728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 17 Juni 2017

    Ditantang Luhut “What’s Next”, Begini Jawaban Nyeleneh Menteri Susi

    Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, memang tidak berhenti memberikan kebanggaan kepada Indonesia. Setelah mendapatkan penghargaan maritim tertinggi di dunia, Peter Benchley Ocean Awards di Washington, Menteri Susi kembali mendapatkan penghargaan Seafood Champion Award dalam acara Seaweb Seafood Summit, yang diselenggarakan di Seattle, Amerika Serikat.

    Jika penghargaan Peter Benchley Ocean Awards diberikan atas visi dan kebijakan pembangunan ekonomi dan konservasi laut, maka penghargaan Seafood Champion Award diberikan karena dinilai sangat berani memberantas praktik penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (illegal unreported and unregulated fishing) oleh kapal asing dan lokal yang terjadi di Indonesia.

    Bahkan untuk penghargaan terakhirnya ini, Menteri Susi juga mendapatkan apresiasi khusus dari aktor yang juga aktivis lingkungan, Leonardo DiCaprio. Bukan hanya Leonardo DiCaprio, Menteri susi juga mendapatkan apresiasi dari Direktur Jenderal Organisasi PBB untuk Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization of the United Nations / FAO), Jose Graziano Da Silva.

    Keberhasilan Menteri Susi dalam memberantas praktik penangkapan ikan secara ilegal ini ditanggapi sedikit kurang “mengenakkan” oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Luhut bahkan menyebut keberhasilan Menteri Susi ini hanya dengan kata “LUMAYAN BAGUS”. Entah apa maksudnya, tetapi Luhut menantikan gebrakan Menteri Susi yang lebih lagi.

        “Kita sekarang pengen melihat mengenai, illegal fishing kan sudah lumayan bagus. Tapi what’s next, itu yang harus kita jawab,” katanya saat menghadiri rapat kerja di Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

        “Ikan kan enggak ada agamanya, enggak ada kebangsaannya. Jadi kalau dia enggak ditangkap, dia pindah ke tempat lain atau dia mati dimakan predator. Jadi harus dibuat. Sekarang saya minta mereka buat perencanaan, target mereka gimana,” sambungnya.

    Lalu apa tanggapan Menteri Susi terkait pernyataan Menko Luhut yang sepertinya tidak puas dengan pencapaian Menteri Susi dan bahkan meminta Menteri Susi memikirkan strategi yang lebih lagi bukan hanya sekedar memberantas praktik penangkapan ikan secara ilegal.

        Berikut adalah tanggapan Menteri Susi yang dibuatnya melalui akun twitter..

        Susi Pudjiastuti‏Akun terverifikasi @susipudjiastuti

        Ilegal Fishing tidak akan pernah berhenti total; pencuri selalu mencoba kembali. Bodoh kita kalau berpikir sudah selesai dg pencuri ikan.

        Susi Pudjiastuti‏Akun terverifikasi @susipudjiastuti

        Dimana pencuri ikan mau berhenti? Kalau itu satu2nya jalan untk dapat ikan, krn di negaranya sendiri sudah habis krn overfishing.

        Susi Pudjiastuti‏Akun terverifikasi @susipudjiastuti

        1.Benar ikan itu tidak beragama& tidak punya kebangsaan( lagipula kenapa kita harus pikir ikan seperti itu) tapi wil. Pengelolaan …

        Susi Pudjiastuti‏Akun terverifikasi @susipudjiastuti

        ..wil. Pengelolaan perikanan sd batas EEZ itu adalah wil. Kedaulatan Negara yg diakui oleh dunia International. Jadi pengambilan di dalam ..

        Susi Pudjiastuti‏Akun terverifikasi @susipudjiastuti

        wilayah EEZ itu pencurian. Benar ikan berenang &ada jenis ikan migratory yg migrasi.Tapi selama ikan masih diwil. Kedaulatan: milik kita

        Susi Pudjiastuti‏Akun terverifikasi @susipudjiastuti

        Masuk wil.Kedaulatan kita untk ambil ikan kita. Saya tangkap & tenggelamkan. Kalau tidak mau ditenggelamkan, tunggu saja di negara masing2.

        Susi Pudjiastuti‏Akun terverifikasi @susipudjiastuti

        Ikan akan mati &dimakan oleh ikan lainnya.Sangat betul. Tapi ikan itu lahir tidak langsung mati, tapi besar, kawin, bertelur, beranak pianak

        Susi Pudjiastuti‏Akun terverifikasi @susipudjiastuti

        Setelah beranak pianak, ikanpun mati ditangkap/mati sendiri. Itulah kehidupan dlm ekosistem. Fitrah makhluk hidup itu untk beregenerasi.

    Tanggapan nyeleneh Menteri Susi ini memang perlu dilakukan kepada Menko Luhut yang sepertinya salah paham memahami mengenai praktik penangkapan ikan secara ilegal dan juga mengenai ekosistem laut. Ketidakpahaman Menko Luhut tersebut terlihat dalam pernyataannya tentang “Ikan kan enggak ada agamanya, enggak ada kebangsaannya”.

    Ketidakpahaman tersebut malah dijadikan lelucon oleh Menteri Susi dalam penjelasannya. Menko Luhut seperti sedang diajarin oleh menteri Susi apa itu ekosistem laut. Kekhawatiran Menko Luhut mengenai ikan-ikan yang keluar masuk wilayah Indonesia dan dimakan predator memang terdengar aneh dan bodoh jika ditanggapi oleh seorang yang hidupnya terbiasa di laut.

    Saya pikir Menko Luhut harus bijak-bijak mengomentari sesuatu yang bukan bidangnya. Apalagi kalau harus berhadapan dengan seorang Menteri yang sudah mengakar dalam bidangnya sendiri seperti Menteri Susi. bukannya terlihat keren, malah jadi dibodoh-bodohin.

    Jadi, mau tahu apa tindakan yang akan dilakukan Menteri Susi selanjutnya?? tetap menjaga laut Indonesia. Ikan wara wiri dan bermigrasi?? Biarkan saja. takut dimakan predator?? Waduh itulah ekosistem Pak Luhut. Semoga mendengar penjelasan ini, Menko Luhut bisa belajar mengenai ekosistem laut.

    Salam Ikan Beragama dan Berkebangsaan.


    Penulis    :        Palti Hutabarat       Sumber   :   Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Ditantang Luhut “What’s Next”, Begini Jawaban Nyeleneh Menteri Susi Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top