728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 05 Juni 2017

    Habis Manis Sepah Dilepeh, Nasib 2 Anggota Yang Tak Dianggap Edisi HP

    Nasib, oh nasib, mungkin begitulah namanya nasib bagi orang yang katanya mendukung, terlebih sudah menggangap dirinya adalah anggota, ternyata ketika orang tersebut berbuat masalah maka dibuanglah dia dari keanggotaan, atau bisa dibilang orang yang tak dianggap.

    Dibuang seperti orang yang tak mengenal, dilupakan seolah-olah tak pernah punya jasa apapun buat ormas yang didukung, itulah mereka para MCA, itulah mereka yanag kita sebut saja sekarang para simpatisan.

    Kenapa simpatisan? Ya karena tidak dianggap oleh FPI, beda ceritanya kalau mereka itu berprestasi, maka pasti FPI mengklaim bahwa dia adalah anggota kami, beda cerita kalau buat sensasi kalau yang itu pasti bukan anggota FPI, analoginya seperti itu untuk saat ini.

    Mari kita bahas kasus pertama:

    Polisi menangkap HP (23), salah satu admin akun Instagram @muslim_cyber1 seminggu yang lalu tanggal 28/5/2017. Isi postingan dalam status instagramnya banyak membela pentolan FPI yaitu Rizieq, melakukan editing gambar, menyebar hoax dan juga fitnah, waktu luangnya kerap dihabiskan untuk kegiatan semacam itu di media sosial tersebut.

    Dari hal itu kita bisa melihat bahwa HP ini mendedikasikan hidupnya buat membela, tanpa berfikir untuk masa depan, atau kehidupannya pribadi, secara logika mendasar, tidak mungkin dia tidak makan, tidak tidur, dan tidak punya teman.

    Pertanyaanpun jadi muncul, apakah HP masih tinggal dengan orangtua? Atau HP mempunyai sambilan pendapatan dari media yang dikelolanya?

    Berdasarkan riset saya terhadap mereka, dari nilai solidaritas dan bambungnya mereka itu cukup besar. Dilihat dari hasil riset mengenai solidaritas, artinya ruang lingkup jaringan komunikasi mereka itu sangat luas, dan sangat cepat, mereka kerap mudah percaya akan judul atau caption tanpa melihat isi, atau juga bisa dari gambar yang mengena dihati, maka feedback akan hal tersebut sangat cepat ter-sharingnya.

    Hubungannya dengan akun instagram yang dikelola HP, mereka punya sebuah alur dimana, setelah gambar diposting, maka akan ada patner yang melakukan sharing secara luas ke twitter, dan facebook, hingga youtube dsb.

    Lantas dari mana sumber imajinasi HP dalam mengelola media hoaxnya tersebut? Kalau bukan berdasar informasi dari orang-orang penting terkait yang memang menyuruh HP untuk menyebarkan informasi baru melalui instagramnya tersebut. Jadi pertanyaannya, siapa informan buat HP kalau bukan dari FPI? Karena tidak mungkin HP berkhayal sendirian, dan khayalannya itu dicintai banyak orang di kubu mereka.

    Lanjut ke riset berikutnya, bambung mereka cukup tinggi. Senin-jumat berdemo, 1 hari itu 24 jam mereka bisa internetan terus tanpa berhenti, mengapa bisa? Karena mungkin kebanyakan dari mereka memiliki waktu luang yang cukup besar. Lantas bagaimana bisa dari aktivitas membambung bisa menghasilkan pundi-pundi uang buat sesuap nasi? Jadi pertanyaannya, siapa donatur buat HP sehingga HP dengan sukarela bekerja?

    Semua itu ada kaitannya, seperti fans page metro tivu, fans page FPI sendiri, atau akun-akun medsos MCA lainnya. Mereka bekerja secara serempak, dengan timing yang tidak jauh, atau bahkan kadang bersamaan, mereka bisa mempublish opini versi karangan mereka, lalu menyebarkan secara luas ke khalayak banyak.

    Dari keterkaitan itu, ketika salah satu dari mereka tertangkap karena isi postingannya cukup keterlaluan, maka bisa dipastikan, akan langsung gugur keanggotaan dan berubah sebutan hanya sebagai simpatisan.

    Begitulah nasib HP kura-kura, dia sendiri, sebatang kara, tanpa ada pengawal, atau 720 pengacara yang datang membantunya, seolah-olah peranan HP selama ini tidak ada arti, padahal chating palsu antara Kapolri dengan Kabid Humas Polda cukup viral di eranya.

    Padahal  sudah berhasil membentuk set bahwa dari hal tersebut, chat bisa saja dipalsukan, maksudnya adalah, chatnya Firza Husein dengan Rizieq Syihab, juga demikian, bisa saja palsu. Pembetukan opini ala HP ini cukup membuat pengikutnya berkata iya ya, atau iya benar tuh begitu.

    Tapi semua pengorbanan dan jerih payah itu sia-sia, ketika diciduk maka, ente siapa? ente cuma simpatisan, bukan anggota, lalu kalau memang ada keluar stetment demikian, maka kembali kepertanyaan diatas, siapa informan pembuat khayalan? Dan siapa donatur buat para pekerja bambung tersebut?


    Penulis : Bani       SUmber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Habis Manis Sepah Dilepeh, Nasib 2 Anggota Yang Tak Dianggap Edisi HP Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top