728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 06 Juni 2017

    Ditanya Soal Pencapaian Jokowi, Ini Jawaban Netizen

    Sudah lama saya ingin menuliskan pencapaian kinerja Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Namun, ada perasaan ragu jika hanya melihat dari sudut pandang pribadi. Maka, dengan sengaja saya memasang pertanyaan di Facebook.

    “Mohon maaf, ini murni bertanya. Menurut kawan-kawan, adakah keberhasilan Presiden Jokowi dari awal memimpin sampai sekarang? Jika ada, apa contohnya?” Begitu pertanyaan yang sengaja saya lontarkan.

    Tanggapan dari teman-teman di FB ternyata sangat luar biasa. Bahkan bagi saya, tanggapan itu merupakan rekor tersendiri. Selama 7 tahun akun tersebut saya miliki, baru kali itu mendapat respons hingga ratusan lebih. Maklum, biasanya saya hanya menuliskan status humor, atau berisi artikel menarik atau hal-hal yang berkaitan dengan teknologi pikiran.

    Namun, khusus untuk pertanyaan soal Presiden Jokowi itu, total ada 124 kawan yang memberikan tanggapan, dan ada 103 komentar. Bahkan saat artikel ini ditulis, beberapa tanggapan dan komentar masih terus bermunculan.

    Tentu, ada yang pro dan kontra. Meski pertanyaan yang disampaikan datar-datar saja, dan jelas-jelas bertanya, nyatanya tetap saja ada yang menanggapi pertanyaan itu secara negatif. Ya itulah dunia maya. Ngeri-ngeri sedap membaca komentar yang ada.

    Berhubung pertanyaan yang disampaikan adalah pencapaian Jokowi, maka mohon maaf jika yang diungkap di sini adalah hal yang positif saja. Ini sekaligus membuktikan, dari banyaknya komentar yang muncul, tetap ada pencapaian Jokowi yang patut diapresiasi.

    Pemilik akun bernama A Dwi Wahyono misalnya, menilai Jokowi banyak membangun infrastruktur, terutama Trans Sumatra dan Papua. Tanggapan lain yang ia sampaikan adalah dianggap mempermudah izin kelola pembangunan pembangkit listrik tenaga geothermal, yang selama ini dinilai ribet.

    Senada, pemilik akun Eng Topan juga menyoroti dari sisi infrastruktur yang mulai dikebut pembangunannya. Hal lain yang dianggap sebagai pencapaian adalah penyatuan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Indonesia. Hal itu dianggap sebagai wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    “Bunga kredit rakyat juga semakin ditekan. Sehingga akses rakyat untuk modal juga lebih mudah dan murah. Baru di era ini kredit BRI bunga sampai 0,5%,” sebutnya dalam komentar FB.

    Terkait perhatian Jokowi untuk kawasan Timur Indonesia, diakui oleh pemilik akun Al-Gajali. Menurutnya, baru Presiden Jokowi yang berhasil membangun kawasan Sumatera, dan Indonesia Timur utamanya Papua, Maluku dan Nusa Tenggara. Sebab, di era kepemimpinan sebelumnya dinilai kurang mendapat perhatian.

    Sementara pemilik nama Darul Asmawan memberikan tanggapan cukup panjang. Total ada 10 yang ia tuliskan sebagai kelebihan Jokowi. Itu pun masih ada tambahan dan lain-lain. Berikut yang ia tuliskan:

    1. Masih rajin menyapa masyarakat secara langsung (kunjungan ke daerah) maupun tak langsung (sosial media).
    2. Menarik dan cemerlangnya ide program tax amnesty.
    3. Percepatan pembangunan sedari perbatasan. Sudah banyak loh buktinya.
    4. Pembentukan tim Saber Pungli. Udah banyak kasus yang dikuak, termasuk operasi tangkap tangan di Pelabuhan Peti Kemas Palaran, Samarinda.
    5. Permainan politik Om Joko bagi saya mirip Soeharto: diam-diam menghanyutkan (bukan dari sisi otoriternya).
    6. Pandai (sekali) memainkan skenario politik. Memperbanyak kawan, mengerdilkan pengaruh lawan.
    7. Membangun citra baik Indonesia di mata dunia (contoh sahih dari kunjungan kenegaraan banyak petinggi negara ke Indonesia, ataupun sebaliknya).
    8. Om Joko juga masuk dalam 500 besar (peringkat 13) pemimpin muslim paling berpengaruh di dunia. Ini yang menilai adalah lembaga dunia, bukan abal-abal.
    9. (Cukup) berani menggertak perusahaan raksasa asal Amerika: Freeport. SBY saja hitung-hitung melakukannya.
    10. Masih rajin melakukan sidak untuk mengontrol bergulirnya kebijakan (terbaru, sidak terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Papua menggunakan motor trail).
    11. Dll.


    Darul pun menyampaikan, agar rakyat jangan tutup mata dengan kebaikan-kebaikan beliau. “Karena sejatinya, fungsi rakyat (selain DPR), ikut mengontrol jalannya pemerintahan. Program yang baik didukung, yang kurang baik diaspirasikan. Karena sesungguhnya Om Joko juga manusia, banyak salah dan khilafnya.”

    Keberhasilan dari sisi pengampunan pajak alias tax amnesty diakui oleh pemilik akun Ragil Harsono.

    Soal penyatuan harga BBM juga diakui Ware Handoko yang menyampaikan baru dari Sorong. “Di sana (Sorong), harga BBM sudah sama dengan kota-kota di Jawa,” ujarnya.

    Soal harga ikan laut pun tak luput dari perhatian Ware Handoko. “Mari kita tanya ke kaum wanita yang sering belanja ke pasar tradisional. Dengan naiknya Bu Susi, seafood jadi lebih murah jauh. Ngga pernah sebanjir dan semurah ini sebelumnya. Bener ngga?” tanyanya.

    Ware pun mengakhiri komentarnya dengan introspeksi bagi dirinya sendiri. “Saya ngga bisa jawab kalo Pak Jokowi balas nanya ke saya, 37 tahun kamu hidup, ada buat apa untuk negara ini?”

    Masih terkait soal pencapaian di bidang infrastruktur, juga diakui pengguna akun Khairul Anam. Menurutnya Jokowi dianggap membuka isolasi di Papua dan mau menghidupkan kembali rel kereta api zaman Belanda.

    Secara singkat Purnomo Abib juga menyebutkan, “infrastruktur transportasi lebih baik, tol dibangun dimana-mana untuk kebutuhan masyarakat banyak. Lanjutkan…”

    Terkait pemberantasan pungutan liar juga diakui pemilik akun Herwan Galingging. Selain juga keberhasilan yang ia nilai dari sisi pembangunan infrastruktur yang terus dikebut dan harga BBM yang mulai dibuat murah di Papua.

    Pengguna akun Muhammad Amir juga menyampaikan, sulit dibantah bahwa keberhasilan beliau adalah motivasi kerja, hidup sederhana dan adanya Saber Pungli. Sekalipun multitafsir, tapi itulah kenyataannya. Terbukti juga ada beberapa operasi tangkap tangan yang dinilainya berhasil.

    Pemilik akun Hasanul Batubara menyoroti dari sisi berbeda. “Yang paling terbaru adalah mengubah laporan SPJ dari beberapa lembar menjadi maksimal 2 lembar. Biar saudara-saudara PNS (ASN) tidak hanya ngurusin SPJ tiap hari di kantor,” sebutnya. Tambahan lain menurut Hasanul, Danau Toba sudah mulai ramai kembali dikunjungi wisatawan dengan dibukanya Bandara Silangit.

    Dari sisi korupsi, Puja Handayani menilai di era Jokowi para koruptor mulai banyak terungkap, baik yang kecil maupun yang besar. Bahkan sampai ada yang kebakaran jenggot.

    “Membangun infrastruktur, proyek yang mangkrak dihidupkan kembali. Namanya membenahi tidak bisa sekaligus, pasti bertahap,” katanya.

    Pemilik akun Anakx So Kapa berpendapat, Jokowi adalah presiden yang berbeda. “Beliau kelihatan kalau memang kerja. Sederhana dan keluarganya ngga neko neko kayak yang lainnya. Beliau merakyat. Kalau utang dan masalah lain, dari dulu sudah ada. Beliau yang melanjutkan pemerintahan otomatis kena imbasnya. Tidak mungkin bisa dibenahi dengan cepat karena kesalahan-kesalahan dari dulu dipelihara. Selama 10 tahun saja mungkin belum kelar, apalagi baru berapa lama jadi presiden. Aku sih appreciate beliau.”

    Sahabat saya Innok Setyawan memberikan tanggapan dari sisi kepribadian Jokowi. “Hal-hal yang selama ini saya pikir tidak mungkin, menjadi mungkin. Anak-anak menyerap dengan sendirinya impresi tentang seorang pemimpin, bagaimana menanggapi cemoohan, ungkapan kebencian dan ketidaksukaan dengan senyum dan kelembutan. Ada harapan baru yang tumbuh di hati mereka. Semua tentang rasa dan harapan,” bebernya.

    Pengguna akun Fadly Rahayu Muin pun memberikan tanggapan cukup panjang. Menurutnya, kebaikan sebesar apapun yang dilakukan seseorang tidak akan berpengaruh bagi orang yang tidak menyukai. Sebaliknya, kebukuran sekecil apapun yang dilakukan seseorang, akan sangat besar di mata orang yang tidak menyukai.

    “Harusnya, ketika presiden sudah terpilih secara konstitusi -siapapun orangnya-, setiap warga negara yang baik dan dewasa dalam berpolitik harusnya “menerima dan menghargai termasuk menghormati” pemimpin yang terpilih. Bukan sibuk mencari kekurangan dan kesalahan pemimpin mereka. Jika tidak suka, tunggulah pemilu berikutnya. Silakan bertarung lagi. Lebih baik dan dewasa bukan?” ulasnya.

    “Saya bukan tim sukses atau tim pemenang presiden. Tapi sebagai warga negara yang baik dan menghormati konstitusi, saya wajib menjunjung tinggi dan menghormati pemimpin saya saat ini, siapapun dia, dari manapun dia. Itu saya!” tegasnya lagi.

    Lantas bagaimana dengan tanggapan saya? Saya pribadi melihat, Jokowi serius memberikan dukungan untuk pembangunan jalan tol di Kaltim. Tercatat sudah beberapa kali Jokowi ke Kaltim memberikan atensi untuk pembangunan tol Samarinda – Balikpapan yang digagas Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Padahal selama ini, impian agar Kaltim memiliki jalan tol sepertinya jauh panggang dari api. Namun perlahan, proyek itu mulai mendekati kenyataan, meski begitu banyak kendalanya.

    Soal penenggelaman kapal asing, juga harus diakui sebagai keberhasilan yang sebelumnya tidak pernah ada. Sebagai warga yang tinggal di Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia, selama ini memang selalu ada saja nelayan asing masuk wilayah Indonesia. Namun karena tidak tegas, maka mereka dengan seenaknya datang dan pergi. Dengan ketegasan yang ada sekarang, nelayan asing pun harus berpikir dua kali untuk masuk wilayah Indonesia.

    Pelarangan ekspor kepiting bertelur juga patut diapresiasi untuk menjamin kelangsungan kehidupan kepiting di masa mendatang. Terbukti, cukup banyak penangkapan yang dilakukan di kawasan utara Kalimantan terhadap aksi pengiriman kepiting bertelur. Begitu tertangkap, kepiting langsung dilepas kembali.

    Menilai keberhasilan pembangunan di Indonesia, hampir sama seperti orang buta menanggapi seekor gajah. Tergantung melihat dari sisi mana, dan dilihat dari wilayah mana. Bagi warga di Pulau Jawa, mungkin ada jalanan lubang sedikit saja, sudah mengeluh bahkan marah. Tapi bagi warga di Papua, melihat jalanan beraspal adalah hiburan tersendiri, bahkan menjadi objek wisata baru.

    Pendapat saya boleh jadi salah. Namun, siapa pun yang jadi presiden di negara ini, memang tidak mudah. Kenapa? Ini karena wilayah negara yang sangat-sangat luas. Sudah luas, bentuknya kepulauan pula. Ditambah lagi, sejak negara ini berdiri, pembangunan lebih banyak terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa. Akibatnya, wilayah lain, utamanya kawan Timur Indonesia, sangat-sangat jauh tertinggal. Maka, tidak mudah pula bagi Jokowi untuk membangun kawasan ini. Tidak mudah, bukan berarti tidak mampu. Nyatanya, jalan beraspal sudah mulai dinikmati di kawasan Papua yang konon kaya akan tambang emas.

    Bagaimana menurut Anda? (*)



    Penulis   :   Endro S Efendi   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ditanya Soal Pencapaian Jokowi, Ini Jawaban Netizen Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top