728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Hebat! Tersangka Persekusi Yang Memukul Anak Mengaku Tidak Menyesal

    Memang luar biasa orang yang satu ini. Meski sudah ditangkap oleh polisi karena melakukan persekusi kepada anak dibawah umur, dirinya tetap teguh pada pendiriannya dan merasa tidak bersalah.

    Salah seorang pelaku bernama Abdul Majid mengaku kesal kepada M (15). Sehingga, dirinya melakukan pemukulan dengan tangan kanannya sebanyak satu kali dan mengenai kepala bagian kanan korban.

    “Saya kesal sama dia,” ujarnya

    Hebat kan? Karena kesal oleh sebuah postingan, dirinya dengan tega memukul anak dibawah umur. Apa orang seperti ini hari nuraninya masih ada? Orang dewasa macam apa yang sikapnya masih sangat kekanak-kanakan?

    Selain itu, Abdul juga mengaku sebagai anggota FPI. Dia juga mengaku tak punya pekerjaan tetap. Berarti dirinya merupakan pengangguran, mungkin saja karena minim pendidikan atau pengalaman kerja.

    Pantas saja dirinya bisa berkilah dengan luar biasa kalau dia tidak tahu yang dipukulnya adalah anak dibawah umur.

    “Karena posisi saya. Saya tidak tau kalau dia (M) ini anak kecil. Karena postur badan dia besar gitu. Mungkin kalau dia anak kecil atau sepantaran saya, mungkin saya nggak tega gitu,” kata Abdul.

    Coba bayangkan, ada orang yang tidak bisa mengetahui bahwa M adalah anak dibawah umur. Bahkan jika postur badannya besar, dari wajah saja sudah bisa tahu kalau ini anak dibawah umur atau orang dewasa. Ini merupakan alasan yang sangat ngeles. Atau memang Abdul mengalami gangguan penglihatan, mana tau.

    Namun pernyataan yang paling luar biasa adalah saat dirinya tetap bersikukuh kalau dirinya tidak menyesal. Meski yang dipukulnya adalah anak kecil, ketika anak tersebut diintimidasi dan dikepung oleh banyak orang, hati nuraninya tetap merasa kalau apa yang dilakukannya adalah benar.

    “Ketika dia menghina dan menantang seperti itu. Ya nggak nyesel (masuk penjara) Namanya resiko, spontan lah,” bebernya

    Inilah cara pandang yang sangat berbahaya. Dirinya merasa kalau dirinya sudah ‘membela agama’ dan tidak menyesali sama sekali apa yang sudah diperbuat. Ingat, ekstrimis juga merasa kalau dirinya membela agama dan kita tahu sendiri mereka akhirnya melakukan kekerasan.

    Bila logika sudah dimatikan hanya karena alasan ‘bela agama’, orang tersebut akan mudah terjerumus. Tinggal menyebutkan orang A menghina agama ya langsung dihajar. Pikiran tidak dipakai lagi, yang penting ‘bela agama’.

    Selain Abdul, polisi juga menetapkan Mat Husin alias Ucin sebagai tersangka. Keduanya dijerat Pasal 80 ayat 1 jo Pasal 76c UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

    Dalam video tersebut M dikerumuni belasan orang yang diduga berasal dari ormas tertentu. Remaja berkacamata itu dituduh telah mengolok-olok salah satu ormas beserta pimpinannya melalui unggahan di media sosial.

    Selain mendapat kekerasan secara verbal, remaja berusia 15 tahun tersebut tampak mendapat kekerasan secara fisik. Dia dipaksa untuk meminta maaf dan mengakui perbuatannya. M juga diancam akan dilukai jika mengulangi perbuatan serupa.

    Dari sini saja sudah terlihat bagaimana kualitas ormas yang satu ini. Kalau ada yang tidak disenangi langsung dikepung dan dipaksa minta maaf dengan surat bermaterai. Habis itu dipukul pula saat intimidasi. Ini sih bukan menyelesaikan masalah, tapi menambah masalah.

    Belum lagi pengancaman kepada anak tersebut, bagaimana perasaan ibunya? Wah, rasanya malu kalau menyebut mereka itu orang dewasa. Sikap mereka seperti anak-anak, main hakim sendiri tanpa peduli akibat.

    Polisi harus menindak tegas mereka, apalagi sudah mengaku tidak menyesal. Jangan sampai persekusi menjadi sebuah kewajaran. Bila ormas bahkan bisa bertindak searogan ini, polisi juga yang ikut susah.

    Kita harap saja para pelaku dihukum seberat-beratnya. Mereka berani kalau banyak dan lawannya hanya anak kecil dan perempuan. Kalau lawannya berbadan gede pasti mereka langsung mingkem, takut di smack down.

    Ormas seperti ini memang harusnya dibubarkan saja, lebih banyak rugi dibanding untungnya.


    Penulis :   evan kurniawan   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Hebat! Tersangka Persekusi Yang Memukul Anak Mengaku Tidak Menyesal Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top