728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 05 Juni 2017

    Friendzone! Meski Ditolak, Amien Rais ‘Paksa’ Ketemu KPK, Malah ‘Dilempar’ ke Customer Care

    Mantan Ketua Umum PAN yang sekarang sudah menjadi Dewan (katanya) Kehormatan Amien Rais berencana menemui pimpinan KPK di gedung KPK hari ini, Senin 5 Juni 2017. Padahal sebelumnya KPK sudah menolak permintaan Amien Rais terkait dugaan penerimaan uang korupsi Rp 600 juta dari mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

    Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan mereka menolak dipertemukan atau menemui Amien Rais karena memang ada kode etik dan larangan bertemu dengan pihak yang berperkara. Amien sudah menjadi orang yang disebut oleh Jaksa KPK mengenai kasus menerima uang alkes.

    Meski pimpinan sudah menolak keinginan Amien Rais, mereka pun mengatakan bahwa Amien tetap bisa melaporkan dan memberikan klarifikasi ke Direktorat Pengaduan Masyarakat KPK. Sederhananya, sang bos KPK tidak mau bertemu KPK karena hal profesionalisme.

    Namun karena kebaikan hati pimpinan KPK, Amien masih dianggap dan dilempar ke bagian ‘pengaduan pelanggan’ KPK. Hahaha. Memang KPK luar biasa. Setidaknya Amien Rais tetap dapat penghiburan dan bisa melakukan klarifikasi ke bagian pengaduan.

    Saat membacakan tuntutan terhadap mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah, JPU KPK Iskandar Marwanto menyebut Amien Rais menerima aliran dana hingga 600 juta yang ditransfer sebanyak 6 kali. Amien Rais sempat berkelit dan mengadakan konpers untuk mengklarifikasi penemuan jaksa KPK.

    Namun lucunya, Amien tidak mengklarifikasi nilai 600 juta tersebut, melainkan membawa nama lain, yaitu Sutrisno Bachir. Sutrisno Bachir adalah orang yang dekat dengan Amien Rais. Penyeretan nama ini lantas menambah jumlah orang yang terkait dengan dugaan kasus tersebut.

    Hari ini, entah apakah ada dialog, atau hanya berhubungan dengan ‘keluhan pelanggan’ atau customer complain. Prediksi saya, Amien Rais hanya didengar, tidak ditanggapi. Karena bagian keluhan pelanggan pada dasarnya tidak memiliki hak untuk memberikan respons.

    Di setiap perusahaan, kita tahu bahwa keluhan pelanggan hanya menerima dan kemudian dilaporkan ke atasannya. Politisi PAN Dradjad Wibowo mengatakan Amien tetap melakukan kunjungan ke gedung KPK, namun tidak diberikan informasi jelas mengenai waktu kedatangan Amien Rais.

    Dradjad Wibowo pun mengatakan kedatangan Amien Rais masih harus menunggu kepastian dari pihak KPK. Dradjad menuturkan bahwa Amien Rais akan memberikan keterangan soal penyebutan namanya dalam sidang dugaa korupsi pengadaan alkes.

    Menurut salah satu politisi PAN, keterangan Amien Rais harus didengar oleh KPK, karena nama Amien Rais disebut-sebut di persidangan tanpa ada keterangan dari yang bersangkutan. Loh buat apa keterangan dari yang bersangkutan?

    Sepertinya klarifikasi Amien Rais bukan memberikan kejelasan, justru cenderung memperkeruh suasana. Mengapa memperkeruh? Karena klarifikasi yang baik, seharusnya dilakukan di depan meja pengadilan, bukan pengaduan. Ia tentu tahu seluk beluk politik, dan mencoba untuk mempermainkan hukum yang ada di Indonesia.

    Kita tahu bahwa Amien Rais ini adalah doktor lulusan luar negeri, khususnya mengenai ilmu politik dari Chicago, Amerika Serikat.Rasanya, memang gelar apapun tidak bisa memberikan pencerahan, jika memang tujuannya untuk memperalat hukum. Amien Rais dapat menjelaskan di ruang pengadilan, bukan ruang pengaduan KPK.

    Sebelummya, nama Amien disebut dalam persidangan terhadap terdakwa mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/5/2017). Menurut jaksa, berdasarkan fakta persidangan, Amien Rais menerima enam kali pemberian uang yang jumlah totalnya sebesar Rp 600 juta.

    Uang tersebut berasal dari keuntungan perusahaan swasta yang ditunjuk langsung oleh Siti Fadilah untuk menangani proyek pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan.

    Diseretnya nama Amien Rais yang juga merupakan mantan pengurus Muhammadiyah, tentu membuat organisasi ini bereaksi dan cenderung membela Amien Rais. Sebagai salah satu mantan pemimpin, Amien Rais mendapatkan dukungan.

    Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah menyesalkan hal ini. Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa upaya menuduh Amien ini merupakan sebuah bentuk pembusukan nama oleh KPK. Mungkin Ketum PP Muhammadiyah tidak berada langsung di ruang sidang.

    Nama Amien Rais disebut karena dugaan. Maka jika memang jantan, Amien harus memberikan klarifikasi, bukan di ruang pengaduan KPK, melainkan di ruang persidangan negara. Terlalu bawa perasaan, Dahnil rasanya juga kurang piknik, dengan mengatakan upaya pembusukan nama Amien Rais juga membawa-bawa dan dikaitkan dengan organisasi Muhammadiyah.

    Padahal tidak ada disebut organisasi ini sama sekali. Terlalu prematur tudingan Dahnil kepada KPK. Silakan KPK mengusut tuntas Amien Rais. Prediksi saya pun mengatakan Amien Rais ada kemungkinan melakukan korupsi.

    Betul kan yang saya pikirkan?

    Betul kan yang saya katakan?

    Penulis   :  Hysebastian    Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Friendzone! Meski Ditolak, Amien Rais ‘Paksa’ Ketemu KPK, Malah ‘Dilempar’ ke Customer Care Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top