728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 18 Juni 2017

    Ibadah Umrah, Mungkinkah Ditunggangi Kepentingan Politik?

    Seumur-umur, hingga Indonesia merdeka 72 tahun, belum pernah saya jalani ibadah umrah. Bagaimana prosedur tetap dengan segala aturan yang mengikat orang menjalankan ibadah umrah, jelas tidak paham. Apalagi suasana haru orang berdoa di tanah suci dalam jangka panjang seperti Habib Rizieq Shibab benar-benar tak terbayang.

    Alangkah banyak hidayah dan inayah yang didapat Habib yang diharapkan pengacaranya memegang visa unlimitted. Tentu dengan banyaknya hidayah, inayah dan amal saleh selama ibadah bisa menjadi bahan tausiyah. Termasuk pengajaran khusus untuk muridnya yang menurut chat yang beredar disebut nakal dan binal, Firza Husein. Tentu Firza harus siap-siap menerima materi ceramah dua arah ala Bibib melalui aplikasi WhatsApp. Sebuah ceramah keagamaan level tinggi yang bisa-bisa bikin ah dan bikin uh janda bercadar tersebut.

    Sungguh menarik kisah Habib Rizieq menjalankan ibadah umrah. Tidak hanya jangka waktu yang panjang hingga isu visa unlimitted yang didambakan, tetapi juga pertemuannya dengan orang yang terjerat kasus hukum. Foto bersama Amien Rais termasuk salah satu yang berdaya tarik. Selain itu kepergian umrah Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tetap tak bisa dipandang sebelah mata.

    Sayang, Firza Husein tak bisa turut meramaikan suasana ibadah umrah Habib Rizieq. Entah bagaimana bila Firza turut umrah. Bisa jadi pemberitaan akan makin seru lengkap dengan dugaan-dugaan yang bermutu atau sekadar untuk seru menderu saja. Atau malah Bibib akan terkintil-kintil ikut Firza pulang.

    Nah, pihak kepolisian barangkali bisa memancing Rizieq dengan cara mengirim Firza ibadah umrah supaya digandeng Firza pulang. Sayang, hal ini bisa menurunkan kualitas ibadah seseorang. Umrah kok bertujuan politis? Eit… tunggu dulu.

    Jangan-jangan sudah jamak kalau ibadah umrah sekarang diboncengi kepentingan politik. Ini pantas ditelisik mengingat keuntungan ganda yang bisa diperoleh dengan ibadah umrah. Keuntungan surga berwujud pahala didapat, keuntungan duniawi dengan deal-deal politik bisa jadi menjadi bonus. Namanya saja siapa tahu. Hanya Alloh SWT dan yang bersangkutan saja tentu yang layak paham.

    Maklum, di tengah kepolisian menunggu kepulangan Habib Rizieq, eee … para politisi yang disebut di atas malah foto bersama sang imam besar Islam. Ini tentu mencurigakan. Mengapa orang sekaliber Prabowo Subianto yang harus memiripkan diri dengan Soekarno tidak membujuk supaya Habib pulang menjadi warga negara yang taat hukum.

    Termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih DKI Jakarta yang terkenal santun itu. Mengapa tidak menularkan kesantunannya kepada Habib supaya mengikuti proses hukum. Kan malu sama Ahok. Orang yang dianggap menista agama saja bisa taat hukum, ini orang yang sok suci malah tidak taat hukum. Apa kata Baginda Rosul coba, ketika ada pengikut yang mengaku keturunannya itu tidak taat hukum?

    Ah, tidak perlu kata Baginda Rosul-lah karena itu hal yang tergolong mustahil. Kiranya cukup apa kata Firza dan Kak Emma saja. Apa coba yang bisa Kak Emma dan Firza katakan? Ketika imam besarnya yang mulia itu tidak menaati hukum. Benar-benar malu dunia-akhirat.

    Artinya, Rizieq yang tidak kunjung pulang padahal dipanggil hukum jelas ada sesuatu. Tambah lagi ketika orang-orang seperti Prabowo, Anies, Sandi dan Amien Rais mendadak umrah. Sesuatu ala Syahrini pasti gampang diprediksi. Aksi-aksi yang dimotori FPI dengan Rizieqnya pasti ada apanya atau apa-apanya memang ada.

    Umrah yang bermuatan politis tampaknya patut menjadi dugaan ala kadarnya. Alangkah nistanya manusia yang memanfaatkan ibadah untuk tujuan politis. Agama jelas-jelas dipakai sebagai kedok supaya nafsu politik tidak kelihatan medok.

    Dugaan di atas menemukan legitimasinya atas dasar tuturan Amien Rais. Kepada tribunnews.com ia mengaku kalau kepergiannya ke Tanah Suci bukan untuk menghindari hal yang sedang dihadapinya saat ini.

    Cara menganalisa omongan pendiri Partai Amanat Nasional atau PAN yang baru saja plin-plan ini sangat gampang. Tinggal dibalik saja ocehannya tersingkaplah kebenarannya. Maklum, kapan sih Amien Rais ini punya kemampuan omong jujur sesuai prosedur? Nazar yang dijunjung tinggi dalam Islam saja dikentutin alias tidak direalisasi, apalagi omongan di luar kategori nazar. Wajar kalau dari kebiasaan Amien ini saya mendapat kemudahan untuk menyingkap kebenaran. Ibarat pepatah ada udang di balik batu, kalau mau tahu kebenaran omongan Amien Rais ya tinggal dibalik, Pak Lik…

    Ketika mengaku kalau kepergiannya ke Tanah Suci bukan untuk menghindari hal yang sedang dihadapi, berarti sengaja menghindar. Ketika mereka bertemu Habib Rizieq tentu ada banyak hal yang pasti dibicarakan bersama. Tidak mungkin kalau hanya foto-foto. Apalagi si Habib juga tidak sedang menghalalkan Firza. Entah mengobrol apa, yang rupanya tidak jauh-jauh dari kepentingan politik yang picik. Ndak asyik kan, orang-orang licik kiprah di politik?




    Penulis    :      Setiyadi RXZ      Sumber   :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ibadah Umrah, Mungkinkah Ditunggangi Kepentingan Politik? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top