728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 16 Juni 2017

    Djarot, Maju dengan Tenang

    Djarot Saiful Hidayat resmi menjadi gubernur setelah dilantik oleh Presiden Jokowi. Jabatan yang dulu diemban oleh pak Ahok kini diteruskan kepada wakilnya. Tentu perasaan yang muncul bercampur aduk mengingat kedekatan hubungan mereka semasa bekerjasama selama beberapa tahun dan juga melewati Pilkada DKI.

    Seperti yang kita ketahui kalau kinerja keduanya sangat baik selama memimpin kota Jakarta ini. Walau keduanya mempunyai karakter yang berbeda, tetapi dapat saling melengkapi satu sama lain. Di tangan mereka wajah Jakarta mengalami perubahan yang signifikan. Janji-janji yang dulu diucapkan satu per satu mulai diwujudkan. Cinta mereka kepada warga khususnya kaum menengah ke bawah tulus dan murni. Sama halnya dengan keadilan tanpa pandang bulu bagi semua kalangan yang melanggar.

    Tentu pak Djarot akan merindukan masa-masa itu. Kini di tangannya diletakan segala keinginan dan harapan dari pak Ahok. Dirinya yang merasa tidak layak duduk di jabatan itu harus dapat dilawannya. Ia harus mengesampingkan perasaan tersebut dan meneruskan mimpi-mimpi yang masih belum terwujud bagi kota ini.

    “Selamat Pak Gubernur, jadi kerja harus lebih cepat,” Kata Pak Jokowi usai pelantikan.

    Menanggapi ucapan selamat tersebut, Djarot pun mengucapkan terima kasih pada Jokowi. atas dukungannya dan pemerintah pusat pada Pemprov. Kerja sama keduanya diperlukan untuk mewujudkan kota yang ideal, kota yang menjadi dambaan bagi setiap orang.4 bulan waktu yang tersisa untuk menyelesaikan tugas yang belum selesai. Ada beberapa program kerja yang akan dikebut Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat di sisa masa jabatannya. Program kerja itu antara lain yang berkaitan dengan RPTRA, infrastruktur hingga pembangunan taman di Kalijodo. ( sumber ). Program yang tidak bisa selesai di tahun ini antara lain LRT dan MRT. Kemudian juga proyek untuk Asian Games.

    “Yang masih belum bisa kita tuntaskan terus terang saja LRT. LRT itu 2018 tentunya sudah selesai, sekarang progresnya sudah 25 persen. Kemudian venue untuk Asian Games itu selesai 2018,” paparnya.

    Namun, progres pembangunan proyek Velodrome dan proyek equistrian sejauh ini melebihi target. “Ini yang tidak bisa selesai 2017, karena akan tuntaskan betul termasuk tetap menjaga layanan,” tambah Djarot.
    Pak Djarot yang sudah resmi menjadi Gubernur tidak akan merubah visi dan misi dari gubernur terdahulunya. Sikap hormat yang ditujukan kepada Pak Ahok dilakukan dengan meneruskan cita-citanya. Pak Djarot sendiri juga mengatakan bagaimana dirinya merindukan Ahok sebagai partner kerjanya. Djarot mengingat pesan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelum ia dilantik menggantikan Ahok. Ia ingin para pegawai meningkatkan kinerja di semua bidang seperti yang diharapkan Ahok. Ia menegaskan bahwa kepuasan masyarakatlah yang menjadi standar Ahok-Djarot saat memimpin DKI. Djarot mengakui standar kerjanya bersama Ahok memang cukup tinggi sehingga masyarakat DKI punya patokan dan memiliki standar tersendiri di tiap bidang.

    “Ya pasti kangen (Ahok), pasti. Sekarang saya merasakan dua fungsi, kan kita rangkap sekarang, berarti ini kan tanggung jawabnya semakin besar,” ujar Djarot di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. ( sumber )

    pekerjaan rumah yang tersisa sekarang harus dikerjakannya sendiri mengingat tidak ada wakil gubernur yang mendampinginya. Kondisi yang sama seperti Pak Ahok saat Pak Jokowi melepaskan jabatannya untuk menjadi presiden.. Sekuat apapun seseorang dia tetaplah manusia. Tidak ada manusia yang dapat berjuang sendiri mengingat keterbatasan fisik dan mental. Tentu warga masyarakat dapat memberi kekuatan dengan caranya sendiri untuk mendukungnya.

    Warga masyarakat kini berharap di waktu yang tersisa ini pak Djarot dapat menjalankan kewajibannya dengan baik sebelum berpindah kepada Gubernur yang baru bulan Oktober nanti. Hal-hal yang diharapkan Djarot untuk diteruskan oleh Gubernur selanjutnya adalah pembagunan rusun, tanggul laut dan perampungan LRT dan MRT. Tentu saja masalah banjir dan kemacetan diharapkan dapat diatasi apabila dalam waktu 4 bulan masalah tersebut masih belum dapat teratasi.

    Di luar itu semua, Pak Djarot memberikan atmosfer baru bagi Jakarta yang membutuhkan seorang pemimpin. Walau kharisma yang diberikan tidak sekuat Ahok, tapi itulah yang menjadi ciri khas seorang Djarot. Senyum ramah yang menenangkan dan menyejukan. Seorang pemimpin tunggal yang akan member gebrakan dalam waktu 4 bulan. Itu yang akan mewarnai kota ini sekarang.

    Jadi…sudahkan kita mempelajari sesuatu dan membagikannya kepada generasi penerus kita ?



    Penulis   :  Weili       Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Djarot, Maju dengan Tenang Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top