728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 03 Juni 2017

    Bravo Jokowi, Teroris dan Bumi Datar Siap Dedel Duel Akibat Duet TNI-Polri

    Upaya membenturkan antara TNI dan Polri sudah terbaca sebagai upaya menarik simpatik dari para kaum bumi datar. Polri yang memang lebih banyak bersinggungan dengan masyarakat karena upaya penegakan hukum, dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin membuat kisruh negara ini.

    Di media sosial, upaya menggeret sang Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk berpihak kepada mereka. Bukan tanpa tujuan, hal tersebut memiliki tujuan tersendiri sebagai upaya memancing dan mengukur sebuah kekuatan.

    Mengukur Kekuatan dengan Gosip

    Yang namanya gosip, tidak perlu sebuah fakta. Selain gosip sudah menjadi hiburan tersendiri bagi orang-orang, hal tersebut dapat digunakan untuk mengukur suatu kebijakan yang akan dilakukan oleh pemerintah, atau para pemimpin-pemimpin untuk mengambil sebuah kebijakan dan tindakan apa yang sesuai dengan harapan orang banyak.

    Walaupun terkadang pemimpin lupa, bahwa tidak semua masyarakat memiliki data dan pengetahuan yang cukup untuk ikut menilai kebijakan tersebut. Seperti pada era SBY, ketika kebijakan ingin menarik subsidi BBM, karena itu menimbulkan respon yang buruk, walaupun hal tersebut sejatinya lebih banyak manfaatnya, pada akhirnya, kebijakan tersebut tidak dilakukan secara maksimal seperti yang dilakukan pemerintahan era Jokowi.

    Menggunakan gosip sebagai alat ukur kekuatan juga digunakan oleh elit bumi datar, propaganda, bahwa TNI berada di pihak mereka, bahkan dalam komentar-komentar di media sosial, mereka menyandingkan TNI dengan FPI. Konyol sih, tetapi mau bagaimana lagi, karena itulah strategi dengan sasaran kaum awam yang masih mudah dipengaruhi.

    Setelah terukur, bahwa banyak yang menginginkan kaum bumi datar yang menginginkan panglima bergabung dengan mereka, tentu saja hal tersebut bisa digunakan untuk kepentingan selanjutnya. Pada akhirnya, semua kembali ke tangan sang panglima TNI sendiri. Apakah beliau ingin loyal kepada pemerintah yang sah, atau menerima tawaran dari elit bumi datar.

    Sebab Kaum Bumi Datar Membenci Polri

    Karena kepolisian bertugas menegakkan hukum, membuat mereka gerah. Kegerahan mereka diakibatkan karena, mereka tidak dapat bertindak semena-mena, yang jelas sering sekali terjadi ketegangan antara kaum bumi datar dan pihak kepolisian.

    Singgungan antara kaum bumi datar dan pihak kepolisian tentu saja wajar. Yang dilakukan pihak kepolisian, memiliki dasar hukum yang kuat. Hukum dibuat untuk mengatur tatanan kehidupan menjadi lebih baik. Bisa dibayangkan jika di dunia ini tidak ada hukum, tentu saja kisah kelam masa  lalu akan terulang disaat ini. Masa-masa begitu banyak orang melakukan hukum rimba, yang cenderung kepada tindakan barbar tanpa memperdulikan asas kemanusiaan dan keadilan.

    Keadilan dan tatanan menjadi baik, jika semua sama di mata hukum. Tidak perduli siapapun itu, jika salah, maka katakan salah, jika benar, maka katakan benar, yang tentu saja semua berpatokan pada fakta yang ada.

    Dengan modal meyakini diri sendiri dan golonganny merupakan orang yang paling benar, kaum bumi datar tidak memperdulikan nilai-nilai hukum positif yang mengatur kebaikan secara universal secara adil. Hal tersebut yang membuat seringnya terjadi benturan para kaum bumi datar dan pihak penegak hukum positif seperti pihak kepolisian.

    Akibat kebencian yang mendarah daging, perjuangan pihak kepolisian dalam memberantas teroris sering kali dikatakan sebagai konspirasi, rekayasa dan lain sebagainya. Padahal nyawa anggota polisi yang menjadi taruhannya untuk menjadikan negara ini aman yang berdampak akan berdampak pula pada perekonomian negara.

    Respon Positif Panglima TNI untuk Duet Bersama Polri

    Meskipun sang Panglima TNI tidak mengatakannya langsung, tetapi dukungannya akan revisi undang-undang anti teroris menujukkan respon positif, empati sekaligus memahami bahwa pihak kepolisian saat ini memiliki kesulitan tersendiri dalam membrantas teroris akibat payung hukum yang masih memiliki celah kelemahan.

    Bahkan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, alangkah bodohnya bangsa ini kalau masih menggunakan undang-undang (Anti-Terorisme) yang sekarang ini ( sumber ). Beliau juga memberikan pendapat dengan makin berkembang pesatnya teroris saat ini, Indonesia bisa menjadi tempat teroris berpesta jika undang-undang anti terorisme tidak segera diperbaiki. Bisa dikatakan, Indonesia saat ini masih menjadi tempat yang aman bagi teroris, karena undang-undang yang belum diperbaiki, itu terbukti dengan para pendukung teroris yang dengan terang-terangan menyatakan dukungannya di media sosial.

    Duet Maut TNI-Polri

    Menjadi duet maut, ketika TNI yang memang dipersiapkan untuk segala kemungkinan di medan perang, disatukan dengan Polri yang menguasai lingkup masyarakat, dimana teroris seringkali bersembunyi. Ah tentu saja itu menjadi teroris berfikir panjang jika bercokol di negara tercinta ini.


    Penulis :   Cak Anton     Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Bravo Jokowi, Teroris dan Bumi Datar Siap Dedel Duel Akibat Duet TNI-Polri Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top