728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 10 Juni 2017

    Bu Risma Tolak Maju Pilgub Jatim, Akankah Djarot Yang Maju?

    Sepertinya harapan warga Jawa Timur untuk punya Gubernur Tri Rismaharini harus dipendam dulu sejenak. Bu Risma, begitu warga Surabaya biasa menyebut Walikota tercintanya, mengaku sudah menyampaikan keinginannya untuk menyelesaikan amanah jabatan yang diembannya dan hal itu sudah disetujui oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

        “Saya sudah ketemu Bu Mega, dan Bu Mega sudah setuju bukan aku (yang maju di Pilkada Jatim),”

        Sumber: http://regional.kompas.com/read/2017/06/08/20120001/risma.bu.mega.sudah.setuju.bukan.aku.yang.maju.di.pilkada.jatim

        “Saya ngomong ke ibu (Megawati) ini belum selesai. Saya laporkan tentang orang miskin dan sebagainya, ibu tahu dan memahami karena berangkat saya dari sumpah,”

        Sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/435437-risma-takkan-maju-jadi-cagub-jatim.html

    Elektabilitas Risma di Pilgub Jatim sendiri sebetulnya sangat bagus dalam beberapa polling meski dirinya tidak pernah mendeklarasikan diri akan maju. Bahkan Ia hanya selisih 3% dengan petahana Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Ipul. Bahkan Risma lebih unggul dari Khofiffah Indar Parawansa yang dulu pernah maju menadi Calon Gubernur namun kalah dengan Soekarwo.

    Pertama keputusan Risma ini patut diapresiasi. Surabaya masih punya program besar yang harus dijalankan dan itu sangat membutuhkan sentuhan tangan Risma. Belum ada sosok potensial yang bisa menggantikan Risma di Surabaya termasuk sang Wakil Walikota sekalipun. Salah satu proyek besar Surabaya saat ini adalah pembangunan fasilitas transportasi. Proyeknya sudah dimulai, tentu sayang kalau ‘Mbok-Mbokane’ harus mundur karena mempersiapkan diri ikut Pilgub. Ini beda dengan DKI Jakarta saat Joko Widodo maju jadi Presiden. Saat itu wakilnya adalah Ahok yang kita tahu kinerjanya bisa sebaik Jokowi.

    Kedua, lantas kira-kira siapa yang akan diusung PDI Perjuangan setelah Risma menyatakan tidak akan maju? Menurut Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono  baru ada 3 nama calon yang sangat kuat untuk diusung PDIP dalam Pilgub Jatim, yakni Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas, dan Wagub Jatim saat ini Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Setelah nama Risma hilang, otomatis tersisa Anas, Bupati Banyuwangi, dan Gus Ipul.

    Gus Ipul memang sudah mengatakan akan didukung PKB dan NU. Namun tentu Ia sadar bahwa suara PDIP di Jatim juga akan sangat menentukan kemenangannya. Saya pribadi sebagai pemegang KTP Jatim sesungguhnya lebih senang jika ada pemimpin baru lepas dari petahana Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur sekarang. Apalagi setelah munculnya kasus OTT KPK yang melibatkan beberapa Kepala Dinas di Jatim kemarin. Memang yang tersangkut adalah Ketua Komisi B DPRD Jatim bukan eksekutif namun tetap saja berarti di sini ada kegagalan Kepala Daerah untuk mendisiplinkan dan membersihkan anak buahnya dari kebiasaan memberi pungli ke legislatif. Jujur saya jadi ingat pantas saja Ahok dan DPRD DKI Jakarta seperti Tom and Jerry, karena Ahok tidak akan membiarkan anak buahnya berkongkalikong dengan DPRD.

    Untuk sosok Abdullah Azwar Anas saya mengacungi jempol. Setuju jika Ia bisa dinominasikan sebagai kandidat Gubernur Jawa Timur. Banyak progress yang didapat Banyuwangi dari dulu Kabupaten yang dianggap sebelah mata sekarang maju dan berkembang sangat pesat. Pertanyaannya, mau tidak yang bersangkutan maju sekarang? Dan apakah warga Banyuwangi siap melepas pemimpinnya untuk sesuatu yang lebih besar di saat mereka baru mulai menikmati hasilnya?

    Nah, kalau PDI Perjuangan mau mengajukan calon alternatif kenapa tidak dengan Djarot Saiful Hidayat? Secara akar, dia adalah kader PDI Perjuangan. Secara prestasi dan kinerja juga sudah tertempa selama menjadi Walikota Blitar dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Asalnya pun dari Jawa Timur sehingga tentu cukup mengenal dengan baik potensi wilayah dan kebudayaan warganya. Ia pernah merasakan jadi pemimpin di kota kecil hingga megapolitan seperti Jakarta. Djarot juga dikenal santun dan dekat dengan kalangan pesantren.

    Tentunya Djarot bisa diharapkan membawa hal-hal baik yang dulu diterapkannya bersama Ahok selama mengurus Jakarta ke Jawa Timur. Termasuk soal percepatan pembangunan, penataan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, transportasi publik, kesehatan, dll. Dan yang terpenting adalah good governance. Sesuatu yang selama ini banyak belum bisa dikembangkan di Jawa Timur. Asyik sekali kalau sampai Jawa Timur bisa punya sistem pelaporan seperti Qlue dan APBD nya juga bisa dibuat seperti APBD Jakarta yang meminimalisir manipulasi anggaran. Saya yakin kok kalau apa yang ada di Jakarta kemarin bisa dibuat di Jawa Timur, maka Jawa Timur akan sangat maju.

    Jadi bagaimana PDIP, bawa Djarot ke Jawa Timur?



    Penulis    :    Rahmatika   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bu Risma Tolak Maju Pilgub Jatim, Akankah Djarot Yang Maju? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top