inilah gambaran penting perlunya sukses program tax amnesty. Dalam hal ini, pemerintah telah membuktikan kesungguhannya. Meski masih tetap ada kekurangan dalam program ini yang sudah disampaikan Presiden Jokowi, salah satunya target deklrasi yang seharusnya mencapai Rp 11.000 triliun https://m.tempo .co/read/news/2016/12/06/087825640/jokowi-belum-puas-dengan-hasil-tax-amnesty. Namun ini adalah target maksimal dan hanya mungkin terlaksana bila indeks persepsi korupsi sudah sangat kecil di Indonesia.

    Di balik program tax amnesty

    Orang paling diuntungkan dengan program tax amnesty ini adalah para koruptor dan pengusaha penunggang pajak. Sebab dengan ikut program ini, berarti harta para koruptor yang telah menyengsarakan dan merugikan bangsa ini  dapat dilegalkan. Padahal seharusnya mereka dihukum karena korupsi yang dilakukan adalah pengkhianatan. Begitu juga dengan para pengusaha yang telah lari dari tanggung jawab. Sebab pelarian harta dan penunggangan pajak akhirnya diampuni dengan membayar uang tebusan.

    Namun kita harus melihat dengan sudut pandang yang lebih penting. Sebab kesalahan tidak sepenuhnya terjadi pada mereka. Tentu juga pemerintah bersalah mengapa itu sampai bisa terjadi. Untuk itu perlu rekonsiliasi yang berkeadilan melalui Tax Amensty. Para penggemplang pajak di masa lalu dan juga para koruptor di masa lalu yang menggelapkan uang tersebut baik di dalam negeri maupun di luar negeri, diberikan kesempatan untuk menebus dosanya kepada negara.

    Secara timing, ini adalah waktu yang paling tepat untuk rekonsiliasi karena pada 2018 negara G-20 telah menyetujui untuk membuka semua rekening masyarakatnya. Artinya akan sulit lari buat para penggemplang pajak dan kekayaan. Dengan tax amnesty, korupsi di masa lalupun tetap dapat digunakan untuk pembangunan bangsa Indonesia karena uang yang dikorupsi kembali masuk ke tanah air http://sorotdaerah .com/tag/tax-amnesty/.

    Berita bagusnya pemerintahan Jokowi tidak melewatkan kesempatan ini. Tax amnesty sudah dilakukan, namun penyelidikan kasus korupsi di masa lalu dapat tetap dilakukan dengan syarat tidak menggunakan data dari Dirjen Pajak. Ini adalah langkah tepat sebab tidak menghilangkan keadilan dan tetap dalam koridor penegakan hukum.

    Penutup

    Kesuksesan selalu berbanding lurus dengan resiko. Suksesnya Jokowi menjalankan program ini juga mendapatkan cobaan yang besar. Sebab banyak pihak yang tidak suka. Apa lagi negara luar yang dirugikan dengan program ini. Termasuk juga politisi busuk Indonesia yang gila kekuasaan. Tak heran bila persitiwa makar dilangsungkan untuk menjatuhkan Presiden Jokowi. Namun ternyata Pemerintahan sekarang dapat bertahan dan melanjutkan program pembangunannya. Semoga Pemerintahan berikutnya dapat konsisten melanjutkan pembangunan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    #JokowiUntukIndonesia

    Salam Indonesia Jangan Diam


    Penulis :  Junaidi Sinaga   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ingat Tax Amnesty? Jokowi Gemparkan Dunia Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top