728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 07 Juni 2017

    Fadli Zon Nyinyir Megawati Dipilih Menjadi Pengarah UKP-PIP oleh Presiden Jokowi

    Presiden Jokowi lagi resah melihat kondisi Indonesia saat ini. Bukan karena melihat ekonomi Indonesia yang anjlok, ekonomi Indonesia sampai saat masih tumbuh secara signifikan walau pun tidak melejit seperti negara Kamboja dan Laos, tetapi masih bisa dikata cukup meyakinkan bagi para investor untuk berinventasi di Indonesia. Sekali lagi bukan sektor ekonomi yang membuat Presiden Jokowi lagi resah, malahan Jokowi masih bisa tersenyum melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Presiden Jokowi resah karena melihat Indonesia kini sangat berbeda dengan Indonesia beberapa waktu lalu. Sentimen terhadap suku, agama, ras dan antar golongan kini kian meruncing. Bahkan semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu itu kini seakan tidak mempunyai arti yang sakral lagi.

    Sentimen agama kini dihembuskan oleh sekelompok orang yang terus menerus menghembuskan permusuhan dengan penganut agama lainnya. Bahkan sekarang seorang anak kecil pun diajari untuk memusuhi temannya yang berbeda agama, karena di tempat mereka bersekolah diajarkan oleh gurunya bahwa mereka yang berbeda agama dengan dirinya adalah seorang ‘kafir’ dan diajarkan untuk tidak berteman dengan orang yang dicap kafir tersebut.

    Keresahan Presiden Jokowi tidaklah sampai disitu saja. Ada sebuah ormas yang berasaskan agama, ingin menggantikan dasar negara Indonesia dengan sistem yang lain, yang justru bertentangan dengan dasar negara Republik Indonesia, yaitu Pancasila. Mereka ingin menggantikan dasar negara ini dengan sebuah sistem agama yang mereka anut, yang justru sangat ditentang oleh Bapak pendiri bangsa kita ini. Karena negara kita yang terdiri dari beraneka ragam suku dan agama tidak dapat berdiri berdasarkan asas sebuah agama. Dan itu sudah dipikirkan secara matang oleh pendiri bangsa ini.

    Kegalauan Presiden Jokowi ini semakin hari semakin memuncak, melihat kondisi Indonesia sekarang ini. Makin hari masyarakat Indonesia semakin meninggalkan Pancasila sebagai falsafah kehidupan di Indonesia ini. Masyarakat kian cenderung mementingkan kelompok sendiri, apalagi saat ini adalah ormas-ormas yang meneriakkan anti Pancasila. Mengatakan bahwa Pancasila bukanlah falsafah hidup tetapi agama lah yang menjadi penuntun hidup. Secara individu permahaman semacam ini tentu tidak salah, karena semua agama mengajarkan untuk hidup yang benar dan menjauhi dosa. Tetapi pemahaman ini jika diterapkan dalam berbangsa dan bernegara tentu akan menimbulkan konflik yang akan berujung pada perpecahan bangsa. Karena kita tahu Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama. Jika memaksakan satu agama dijadikan sebagai falfasah hidup bangsa, tentu akan membuat agama lain menjadi tidak nyaman dan pertentangan-pertentangan antar agama akan mengerus kesatuan bangsa ini.

    Karena kegalauan Presiden Jokowi ini, maka pada peringatan hari kelahiran Pancasila tanggal 1 Juni 2017 yang lalu, Presiden menggelorakan semangat ber-Pancasia dengan slogan ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila’. Dengan mengatakan bahwa saya adalah Indonesia dan saya adalah Pancasila, maka diharapkan masyarakat Indonesia menjadikan Pancasila sebagai pedoman berbangsa dan bernegara di Indonesia ini. Walau pun slogan yang diluncurkan oleh Presiden Jokowi mendapatkan kritik dari politikus-politikus yang berseberangan dengan beliau, namun slogan ini disambut antusias oleh masyarakat Indonesia.

    Tidak sampai disitu saja, untuk terus menggelorakan semangat Pancasila disetiap warga Indonesia. Presiden pun melantik Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) pada hari Rabu (7/6/17), 9 tokoh nasional yang dilantik pada hari ini salah satunya adalah Ketua PDIP atau Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri.

    Salah satu tokoh nasional yang dilantik hari ini, yaitu Megawati Soekarno Putri mendapat nyinyiran dari Fadli Zon. Fadli mengatakan bahwa Megawati dipilih menjadi Pengarah UKP-PIP karena kedekatan Presiden Jokowi dengan Megawati. Karena Megawati adalah Ketua Umum dari PDIP  dimana Presiden Jokowi bernaung, maka Presiden lebih mengutamakan Ketua Umumnya.

    “Ya tentu preferensi dari presiden Jokowi. Sebagai kader PDIP, mungkin mengutamakan ketua umumnya. Itu biasa saja saya lihat,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

    Tetapi bagi saya pribadi, Presiden Jokowi tidak salah memilih Megawati sebagai Pengarah UKP-PIP, karena selama ini kita tahu bahwa Megawati adalah seorang Pancasilais sejati dan juga seorang nasionalis, yang tentu sangat layak untuk dipilih oleh Presiden Jokowi. Dan saya kira pertimbangan Presiden Jokowi memilih Megawati bukanlah karena Presiden Jokowi adalah seorang kader PDIP yang wajib memilih Ketua Umumnya, tetapi lebiih melihat Megawati sebagai seorang yang sangat konsen terhadap Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

    Sebagai seorang Wakil Ketua DPR-RI seharusnya Fadli Zon melihat ini sebagai dasar ditunjuknya Megawati menjadi Pengarah UKP-PIP ini, bukan karena Megawati adalah Ketua Umum PDIP dan Presiden Jokowi adalah kadernya.

    Demikianlah kura-kura.



    Penulis    :  Daniel Setiawan    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Fadli Zon Nyinyir Megawati Dipilih Menjadi Pengarah UKP-PIP oleh Presiden Jokowi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top