728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 14 Juni 2017

    Buni Yani yang Koplak, Ahok Bukan Terbukti Bersalah, Namun Mengalah Demi Negara Akibat Niat Busuk Sampeyan

    “Saya ini awalnya dituduhkan menyebarkan fitnah, tapi sekarang Ahok sudah terbukti bersalah. Jadi kenapa saya terus dituntut,” ujar Si Buni Yani (SBY) yang melakukan orasi di hadapan puluhan massa berseragam FPI di Pengadilan Negeri Bandung, hari ini (13/6/2017).

    Buni Yani diarak puluhan massa berseragam FPI di Pengadilan Negeri Bandung. Dari atas mokom (mobil komando), Buni Yani memprovokasi massa demi kepentingannya dengan bilang bahwa umat Islam harus melawan kezaliman dengan terus mengawal kasus yang menimpanya di persidangan untuk menengakkan keadilan.

    Buni Yani tetap ngotot bahwa dia tidak bersalah dengan mengupload video Ahok di Kepulauan Seribu yang diedit dan dipelintirnya. Menurutnya, dengan dipenjaranya Ahok, artinya Ahok sudah terbukti bersalah dan sudah seharusnya dia segera dibebaskan dari segala tuntutan.

    “Ketika saya mengunggah video itu saya dianggap memfitnah. Tapi pada akhirnya Ahok dipenjara. Fakta hukumnya Ahok adalah terpidana karena video itu. Apakah saya memfitnah? Kasus saya seharusnya sudah selesai, mengapa dinaikan ke pengadilan,” ujar Buni di hadapan massa FPI.

    Apapun yang dia koar-koarkan, ancaman 14 tahun penjara menanti didepan matanya. Buni Yani didakwa JPU telah merubah, merusak, menyembunyikan informasi eletronik berupa video Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016 yang lalu.

    Bukan hanya itu saja, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga mendakwa Buni Yani dengan tambahan pasal 28 ayat 2 junto 45 ayat 2 tentang membuat rasa kebencian terhadap ras dan golongan.

    Ancaman untuk hukuman terkait pengubahan, penambahan dan pengurangan informasi atau dokumen elektronik yaitu hukuman penjara 8 tahun, sedangkan ancaman pasal 28 ayat 2 junto 45 ayat 2 tentang membuat rasa kebencian terhadap ras dan golongan yaitu 6 tahun.

    Jadi total ancaman kurungan penjara yang menanti Buni Yani yaitu selama 14 tahun. Akibat niat jahat yang terselubung ditambah dengan prilaku usil yang super kreatif, siap-siap membusuk di penjara karena keadilan itu nyata.

    Yang jelas keributan demi keributan terus terjadi selama masa pilkada DKI Jakarta setelah Buni Yani memprovokasi dengan mengunggah video Ahok yang telah dia pelintir.

    Kalau Buni Yani merasa tidak bersalah, kenapa harus takut dan koar-koar dihadapan puluhan anggota berseragam FPI minta dukungan segala? Memangnya FPI bisa membebaskan Buni Yani dari ancaman penjara?

    Hukum tidak dapat diintervensi oleh siapapun, bahkan oleh Presiden sekalipun. Pimpinan FPI, Rizieq Shihab, saja sampai detik ini tidak mampu FPI berbuat banyak untuk meloloskan Rizieq dari jeratan hukum, apalagi ini hanya seorang Buni yani.

    Kalau memang tidak ada maksud apa-apa terhadap video Ahok, tidak mungkin diupload sepotong-sepotong, seharusnya diupload secara utuh video tersebut yang durasinya 1 jam 48 menit. Kenapa diupload sepotong-sepotong, itu karena memang dia sudah punya niat jahat sebelumnya untuk memprovokasi umat Islam agar Ahok tidak dipilih jadi Gubernur DKI Jakarta.

    Video rekaman yang berdurasi 1 jam 48 menit itu dipotong Buni Yani jadi 30 detik, dengan pemotongan antara menit ke-24 sampai menit ke-25, lalu diupload ke akun Facebook miliknya pada hari Kamis 6 Oktober 2016, pukul 00:28 WIB.

    Buni Yani lalu menghilangkan kata “pakai” yang diucapkan Ahok dengan menambah kata-kata provokatif berupa caption “Penistaan terhadap agama”. Dari sini sudah ketahuan niat busuknya itu.

    Video yang diedit Buni Yani tersebut, Ahok mengatakan;

    “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu gak bisa pilih saya, ya kan, dibohongi pakai (kata pakai ini dihilangkan Buni Yani di video editannya itu) surat Al Maidah 51 macem-macem itu”.

    Kalau Buni Yani mengaku bahwa dirinya adalah Muslim yang sangat taat agama, harusnya dia tidak perlu koar-koar lagi di hadapan massa berseragam FPI dengan ngotot merasa tidak bersalah. Ini kasus basi, anak SD juga tahu kalau video Ahok itu dipelintir.

    Percuma mengelabui dan memutarbalikkan fakta dengan mengklaim bahwa Ahok sudah terbukti bersalah. Pernyataan itu tidak akan membuatnya bebas dari jeratan hukum yang sah dan berlaku mengikat di negeri ini, justru berpotensi akan menambah berat hukumannya.

    Tungu saja vonis Hakim nanti bagaimana. Berdoa yajg banyak supaya para Majelis Hakim ditilep mata hati mereka dan membebaskan sampeyan dari tuntutan 14 tahun penjara.

    Kura-kura begitu.



    Penulis :   Argo    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Buni Yani yang Koplak, Ahok Bukan Terbukti Bersalah, Namun Mengalah Demi Negara Akibat Niat Busuk Sampeyan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top