728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 04 Juni 2017

    Bukti, Bukan Janji! Menuju Titik Batas: Jokowi Bangun 7 Pos Lintas Batas Negara, Indonesia Hebat

     Model pembangunan yang sentralistik menjadi pembangunan yang desentralistik. Namun perubahan konsep itu tidak banyak memberikan perubahan yang paling signifikan. Nyatanya, kita masih menganut konsep sentralisasi – diatur dari pusat dan terpusat pada daerah-daerah tertentu. Sementara pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan dana, tidak didukung SDM (Aparatur Sipil Negara) yang memadai, dan infrastruktur yang terbatas. Amanat otonomi daerah pun tidak bisa berjalan di semua wilayah.

    Membangun dari Pinggir

    Jokowi datang dengan paradigma baru dengan model pembangunan yang sama. Ia menekankan pembangunan yang tersebar dan starting point-nya dari wilayah pinggiran atau wilayah berbatasan dengan negara luar.

    Kebijakan ini dimulai dengan pembangunan jalan tol di luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua; menerapkan satu harga bensin, di Papua sama dengan di Jawa; membangun 49 bendungan;  mengembangkan transportasi laut dengan adanya Tol Laut;  dan masih banyak lagi program  Jokowi yang sangat spektakuler dan serentak di seluruh pelosok Indonesia pada periode pertama kepemimpinan Jokowi-JK.

     7 Pos Lintas Batas Negara Dibangun

    Fakta menarik, mungkin luput dari perhatian para pemimpin sebelum, adalah wilayah perbatasan negara. Ternyata ini menjadi salah satu perhatian yang sangat serius Jokowi. Secara mengejutkan pada periode kepemimpinan yang pertama ini, Jokowi telah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 (Tujuh) Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Instruksi ditujukan kepada 15 kementerian (menteri) dan 1 badan (kepala badan), 3 pemerintahan provinsi (gubernur), dan 7 pemerintahan kabupaten/kota (bupati/walikota). Berikut 7 PLBN yang dibangun/direnovasi semasa pemerintah Jokowi:

    1. Pos Lintas Batas Negara Terpadu Aruk

    PLBN Terpadu Aruk (Foto: Detik.Com)

    Pos ini berada di wilayah Kabupaten Sambas, Kalimatan Barat, berbatasan dengan Malaysia. Dibangun dengan biaya sebesar  Rp 131,13 miliar, rincian Rp 19,66 miliar (2015) dan Rp 111,46 miliar (2016). Kawasan PLBN Aruk seluas 9,1 hektar dan luas bangunan utama mencapai 4.118 meter persegi,  dilengkapi pemeriksaan terpadu, klinik, jembatan timbang, pemindai truk, gudang sita hingga monumen lintas batas.

    2. Pos Lintas Batas Negara Terpadu Entikong

    PLBN Terpadu Entikong (Foto: Infoteratas.Com)

    PLBN Entikong berada di wilayah administrasi Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Pos ini berbatasan langsung dengan Malaysia. PLBN ini  dirombak total oleh pemerintah, sebelumnya tampak sangat lusuh, kontras dengan PLBN negara jiran.

    Nilai proyek pembangunan PLBN  Entikong sebesar  Rp 152,49 miliar, meliputi fasilitas gedung utama, kargo, utilitas dan pos pemeriksaan. Pos ini berdiri di atas lahan seluas lahan seluas 80.003 meter persegi, rencana selanjutnya akan dibangun zona inti, sub inti dan pendukung dengan luas  19.493 m2.

    3. Pos Lintas Batas Negara Terpadu Nanga Badau

    PLBN Terpadu Badau (Foto: Infoteratas.Com)

    Berada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Pos ini dibangun ulang sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo agar semua PLBN di seluruh Indonesia tampil megah dan cantik.

    Pembangunan tahap I yakni zona inti PLBN, diatas lahan seluas 8,8 Ha dengan total luas bangunan 7.619 m2 dan biaya pembangunan sebesar Rp 153 miliar. Zona ini terdapat bangunan utama PLBN, pos lintas Kendaraan pemeriksaan, bangunan pemeriksaan kargo, bangunan utilitas, monumen, gerbang kedatangan dan keberangkatan, serta hardscape dan landscape. Pos ini  diharapakan memberikan pelayanan hingga 360 pelintas per hari sampai dengan tahun 2025.

    4. Pos Lintas Batas Negara Terpadu Motaain

    PLBN Terpadu Motaain (Foto: Detik.Com)

    Terletak di Kabupaten Belu, NTT. Pos ini berada di tapal batas dengan negara Timor Leste.   Pembangunan PLBN terpadu motaain sendiri masih pada tahap I.

    Pembangunan tahap II akan dilanjutkan pada tahun 2019, pada  luas lahan mencapai 4,62 ha dan biaya pelaksanaan sekitar Rp 228,9 miliar, meliputi  tempat pencucian mobil, x-ray kargo, mess karyawan, wisma Indonesia, pasar perbatasan, lapangan olahraga, hingga pos pamtas TNI dan Polri. 

    5. Pos Lintas Batas Negara Terpadu Motamasin

    PLBN Terpadu Motamasin (Foto: Infoteratas.Com)

    Pos ini berada wilayah Kabupaten Malaka, NTT. Pos ini berbatasan dengan negara Timor Leste. Proyek pembangunan PLBN Motamasin menelan  anggaran sekitar Rp 145 miliar.

    Pos ini akan memiliki bangunan utama seluas 2.114 meter persegi, meliputi bangunan kedatangan 428,9 meter persegi, bangunan kantor 413,8 meter persegi, dan bangunan keberangkatan 428,9 meter persegi. Total luas bangunan  mencapai 3.077,88 meter persegi yang beridiri di atas luas lahan 11,29 hektar.

    6. Pos Lintas Batas Negara Terpadu Wini

    PLBN Terpadu Wini (Foto: Detik.Com)

    PLBN Wini terletak di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Pos ini berbatasan dengan negara Timor Leste.

    PLBN Wini  berdiri di atas lahan 4,42 hektar (ha),  nilai kontrak mencapai Rp 130 miliar yang terbagi dalam dua tahun anggaran, Rp 19,5 miliar (2016), dan Rp 110,8 miliar (2017). Total luas bangunan PLBN Wini mencapi 5.025,7 meter persegi,  luas bangunan utama  4.292 meter persegi.

    Bangunan utama  berada zona inti, berdampingan dengan jembatan timbang, pemindai kendaraan, pemeriksaan kedatangan kendaraan kargo, dan pemeriksaan terpadu mobil pribadi dan umum. Selain itu, pos ini dilengkapi dengan gudang sita berat dan ringan, lapangan penimbunan, utilitas, kennel, check point, monumen garuda, gerbang lintas batas negara, parkir tamu negara, hingga helipad

    7. Pos Lintas Batas Negara Terpadu Skouw

    PLBN Terpadu Skouw (Foto: Infoteratas.Com)
    PLBN di ujung timur Indonesia, tepatnya di Kota Jayapura, yang berbatasan dengan negara Papua Nugini. Pos ini mulai dikerjakan pada 18 Desember 2015, PLBN Skouw berada di Distrik Muara Tami,  Kota Jayapura, menelan biaya Rp 165,94 miliar,  dibangun  di atas lahan  mencapai 10.112 meter persegi, sedangkan  luas bangunannya  mencapai 7.619 meter persegi yang terbagi dalam  zona inti dan  zona sub inti.
    Zona ini  terdapat bangunan utama seluas 2.737 meter persegi,  dilengkapi   klinik, gudang sita, bangunan jembatan timbang, bangunan X-ray mobil pengangkut barang, bangunan pelayanan terpadu kedatangan mobil kargo, cek poin, bangunan utilitas, dan koridor pejalan kaki.

    Sedangkan zona sub inti berada pada kawasan seluas 1.191 meter persegi, yang dilengkapi fasilitas  Wisma Indonesia, mess karyawan, dan gedung serba guna. Zona pendukung memiliki luas 1.300 meter persegi, fasilitasnya meliputi  restoran,  ATM centre, rumah ibadah, dan bangunan pos polisi.

    Mengusung Unsur Arsitektur Lokal

    Tujuh (7) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang dibangun Jokowi pada periode kepemimpinan pertamanya ini benar-benar menampilkan aspek modern, megah, cantik dan tidak bisa diremehkan lagi oleh negara tetangga. Namun, demikian unsur lokalitas dalam arsitekutur melekat pada setiap bangunan sesuai karakteristik budaya setempat.

    Inilah ciri Indonesia yang sesungguhnya. Kita boleh beradaptasi dengan teknologi modern tetapi kita tidak boleh terseret arus modernisasi itu sendiri. Mempertahankan dan menampilkan jati diri bangsa bukan sebuah langkah kolot dan tidak up to date.

    PLBN Aruk mengadopsi Rumah Panjang, rumah tradisional suku Dayak. Bangunan ini merupakan perpaduan konsep modern dan tradisional sehingga menampilkan sisi yang unik – tiada duanya apalagi setelah dipercantik dengan  ukiran tradisional Dayak.  Begitu juga PLBN Entikong dan Badau memadukan unsur modern dan lokal (Dayak) serta ornamen ukiran tradisional Dayak yang menunjukan kazanah budaya adiluhung yang luar biasa.

    Hal yang sama pada unsur arsitektur bangunan PLBN  Motaain, Belu, NTT.  Arsitektur atapnya berbentuk rumah adat masyarakat Belu, dipadu dengan ornamen modern yang bercorak corak tenun masyarakat setempat. Begitu pula PLBN Wini dan Motamasin, unsur lokalnya sangat kental, dapat dilihat dari arsitektur atap yang bercorak rumah adat Timor.

    Tak kalah menarik PLBN Skouw, Kota Jayapura. Ornamen ukiran khas Papua mendominasi bangunan tersebut sehingga kesan tuan atas bangunan itu sungguh-sungguh nyata.

    Indonesia Hebat

    Dibangunnya 7 Pos Lintas Batas Negara di Kalimantan, NTT dan Papua semakin mengukuhkan jargon Indonesia Hebat yang diagung-agungkan Jokowi-JK pada awal-awal masa Pilpres 2014.
    Indonesia tidak saja hebat dengan gedung mewah di ibukota dan kota-kota besar, tetapi di pelosok tapal batas negeri ini pun memiliki gedung yang mewah pula. Kita beruntung memiliki presiden yang sangat gensi tinggi (yang positif) terhadap negara tetangga sehingga ia mengambil langkah cepat untuk membangun sejumlah PLBN yang strategis.

    Keberadaan bangunan di kawasan tersebut tidak saja menunjukkan eksistensi bahwa negara ada untuk rakyat pinggiran, sekaligus menjadi potensi pariwisata baru bagi masyarakat setempat. Karena corak arsitektur bangunan yang bernuansa perpaduan modern dan tradisional apalagi dukungan media sosial yang masif menarik netizen untuk selfie, groupfie, dan berbagai istilah fotografinya.

    Ini langkah awal Jokowi menata Pos Lintas Batas Negara untuk menutup malu kita selama ini karena kesenjangan infrastruktur dengan negara tetangga. Kali ini kita boleh melangkah tegap dan menjadi tuan rumah bagi tamu dari negeri tetangga untuk berfoto ria di PLBN kita. Tentu saja kita terus berharap Jokowi untuk membangun PLBN baru dan mencantik wilayah perbatasan dengan infrastruktur yang setara sehingga masyarakat setempat tidak merasa diri sebagai anak tiri bangsa ini.

    Saya Indonesia. Saya Pancasila.

    Salam Seword, sewot gitu loh…

    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bukti, Bukan Janji! Menuju Titik Batas: Jokowi Bangun 7 Pos Lintas Batas Negara, Indonesia Hebat Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top