728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 06 Juni 2017

    Hari Baik dan Faktor Kunci Kesalahan Prediksi Kekalahan Ahok di Pilkada DKI

    Pilkada DKI Jakarta yang menjadi barometer bagi daerah lain di Indonesia usailah sudah, dengan kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) sebesar 57,96% berbanding 42,04% atas pasangan petahana Basuki Tjahaya Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot)  yang lebih difavoritkan.

    Meskipun proses pemilihannya berlangsung demokratis, sayangnya kemenangan ini diwarnai politisasi SARA, penggunaan tempat ibadah sebagai sarana kampanye dan menyebarkan ujaran kebencian  sumber

    demikian pula penyelenggara pemilu yang disinyalir kurang netral berupa bersikerasnya menggunakan dalih hak diskresi mengatur kampanye putaran kedua, yang sebelumnya  belum pernah diberlakukan. baca disini.

    Fakta lain yang menyebabkan kekalahan pasangan Ahok-Djarot, sebagaimana banyak dikutip beberapa media adalah salah satu pernyataan Ahok “bapak-ibu-jangan-pilih-saya-kalau-ada-yang-lebih-baik” adalah salah satu kalimat negatif yang tidak boleh diucapkan secara pikiran subliminal (alam bawah sadar).

    Karena alam bawah sadar bersifat tidak rasional, kalimat negatif demikian  akan sangat melemahkan daya juang meraih keberhasilan pencapaian tujuan.

    Demikian pula menurut kelompok pandangan spiritual tertentu, roh pelindung/penolong  yang mengikuti seseorang, menjadi tidak aktif membantu, padahal sebelumnya selalu membantu mengabulkan permohonan keinginan atau doa seseorang (kadar kekuatannya biasanya tergantung tingkat kejernihan pikiran dan kekuatan sang roh pelindung).

    Jadi, meskipun Ahok menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang yang fair, sayangnya baik dalam bidang politik maupun secara alam bawah sadar kalimat negatif demikian, secara tidak langsung mengurangi  daya dukung dan semangat mencapai tujuannya secara optimum, meskipun terlihat di luar bersemangat luar biasa.

    Fakta sejarah dari beberapa poin kekalahan pasangan Ahok-Djarot diatas, baik perlakuan kurang obyektif dari otoritas penyelenggara maupun faktor kurang optimumnya upaya pihak Ahok-Djarot, sebenarnya juga dapat ditelusuri dengan memahami tahapan kehidupan langit awal manusia atau istilah populernya takdir lewat perhitungan Ba Zi atau ilmu perbintangan lainnya yang dapat memetakan perjalanan hidup dari mulai lahir sampai meninggal dunia.

    PANDANGAN METAFISIKA ATAS KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN PENCAPAIAN TUJUAN HIDUP

    Secara pandangan metafisika, ada 2 tahapan kehidupan manusia; yang pertama dikenal sebagai kehidupan langit awal (xian tian/pre-heaven), yang kedua disebut kehidupan langit akhir (hou tian/post-heaven)

    KEHIDUPAN LANGIT AWAL

    Kehidupan langit awal didefinisikan sebagai aspirasi kehidupan masa lampau (juga dikenal sebagai karma masa lampau) yang terbawa (termanifestasikan) dalam kehidupan ini.

    Kehidupan langit awal bagi orang yang pasrah terhadap nasib juga dikenal dengan istilah takdir.

    Contohnya laki-laki A pada beberapa kehidupan lampau saling menyayangi dengan istrinya, pada kehidupan ini semua istri di beberapa kehidupan terlahir kembali, maka berpotensi menikahi semua istrinya ketika bertemu. Contoh lainnya pada kehidupan lampau orang tersebut sangat mendambakan menjadi pejabat, maka saat terlahir dikehidupan ini ambisi atau jodohnya menjadi pejabat tinggi tercapai.

    Kehidupan langit awal ini bisa dibaca dan diprediksi melalui metode pembacaan nasib seperti Ba Zi (delapan karakter) ataupun Zi Wei Dou Shu (astrologi bintang ungu),  Tie Ban Shen Shu (hitungan  nasib dengan alat sempoa), dan lain-lainnya.

    KEHIDUPAN LANGIT AKHIR

    Kehidupan langit akhir didefinisikan sebagai hasil pencapaian seseorang dalam perjalanan hidupnya sejak lahir sampai meninggal dunia, terhadap berbagai aspek dan fase kehidupan, berupa relasi dengan keluarga dan teman, harta kekayaan, hubungan pernikahan, keturunan, kemuliaan, sakit, penderitaan, kedudukan kemasyarakatan, dan sebagainya.

    Baik memahami ataupun tidak memahami potensi kehidupan langit awalnya, sesuai hukum alam ada yang pencapaiannya dibawah level seharusnya, ada yang sama dengan level potensi kehidupan langit awalnya, ada yang melebihi level potensi kehidupan langit awalnya (didefinisikan sebagai orang yang tidak menyerah pada nasib atau takdir).

    Tingkatan pencapaian ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan kehidupan seperti didikan orang tua, pergaulan dengan teman, sekolah yang membentuk karakter moral, pendidikan, dan daya juang atau yang disebut aspek manusia, Feng Shui atau tempat tinggal, serta pemahaman akan Tren kehidupan nasibnya (lewat konsultasi dengan ahli Ba Zi, Zi Wei atau pengetahuan jenis pembacaan nasib lainnya).

    Umumnya orang yang mendapatkan jasa pembacaan Ba Zi atau Feng Shui atau dua-duanya, pencapaian keberhasilan aspek-aspek kehidupannya melebihi level potensi kehidupan langit awalnya.

    Bagi yang tidak mendapat akses Feng Shui dan analisis tren kehidupan/Ba Zi, faktor motivasi positif pada aspek tertentu juga berperan membantu manusia mencapai potensi kehidupan langit awal atau melampauinya.

    Aspek-aspek kehidupan manusia terbagi atas aspek hubungan pernikahan, hubungan dengan orang lain, keturunan, kekayaan, kesehatan, kekuasaan/karir, spiritual, kemuliaan, akademik, dan sebagainya.

    Pada contoh laki-laki A diatas kehidupan langit akhirnya, potensi sekitar 90% akan terjadi menikahi semua istri di kehidupan lampaunya, kecuali memiliki tekad yang kuat hanya setia kepada satu istri.

    Pada contoh orang yang kehidupan langit awalnya ditakdirkan menjadi pejabat, berpotensi antara 70 – 90% memenangkan jabatan yang dicita-citakannya.

    Bagaimana membedakan pencapaian 70% dengan yang pencapaian 90%.

    Berdasarkan teori Ba Zi, orang yang berpotensi menjadi pejabat adalah pertama elemen atasan/7 pembunuh adalah elemen disukai/penolong dan kuat dalam Ba Zi, tidak mengalami ciong/kontra (tikus – kuda, sapi – kambing, macan – monyet, kelinci – ayam, naga – anjing, ular – babi) pada tahun/bulan/hari berjalan atau tahun pemilihan, kedua elemen diri sukses kombinasi dengan atasan (diri tanah negatif/ji – kombinasi dengan kayu positif/jia, diri kayu negatif /yi – kombinasi dengan logam positif/geng, diri logam negatif – kombinasi dengan api positif/bing, diri api negatif/ding – kombinasi dengan air positif/ren, diri air negatif/gui – kombinasi dengan tanah positif/wu serta atasan adalah elemen yang disukai.

    Orang dengan potensi sukses 70%, adalah saat menghadapi periode keberuntungan 50% (batang langit elemen disukai dan cabang buminya tidak disukai, atau sebaliknya batang langit tidak disukai, cabang bumi disukai), dan tahun berjalan 50% (batang langit elemen disukai dan cabang buminya tidak disukai, atau sebaliknya batang langit tidak disukai, cabang bumi disukai), atau periode keberuntungan 100% elemen tidak disukai, tetapi tahun berjalan 100% disukai. Tetapi akan meningkat 90% bila mendapat nasehat Feng Shui yang bagus.

    Orang dengan potensi sukses 90%, adalah saat menjalani periode keberuntungan 100%, dengan tahun berjalan 50% atau 100%, walau tidak mendapat nasehat Feng Shui ataupun Feng Shui rumahnya biasa-biasa saja.

    HUBUNGAN BA ZI- HARI BAIK (PILKADA), dan KEMENANGAN PILKADA DKI JAKARTA

    Sebagaimana disclaimer dibawah, berhubung tidak ada data jam kelahiran autentik, jam kelahiran yang dilengkapi dalam tabel adalah estimasi yang belum tentu akurat, sehingga bisa deviasi 2,5 – 5% (analisis lebih fokus studi dan penjelasan hubungan Ba Zi dengan peristiwa hidup manusia)

    KAJIAN PERTAMA – PERBANDINGAN KUANTITATIF TANGGAL 19 APRIL 2017

    Artikel penulis tanggal 6 Maret 2017 yang membahas Ba Zi (aspek kehidupan langit awal) dengan hari pelaksanaan pilkada DKI Jakarta serta siapa pemenangnya baca disini

    seperti banyak prediksi astrologi lainnya, meleset perhitungannya. Dengan tidak dihitung peranan para calon wakil, karena lebih signifikan calon gubernurnya menurut keberuntungan langit awal, sebagaimana terlihat banyaknya isu negatif yang menerpa Sandiaga Uno, serta sebaliknya Djarot Saiful Hidayat yang tidak ada catatan negatif serta seorang muslim,  tidak berkorelasi negatif dan positif terhadap perolehan suara pasangan masing-masing.

    Setelah membuka kamus pusaka Ba Zi dan buku teori menghitung kejadian, serta teori lainnya yang umum dikenal untuk evaluasi ulang, ternyata sistem analisis Ba Zi sebenarnya sudah lengkap dan betul. Kekeliruan perhitungan karena salah menganalisis kekuatan elemen Jia/kayu positif yang merupakan elemen kekuasaan (jabatan pemerintahan) Ba Zi Ahok yang ternyata tidak berakar.

    Sehingga di tahun 2017, khususnya kombinasi bulan, hari dan jam saat pemilihan daerah DKI Jakarta, menghasilkan elemen air yang sangat kuat, menyebabkan kayu yang tidak berakar kuat menjadi layu atau hanyut terbawa arus. Sebagaimana penjelasan teori Yuan Hai Zi Ping tentang lima elemen saling menghidupkan-mengkonter-mengkontrol-kombinasi sebagai berikut: KAYU MEMERLUKAN AIR UNTUK TUMBUH, AIR BANYAK KAYU LAYU ATAU TERCABUT HANYUT (木賴水生。水多木漂。 淵海子平。論五行生剋制化 ).

    Maka perhitungan sampai jam tanggal 19 April 2017 atau 9 pilar, total elemen disukai 42 seharusnya dikurangi elemen tidak disukai 9 menjadi bersih = 33 atau total angka 216. Bukan 51 atau total angka 38.880. Jadi hanya selisih tipis dengan Anies yang total angka bersihnya 32 atau 112,5. Penjelasan jawaban kutipan dibawah menjadi tidak berlaku, tetapi berlaku untuk kondisi sesuai penjelasan KAJIAN KEEMPAT pada bagian akhir artikel ini)

    Lihat basis perhitungan sebelumnya, sebagaimana kutipan link artikel diatas berikut.

    (Rekapitulasi nilai positif Anies adalah 32 (40 – 8) atau perkalian bersih 112,5

    Rekapitulasi nilai positif Ahok adalah 42 + 9 = 51 atau perkalian bersih : 38.880

    Sampai disini tentu para pembaca bingung, harusnya 42 – 9 adalah 32 memberikan skor yang lebih rendah, mengapa justru harus ditambah menjadi 51, kesalahan logika apa ini?

    Jawabannya : adalah kembali ke basic teori Lima Elemen, dimana FAKTOR KESEIMBANGAN dan KESELARASAN adalah yang terpenting : perhatikan dengan memasukkan faktor pilar jam 07.00 – 09.00 sebagai penentu, menjadikan kombinasi Ba Zi kelahiran Ahok dengan tanggal 19 April 2017 menjadi selaras : yakni :

    Elemen Teman TANAH (periode keberuntungan 2009 – 2018) menghidupkan Output LOGAM (Jam Kelahiran), selanjutnya

    Output LOGAM sebagai Elemen Tidak Disukai menghidupkan lagi Harta AIR (Jam mulai pencoblosan), selanjutnya

    Harta AIR sebagai Elemen Tidak Disukai mengidupkan Atasan KAYU (bulan kelahiran dan bulan Februari 2017), selanjutnya

    Atasan KAYU sebagai Elemen Disukai menghidupkan Elemen Sumber API (Tahun kelahiran, Tahun 2017 dan Hari pencoblosan), selanjutnya

    Sumber API pada gilirannya menghidupkan Elemen Diri TANAH. (TANAH – LOGAM – AIR – KAYU – API – TANAH).

    Makna yang dapat dibaca pada tanggal 19 April 2017 adalah berhubung penolong dan orang yang rasional lebih kuat, maka musuh-musuh yang dipersonifikasikan sebagai Elemen AIR dan LOGAM, tanpa sadar justru berbalik merugikan diri sendiri).

    Disclaimer : Jam kelahiran kedua pasangan hanya berdasarkan estimasi dari riwayat hidup, serta faktor daya upaya kampanye yang efektif, amal perbuatan masing-masing pasangan calon sebelumnya, bisa memberikan deviasi prediksi 2,5 – 5%.

        Secara head to head perhitungan nilai 8 PILAR (Tahun, bulan, hari, jam kelahiran, + periode keberuntungan, Tahun 2017, bulan April dan hari tanggal 19 April) nilai Anies Baswedan UNGGUL TIPIS, yakni adalah 34 dengan  perkalian bersih 480, berbanding Ahok yang bernilai 33,5 atau perkalian bersih 303,75
        Secara head to head perhitungan nilai 9 PILAR (point C ditambah jam mulai coblos 07.00 – 09.00), menjadi kebalikan Ahok unggul jauh, yakni 51 dengan perkalian bersih 38.880, berbanding Anies yang bernilai 32 atau perkalian bersih 112,5. Dengan demikian tanggal 19 April 2017 adalah Hari yang Lebih Menguntungkan bagi Ahok, benarkah? Kita tunggu pembuktiannya nanti.

    Kesimpulan selisih Ba Zi kejadian kedua kandidat adalah sangat tipis, yakni hitungan 8 pilar Anies Baswedan unggul tipis 0,5 poin (34 : 33,5), hitungan 9 pilar Basuki Tjahaya Purnama unggul tipis 1 poin (33 : 32), sehingga masih lebih rendah dari standar deviasi 2,5 – 5%

    KAJIAN KEDUA – KONTEKS KEKUASAAN SIAPA YANG LEBIH BERUNTUNG

    Mengambil analogi lembaga survei, faktor peranan hari baik dan jam baik (hari baik adalah terpenting) adalah disamakan dengan pemilih yang belum mengambil sikap (undeciding voters) saat survei akan memilih calon mana pada saat hari pencoblosan, yang jumlahnya cukup signifikan (antara 5-20%).

    Sebagaimana telah dibahas dalam link artikel di atas, baik Ahok dan Anies Baswedan sama-sama menyukai elemen api, kayu dan tanah, demikian pula sama-sama tidak menyukai elemen logam dan air.

    Lalu apa alasan yang menjadikan Anies Baswedan lebih beruntung pada hari pemilihan, padahal Ahok lebih populer dan difavoritkan?

    Jawabannya adalah:

        Pada tanggal 19 April 2017, elemen air yang tidak disukai sangat kuat, elemen yang paling dirugikan adalah kayu (lihat Gambar perbandingan keberuntungan hari pilkada; Gambar A)
        Bagi Ahok dengan elemen diri tanah negatif; kayu adalah elemen kekuasaan (jabatan), karena kayunya tidak berakar terkena terjangan air kuat menjadi tercabut akarnya, maka kerugiannya kekuasaan (jabatan) dirugikan.
        Di pihak Anies elemen diri adalah air positif; kayu adalah elemen kepintaran, kemampuan bicara dan reputasi, maka kerugiannya hanyalah perkataannya banyak yang kurang logis meskipun manis kedengarannya. Elemen kekuasaan Anies adalah tanah berakar sangat kuat di batang langit tahun serta di cabang bumi bulan, hari, dan jam yang merupakan kombinasi elemen api dan tanah yang terkuat (lihat bagian yang dilingkari warna coklat).

    Meski api kuat bertemu air kuat adalah juga kerugian, namun kerugian tidak sebesar kayu yang mati dihanyutkan air kuat. Dapat disimpulkan secara keberuntungan elemen kekuasaan (jabatan) pada tanggal 19 April 2017 Anies menang jauh dibandingkan Ahok.  (catatan: bagi Ahok elemen reputasi adalah api, elemen api sangat kuat dan berakar, karenanya meski kalah Ahok menang pujian dan penghargaan dibandingkan Anies).

    KAJIAN KETIGA – FAKTOR PENGARUH NASIB KEHIDUPAN LANGIT AKHIR

    Manusia dapat mengubah takdir kehidupannya/kehidupan langit awal atau Ba Zi, melalui 3 aspek utama kehidupan. Yaitu melalui periode keberuntungan, Feng Shui / lingkungan dan aktivitas manusianya (moral, ketekunan, pendidikan)

    Meski kajian pertama dan kajian kedua adalah yang terpenting, peranan faktor kajian ketiga bisa menjadi katalisator yang membalikkan keadaan dari kehidupan langit awal yang buruk menjadi lebih baik, atau dari kehidupan langit awal yang baik menjadi buruk, bila tidak memahami kunci diagnosisnya dengan baik. Pemahaman dan antisipasi atas ketiga aspek inilah yang dikenal dengan istilah 趨吉避凶/Qu Ji Bi Xiong/mengejar keberuntungan menghindari bencana.

    Faktor keberuntungan: Bermula dari kunjungan Ahok ke kepulauan seribu 27 September 2016 yang slip lidah berupa dua kata Al Maidah saja berimplikasi serius kedepannya. (Sesuai kalkulasi Ba Zi elemen paling tidak disukai Ahok adalah elemen air (hari tikus), maka bagi orang yang berkonsultasi Ba Zi akan disarankan tidak melakukan aktivitas penting seperti menikah, pindah rumah, bepergian, bernegosiasi, renovasi rumah pada hari dan jam tikus, karena berpotensi mengalami nasib buruk bila saat energi metafisika nya lemah. lihat ini

    Faktor Feng Shui: Ahok lahir tahun 1966 shio kuda, tahun 2017 bintang 5 (lima) yang paling buruk mengkonter kuda atau sektor selatan, lebih buruknya lagi bila tinggal di utara dan rumah hadap timur atau timur laut. Anies Baswedan lahir tahun 1969 shio ayam. Meski tahun 2017 adalah tahun ayam yang juga tidak bagus untuk shio ayam, namun tidak seburuk shio kuda.

    Faktor manusia: Sesuai pemberitaan pada berbagai kesempatan  Ahok selalu mengulang perkataan negatif “bapak-ibu-jangan-pilih-saya-kalau-ada-yang-lebih-baik”, maka khusus pada segi memperebutkan posisi Gubernur, mengurangi nilainya secara cukup berarti.

    Kesimpulan: faktor keberuntungan sebenarnya Ahok unggul jauh karena elemen penolong api adalah kelas A, namun karena perjalanan dinas lewat laut serta hari tikus air, suatu tanggal ciong/kontra yang sangat kuat; efek buruknya menjadikan terkejar nilainya.

    Faktor Feng Shui untuk rumah tinggal sebenarnya sulit dinilai, hanya bagi yang percaya Feng Shui, maka penghuninya akan diproteksi oleh master Feng Shui nya pada tahun-tahun buruk. Hanya tahun 2017 orang shio kuda dan kelinci keberuntungannya lebih buruk dari orang shio ayam.

    Faktor manusia: meski nilainya juga turun, secara keseluruhan Ahok lebih unggul karena bukti prestasinya yang bagus sebagai gubernur petahana.

    Kesimpulan kajian ketiga juga selisih tipis, dengan Anies unggul sedikit, karena kesalahan yang dibuat Ahok sendiri.

    KAJIAN KEEMPAT – FAKTOR KEBERHASILAN AHOK SAAT MENJABAT GUBERNUR DKI

    Ruang lingkup kajian ini tidak membahas semua aspek umum yang tentunya para pembaca telah memahaminya, melainkan hanya membatasi pada pembahasan aspek metafisika Ba Zi.

    Lihat gambar Perbandingan keberuntungan hari pilkada; Gambar B.

    Tahun 2012: naga air berelemen air dan tanah, meski air adalah elemen tidak disukai Ahok, kekuatannya tidak besar, kalah jauh dibanding elemen disukai; hasilnya pemenang mengambil semua (the winners take all)

    Tahun 2013: ular air berelemen air dan api, air tidak sekuat tahun 2012, sebaliknya api elemen disukai semakin diperkuat; hasilnya pemenang mengambil semua (the winners take all)

    Tahun 2014: kuda kayu berelemen kayu dan api, Ahok menjadi gubernur menggantikan bapak Joko Widodo. Kayu elemen kekuasaan muncul, api semakin kuat, semua elemen disukai, sangat bagus (very auspicious)

    Tahun 2015: kambing kayu berelemen kayu, api serta tanah, puncak dari semua elemen disukai, Ahok menjadi sangat powerful karena kayu berakar kuat di 2 kambing, maka dari berbagai berita yang pejabat yang bentrok dengan Ahok mengalami kerugian!!!!!.

    Maka berlakulah penjelasan kutipan teori ini: Jawabannya : adalah kembali ke basic teori Lima Elemen, dimana FAKTOR KESEIMBANGAN dan KESELARASAN adalah yang terpenting : perhatikan dengan memasukkan faktor pilar jam 07.00 – 09.00 sebagai penentu, menjadikan kombinasi Ba Zi kelahiran Ahok dengan tanggal 19 April 2017 menjadi selaras : yakni :

    Elemen Teman TANAH (periode keberuntungan 2009 – 2018) menghidupkan Output LOGAM (Jam Kelahiran), selanjutnya

    Output LOGAM sebagai Elemen Tidak Disukai menghidupkan lagi Harta AIR (Jam mulai pencoblosan), selanjutnya

    Harta AIR sebagai Elemen Tidak Disukai mengidupkan Atasan KAYU (bulan kelahiran dan bulan Februari 2017), selanjutnya

    Atasan KAYU sebagai Elemen Disukai menghidupkan Elemen Sumber API (Tahun kelahiran, Tahun 2017 dan Hari pencoblosan), selanjutnya

    Sumber API pada gilirannya menghidupkan Elemen Diri TANAH. (TANAH – LOGAM – AIR – KAYU – API – TANAH).

    Makna yang dapat dibaca pada tanggal 19 April 2017 adalah berhubung penolong dan orang yang rasional lebih kuat, maka musuh-musuh yang dipersonifikasikan sebagai Elemen AIR dan LOGAM, tanpa sadar justru berbalik merugikan diri sendiri).

    Kajian keempat ini yang menyebabkan penulis dan praktisi lain terlena dan salah memprediksi kekalahan Ahok di pilkada DKI 2017 ini.

    Selamat mencerna dan menyelaminya, moga-moga dapat mengambil hikmahnya.



    Penulis   :   Taning Yandono   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Hari Baik dan Faktor Kunci Kesalahan Prediksi Kekalahan Ahok di Pilkada DKI Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top