728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 13 Juni 2017

    Hary Tanoe: Suatu Saat Akan Pimpin Indonesia, Kode Perpecahan dengan Prabowo?

    Pemilik MNC Grup yang sekaligus adalah ketua umum partai Perindo membantah telah mengancam Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto. Di dalam SMS nya, Hary Tanoe mengatakan bahwa dirinya pasti akan memimpin negara ini.

    Keyakinan yang mirip dengan Prabowo saat melakukan selebrasi yang terlalu cepat, sebelum ada pengumuman pemenang presiden pada tahun 2014. Orang-orang semaca ini memiliki kemiripan sifat, yaitu sombong alias tinggi hati. Hary Tanoe hari ini, 12 Juni 2017 diperiksa oleh pihak kepolisian divisi Badan Reserse Kriminal Polri, sebagai terlapor kasus dugaan ancaman terhadap jaksa Yulianto.

        “Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power.Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.”

    Yulianto sempat mengabaikan pesan tersebut, namun pesan tersebut tiba lagi di dalam WhatsApp, dengan nomor yang sama, pesan yang sama, dengan tambahan embel-embel sedikit. Kalimat-kalimat yang ada pun memang terlihat dan terkesan mengancam. Saya sendiri pun tentu akan takut jika ada ancaman semacam ini.

    Bos MNC memang cerdik, ia tidak melakukan intimidasi seperti apa yang Rizieq dan pengikutnya lakukan. Intimidasi terang-terangan tidak dilakukan oleh Hary Tanoe. Politisi semacam ini memang selalu merasa diri benar, merasa diri bisa memperbaiki Indonesia, dan merasa diri nyaris seperti toehan, ups, maksud saya Tuhan.

    Setelah mengecek, Yulianto yakin bahwa pesan singkat itu dikirim oleh Hary Tanoe. Atas dasar itu, Yulianto melaporkan Hary ke Siaga Bareskrim Polri atas dugaan melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Laporan Polisi (LP) Yulianto terdaftar dengan Nomor LP/100/I/2016/Bareskrim.

    Bahkan kuasa hukum Hary Tanoe, Hotman Paris Hutapea membenarkan bahwa kliennya yang mengirim pesan tersebut, namun membantah isinya berupa ancaman yang bertujuan untuk menakut-nakuti jaksa. Ya jelas saja, pengacara kondang ini tidak ingin namanya hancur, jika membela orang-orang seperti Hary Tanoe, yang masih agak abu-abu. Hary Tanoe yang sudah buruk namanya karena kasus Antasari, diperburuk lagi dengan kasus dugaan ancaman.

    Kasus yang pernah menjerat Hary Tanoe adalah kasus PT Mobile 8 yang sudah menghilang saat ini. Kasus dugaan korupsi PT Mobile 8 bermula saat Kejaksaan Agung menemukan transaksi fiktif yang dilakukan dengan PT Jaya Nusantara pada rentang tahun 2007-2009. Pada tahun tersebut PT Mobile 9 melakukan pengadaan ponsel berpaket pulsa dengan nilai transaksi Rp 80 Miliar.

    Transaksi tersebut tidak bisa dipenuhi oleh PT Jaya Nusantara, namun pada akhirnya transaksi tersebut dibuat seolah-olah terjadi dengan pembuatan invoice palsu juga. Sederhananya, kasus ini adalah bentuk pencucian uang. Hary Tanoe pun mengatakan kasus ini bermuatan politis. Namun lucunya, mengapa ada sms bernada ancaman kepada Jaksa Yulianto?

    Karakter Hary Tanoe yang menunjukkan bahwa dirinya ‘tukang lapor’ pun terlihat jelas dalam kasus ini. Hary pun melaporkan balik Jaksa Agung Muhammad Prasetyo dan Yulianto karena merusak nama baiknya. Hary melaporkan keduanya dengan sangkaan melanggar Pasal 310 dan 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik, Fitnah, dan Keterangan palsu serta Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 2008 tentang Informasi Transaksi elektronik (ITE).

    Ibarat seorang anak kecil yang dilaporkan oleh jaksa karena diduga mengancam, Hary melapor balik kedua jaksa yang dianggap merusak nama baiknya. Lucu sekali, semakin lama bau ketakutan tercium dari tubuh pimpinan partai Perindo. Harga diri yang terlalu tinggi, membuat orang lupa daratan.

    SMS yang ditujukan pun inkonsisten dengan sikap para pendukung Anies. Pendukung Anies dikenal dengan karakter yang intoleran dan ontaleran. Pendukung Anies tidak setuju Jakarta dipimpin oleh ‘kafir’, bahkan isu-isu penolakan solat jenazah bagi pendukung Ahok pun gencar dilakukan.

    Hary Tanoe juga merupakan salah satu pendukung Anies. Namun lucunya para pendukung Anies tidak merasa bahwa kehadiran dukungan Hary Tanoe bermasalah. Hal ini tentu tidak mengagetkan karena memang isu utama bukanlah isu SARA, melainkan kepentingan raksasa-raksasa Orde Baru yang mulai bangun.

    Hary yang juga sempat mengatakan akan mejadi pimpinan Indonesia, tentu membuat kita semua bertanya-tanya. Apakah betul ini adalah hasrat terpendam Hary Tanoe untuk menjadi presiden RI? Jika memang benar demikian, di manakah loyalitasnya terhadap Prabowo? Hanya Tuhan yang tahu, karena rasanya Prabo-Tan pun tidak tahu.

    Betul kan yang saya katakan?




    Penulis  :  Hysebastian    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Hary Tanoe: Suatu Saat Akan Pimpin Indonesia, Kode Perpecahan dengan Prabowo? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top