728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 16 Juni 2017

    Duet Amin Rais-Rizieq Shihab, Identik Dengan Sengkuni-Durna, Duet Perusak Negarakah?

    Penulis yakin sebagian dari  keluarga besar seword sudah pernah mendengar cerita Mahabarata. Dalam kisah Mahabarata, sebuah epos fenomenal yang terlahir di negeri Hindustan dan kemudian “Dikontekstualisasi” dalam budaya Jawa, tidak bisa dipungkiri bahwa peranan dua tokoh ini sangatlah sentral. Dua tokoh ini mewakili dua ranah dalam kehidupan bernegara, yaitu politik dan agama. Di dalam kisah  Mahabarata, ranah agama diidentikan dengan Resi Durna (dalam bahasa aslinya Drona) sementara dari sisi politik di wakili oleh tokoh licik nan menggemaskan bernama Sengkuni (ada versi yang menyebutnya Sangkuni)

    Dua tokoh ini bahu membahu menghembusi kaum Kurawa  dengan energi negatif, untuk tetap setia dengan segala kebodohan yang disandingkan dengan keserakahan demi terwujudnya ambisi mereka. Dalam mahabarata, sebenarnya Korawa hanyalah alat bagi Durna dan Sengkuni untuk melampiaskan berbagai hasrat manusiawinya. Sengkuni dengan tipikal liciknya berambisi menduduki jabatan penting dengan abadi, sementara Durna berambisi eksistensinya sebagai pemimpin agama tetap terharrgai. Di tempat lain Durna, tidak mendapat tempat sementara di kubu Korawa, dia diagungkan sebagai pemimpin agama yang top markotop.

    Sengkuni merasakan puas dengan kekayaan, dengan kemewahan, dengan fasilitas, dengan kemudahan, dengan popularitas dan dengan segala kemudahan yang ada. Sengkuni di dalam menjalankan misinya, sudah tidak pernah berhitung dengan apa itu moralitas, apa itu ajaran agama, apa itu etika, apa itu kemanusiaan dan apa itu kebaikan universal. Yang ada dalam hidupnya adalah semua kemewahan dan kelicikan. Ironisnya, kelicikan itu selalu dibungkus Sengkuni dengan nada nasionalisme, spiritualitas dan atas nama rakyat.
    Sementara pada sisi lain, di ranah agama atau kepercayaan yang juga merupakan sokoguru keberadaan sebuah negara, sosok Durna memainkan peran yang tidak akalah dominan dengan Sengkuni.

    Sebagai sosok pemimpin spiritualitas,maka semua tentang hubungan keagamaan akan dimintakan pertimbangan ke dirinya. Korawa sebagai lawan dari Pandawa (simbolisasi dua kekuatan abadi, benar dan salah) selalu meminta pertimbangan kepada Durna terkait sebua kebijakannya.

    Di sinilah terjadi Abuse of Power. Durna menggunakan jabatannya sebagai pemimpin agama di lingkungan Korawa bukan untuk menuntun pada kebaikan, namun hanya sekedar demi memuaskan kaum Korawa. Dan hal ini semakin parah ketika Korawapun hanya ingin dipuaskan dari aspek agama oleh Durna. Jadilah dua kepentingan bertemua dan saling melengkapi, meskipun dua-duanya mengingkari kebenaran sejati pada dirinya sendiri.

    Cuilan kisah dalam epos Mahabarata ini nampaknya ada kemiripan dengan narasi Indonesia belakangan ini. Dalam Mahabarata ada Baratayudha yang artinya perang besar antar wangsa Barata yang diwakili oleh Korawa dan Pandawa. Di dalam kubu masing-masing ada kerabat dan saudara yang demi perbedaan ambisi siap untuk saling serang dan terjang dan bisa jadi, untuk saling bunuh.

    Di Indonesia, negara kita tercinta ini, “perang saudara” atau saya istilahkan “Nusantarayuda” juga sudah terjadi. Hanya demi membela pilihan politik, bisa jadi antar kerabat atau bahkan antar anak dan bapak bisa saling berseberangan dan bahkan bermusuhan. Dan seperti dalam Baratayuda, bahwa ada tokoh-tokoh dominan, di Indonesiapun juga demikian. Jika Korawa ada Sengkuni untuk ranah politik dan Durna untuk ranah Agama, di Pandawa juga demikian. Ada Kresna sebagai wakil dari sisi politik sementara Resi Abiyasa di sisi agama. Mereka kokoh membela pilihannya masing-masing hingga akhirnya pecahlah Baratayudha di palagan Kurusetra.

    Di Indonesia, sosok Rizieq Shihab mungkin bisa disejajarkan dengan sosok Durna dalam Mahabarata. Sementara itu, Amin Rais bisa disejajarkan dengan sosok Sengkuni dalam Mahabarata. Mereka ada di seberang piha pemerintahan yang sah. Jika dalam Mahabarata, Pandawalah pewaris sah negara Astina, di Indonesia, Presiden Jokowilah pemerintahan yang sah. Namun seperti Sengkuni dan durna, Amin Rais dan Rizieq Shihab juga selalu membela pihak oposisi.

    Terkadang pembelaan mereka sangat tidak masuk akal. Di dalam pembelaan mereka, aspek agama dijadikan senjata andalan sementara sosok Amin Rais benar-benar mampu dengan sempurna memainkan perannya sebagai Sengkuninya Mahabarata. Lihatlah betapa masifnya Rizieq Shihab menghembuskan sesuatu yang hanya bertujuan memecahbelah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, sementara Amin Raispun setali tiga uang dengan Rizieq Shihab.

    Informasi terbaru perjuampaan Sengkuni dan Durna..eitss… Amin Rais dan Rizieq Sihab di Saudi Arabia ( ini beritanya ), bisa menguatkan dugaan betapa miripnya mereka berdua dengan Durna-Sengkuni di Mahabarata. Apa yang mereka kerjakan di negara asing ketika mereka mesti menyelesaikan “kewajiban” sebagai warga negara hukum saat ada dugaan pelanggaran hukum? Bukankah informasi pertemuan mereka di Saudi Arabia semakin menunjukan betapa mereka melawan hukum sah yang berlaku di negeri mereka sendiri? Masihkah mereka dikatakan sebagai warga negara yang baik jika melanggar hukum dan mala kabur saat harus menghadapi tuntutan hukum?

    Semakin parah ketika dalam “pelariannya” dari tanggungjawab, justru mereka menuduh negara sedang melakukan kriminalisasi terhadap mereka. Si Sengkuni, eits..Amin Rais menuduh negara melakukan kesalahan dengan memproses hukum “si tokoh reformasi” yang katanya mendapatkan aliran uang dari sebuah kisah korupsi sementara Durna..eh salah lagi..Rizieq  menuduh dirinya dikriminalisasi karena chatt hotnya dengan seorang perempuan yang bukan muhrimnya. Semestinya, dengan berita-berita ini, warga negara Indonesia yang waras segera sadar bahwa pembelaan ke mereka berdua itu hanyalah pembelaan konyol tanpa alasan yang masuk akal.

    Ada kemiripan antara dua tokoh Mahabarata, yaitu Sengkuni dan Durna dengan dua tokoh (agak) populer negeri ini, Amin Rais dan Rizieq Shihab. Jika di Mahabarata Sengkuni tewas mengenaskan dengan tubuh dikuliti oleh salah satu padanwa serta Durna yang tak kalah mengerikan akhir hayatnya, apakah yang demikian juga akan menimpa mereka berdua?

    Biarkan Semesta Ini Saja Yang Menjawabnya, namun jika ada pembaca seword yang ingin menebak atau mengira-ira, silakan masukan dalam kolom komentar. Intinya, mari kita berhati-hati demi menjaga keutuhan NKRI tercinta ini. Kisah dalam epos Mahabarata ini kiranya bisa memberikan sedikit referensi untuk siapasaja.

    Salam NKRI Jaya



    Penulis   :  Dony setyawan   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Duet Amin Rais-Rizieq Shihab, Identik Dengan Sengkuni-Durna, Duet Perusak Negarakah? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top