728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 08 Juni 2017

    Cara Jokowi ‘Gebuk’ Kelompok Radikal dengan Melantik Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP)

    Apa yang kalian rasakan, tatkala sekelompok orang meneriakan bunuh kepada sesama manusia? Bahkan anak kecilpun mereka ajari untuk meneriakan bunuh tatkala pawai obor? Isu pilkada DKI membuka gerbang tersendiri, untuk kelompok-kelompok radikal memainkan isu agama di negeri ini. Mereka dengan bangga meneriakan bunuh, kafir bahkan ancaman tidak disalatkannya jenazah hanya karena berbeda pasangan calon. Di lihat dari track record kelompok yang memainkan isu SARA di Pilkada DKI, terpecah menjadi dua. Pertama kelompok yang memang sudah lama ingin mendirikan Negara Islam, atau Khilafah, kedua kelompok yang ingin partainya atau jagoannya berkuasa di Jakarta.

    Sebenarnya, KH. Said Agil Siradj sudah mengingatkan, bahwa kasus Ahok telah ditunggangi kelompok radikal. Yaitu mereka menggunakan cara-cara kekerasan untuk mendirikan Negara Islam di Indonesia. (http://suaranasional .com/2016/10/22/kh-said-aqil-siradj-tuding-demo-anti-ahok-ditunggangi-kelompok-islam-radikal/)

    Kelompok mereka tidak segan-segan mengakui ISIS sebagai saudara dan mereka juga mengadakan latihan bersama dengan simpatisan ISIS di Indonesia. Padahal kita bisa lihat, ISIS berhasil menghancurkan Timur Tengah. Banyak rakyat yang menjadi korban atas kebiadaban mereka. Mereka sama sekali tidak menjadikan suatu negeri maju, melainkan menjadikan negeri tersebut porak poranda.

    Hal telah terjadi di kota Marawi Fillipina, dimana pasukan Maute yang dipimpin oleh Abdullah dan Omarkhayam berhasil menaklukkan kota tersebut. Pasukan Maute melakukan serangan gerilya dengan tentara Fillipina untuk mewujudkan khilafah islamiyah ala ISIS di Asia Tenggara. Duterte kecolongan, padahal kebijakannya mengenai narkoba sangat diacungi jempol. Banyak pemakai dan Bandar narkoba menyerahkan diri kepadanya, tetapi dalam masalah radikalisme, mereka K.O.

    Indonesia menyadari hal itu. Munculnya isu Pilkada DKI, membuat embrio neo DI/NII bangkit karena menemukan momentum yang pas. Mereka menuduh Indonesia anti Islam dan adanya slogan kriminalisasi Ulam tak lain tak bukan ingin mengadudomba antara pemerintah dan rakyat khususnya umat Islam. Kemudian isu PKI juga dimunculkan, agar seakan-akan rezim Jokowi benar-benar anti Islam. Jika kita terbiasa membaca situasi Timur Tengah, kita mungkin akan tahu, bahwa sebenarnya isu itu sudah basi. Mereka membuat suatu musuh ilusi untuk mengadu domba antara rakyat dan pemerintah. Hal ini terjadi di Libya, musuh ilusi diciptakan yaitu Muammar Qadafi adalah diktator dan banyak merugikan umat Islam. Padahal justru di zaman Muammar Qadafi Libya menjadi maju. Salah satu kemajuan pesat di zaman Qadafi ialah: (1) Rakyat Libya gratis listrik (2) Bahan bakar murah hanya Rp. 1.867 per liter (3) Tidak ada pengemis dan gelandangan, karena Qadafi memberikan rumah kepada rakyatnya secara gratis (4) Warga yang menikah diberikan hadiah 80 juta (5) Pendidikan dan kesehatan gratis (6) Persalinan saat melahirkan gratis (7) Petani diberikan rumah gratis (8) Tidak ada hutang ke asing. (https://www.brilio .net/sosok/10-kehebatan-muammar-gaddafi-saat-berkuasa-listrik-gratis-buat-rakyat-170126e.html)

    Maka saat Muammar Qadafi berhasil dilengserkan, kondisi Libya makin memburuk. Kelompok ekstrimis saling merebutkan kekuasaan di Libya. Ekonomi yang carut marut, bahkan Libya hampir menjadi Negara gagal. Rakyat yang dahulu terkena propaganda untuk menurunkan Qadafi akhirnya menyesal, bahwa apa yang mereka lakukan justru membawa Libya semakin hancur. (http://www.suara.com/news/2017/02/18/094500/6-tahun-revolusi-rakyat-libya-menyesal-gulingkan-khadafi)

    Hal ini pun terjadi juga dengan Suriah. Negara yang paling depan menolak Israel dan keganasan Amerika di Timur Tengah harus merasakan bombardir kelompok teroris. Suriah sekarang luluh lantah diterjang ratusan bom dan amunisi hanya untuk menurunkan Bashar Asad. Taktik mereka sama, yaitu membuat musuh ilusi di mana Bashar Asad adalah seorang yang kejam dan menzalimi umat Islam. Asad telah menyengsarakan umat Islam. Banyak video-video hoax yang memperlihatkan kekejaman Bashar Asad untuk menutupi kekejaman pasukan ekstrimis di Suriah.

    Sekarang Presiden Jokowi sedang mengalami hal itu. Isu yang sebenarnya telah basi dimainkan oleh kelompok yang ingin Indonesia perang saudara. Isu ini ada setelah Jokowi berhasil menekan PT. Freeport agar 51 persen saham Freeport ke Indonesia. Jokowi juga sedang giat-giatnya membangun tanah emas, Papua dengan membuat jalan tol serta harga bahan bakar minyak sama dengan pulau Jawa. Hal ini membuat sebagian kelompok yang ingin membuat Papua pisah dari Indonesia gagal maning. Menyadari hal itu, Jokowi segera melantik Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP) pada hari Rabu 7/6/2017 dengan beranggotakan, Megawati Soekarnoputri, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, KH Ma’ruf Amin, mantan Ketua MK Mahfud MD, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Syafii Maarif, KH Said Aqil Siroj, Prof Dr Andreas Anangguru Yewangoe, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, dan Sudhamek.

    Melalui pasal 3 Perpres tersebut, disampaikan bahwa UKP-PIP mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan umum pembinaan ideologi Pancasila dan melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan. (http://nasional.inilah .com/read/detail/2382709/ini-tugas-dan-fungsi-ukp-pip-yang-dibentuk-jokowi#sthash.T7y2tfHV.dpuf)

    Inilah hasil dari Jokowi dan Tito Karnavian berkunjung kepada Ulama NU dan Muhammadiyah. Habib Lutfi pernah menyampaikan bahwa NKRI harga mati, KH. Said Agil Siradj dan Haidar Nashir telah sepakat bahwa Indonesia bukan Negara Islam. Indonesia adalah Negara Pancasila. Dari langkah ini, Jokowi siap menggebuk kelompok radikal dan siap meredikalisasi mantan teroris dengan ideologi Pancasila. Pasalnya, anggota yang dilantik bukan ‘bocah kemaren sore’ melainkan para politikus dan para Ulama yang setia berkhidmat di negeri ini dan mempertahankan ideologi Pancasila.

    Siap-siap, strategi Pak De menghampiri kelompok yang ingin mendirikan Negara Islam atau Khilafah di Negara Indonesia.


    Penulis :  Ardi Yansyah    Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Cara Jokowi ‘Gebuk’ Kelompok Radikal dengan Melantik Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP) Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top