728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 13 Juni 2017

    Benci-Benci Sayang ala PKS dan Gerindra ke Ridwan Kamil : Taubat Dulu, Baru Didukung

    Sepertinya Ridwan Kamil ini bak anak kesayangan yang dianggap sedang bandel oleh Gerindra dan PKS. Secara hitung-hitungan di atas kertas berdasarkan kemampuan bekerja dan elektabilitas sebetulnya hanya dua nama yang layak maju di Pilgub Jawa Barat dari sekian nama yang sudah beredar yakni Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi.

    Ridwan Kamil punya sejarah baik dengan PKS maupun Gerindra. Pada pencalonannya sebagai Walikota Bandung, RK maju di bawah bendera kedua partai tersebut. Oded Muhammad Danial, Wakil Walikota Bandung, adalah kader PKS.

    Tentu deklarasi RK untuk maju sebagai bakal Calon Gubernur Jawa Barat melalui Gerindra dipandang sebagai langkah mbalelo. Meski demikian Gerindra menyatakan masih mau mendukung RK asalkan RK mau insyaf dan berterus terang.

        “Ridwan Kamil saya harapkan harus menjabarkan menyampaikan secara resmi kepada warga Jawa Barat, khususnya Kota Bandung masalah sebenarnya apa sih?” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono.

        Sumber: https://tirto.id/gerindra-masih-buka-opsi-dukung-ridwan-kamil-cqu5

    Gerindra merasa heran karena menurut hitung-hitungan pilihan Ridwan maju lewat Nasdem yang hanya punya 5 kursi, sementara PKS-Gerindra ada 25 kursi, sangatlah merugikan RK sendiri. Mereka ingin mengklarifikasi kenapa RK tak mau maju lewat PKS-Gerindra lagi. Sepertinya pun di Pilkada Jawa Barat nantinya Gerindra akan kembali lagi berduet dengan PKS. Untuk kemungkinan ini Ferry sebetulnya masih mengemukakan kemungkinan masuknya nama RK asalkan mau menjelaskan alasannya dan insyaf. Plotnya adalah posisi Wakil Gubernur, sebab Calon Gubernur Jawa Barat dari Gerindra sepertinya akan diberikan pada Deddy Mizwar yang telah melakukan sejumlah pertemuan dengan Prabowo.


        “Wakilnya bisa Ibu Netty, bisa Pak Ridwan Kamil kalau Pak Ridwan Kamil insaf dan tobat kembali ke jalan yang benar. Kalau enggak, ini Nasdem dianggap sebagai pemecah belah karena kan sumbernya,”

    Senada dengan Gerindra, PKS pun meminta Ridwan Kamil bertaubatan nasuha karena dianggap ‘mengkhianati’ koalisi PKS-Gerindra.

        “Emil yang dulu terlalu dekat dengan PKS tapi ternyata demikian. Kami tidak meminta Emil insyaf, tapi taubat saja. Soalnya dulu tiba-tiba tidak ada kabar atau apa. Kalau taubat kan barang kali kami bisa terima juga. Taubatan nasuha tapinya,” kata Ketua Departemen Pembinaan Badan Legislatif Daerah DPP PKS Haris Yuliana.

        Sumber: https://www.merdeka.com/politik/pks-minta-ridwan-kamil-taubatan-nasuha.html

    Menurut saya, RK pasti punya alasan kuat mengapa sampai Ia kukuh tak ingin lagi maju dengan bendera Gerindra dan PKS. Alasan yang kemungkinan sama dengan keputusan Ahok untuk keluar dari Gerindra. Dua orang ini pasti melihat ada sesuatu yang kurang tepat dalam internal partai atau dalam tuntutan mereka ke Kepala Daerah yang mereka usung. Dalam sebuah wawancara RK pernah mengatakan bahwa alasannya mau diusung Nasdem karena partai itu tidak minta mahar dan tidak mensyaratkan dirinya jadi kader.

        “Iya, tidak pakai syarat. Tidak minta mahar, saya juga tidak punya duit, tidak perlu masuk partai, itu yang saya cari. Karena Gerindra mensyaratkan partai, Nasdem tidak mensyaratkan [jadi anggota]partai. Dan boleh milih wakil sendiri. Sudah.”

        Sumber: https://tirto.id/dua-partai-yang-terasosiasi-lawan-ahok-tidak-di-pihak-saya-cqca

    Pilihan ini tentu membawa resiko bagi RK karena bersama Nasdem ia harus mencari partai lain yang minimal punya 15 kursi di DPRD Jawa Barat. Belum lagi isu-isu khas yang selalu dilemparkan oleh dua partai yang menyuruh RK taubat itu juga hampir pasti akan dilemparkan kembali seiring keputusan RK menjadi lawan politik mereka. Istilah kasarnya ‘RK di-Ahok-kan’. Dan hal ini sudah mulai terjadi pada RK mulai dari isu gay, Syiah, sampai yang terakhir pun RK dikafir-kafirkan.


    Kita berdoa saja semoga RK tetap diberi ketenangan hati dan pikiran agar langkahnya di Jawa Barat tidak bisa dikalahkan oleh sengkuni-sengkuni partai. Dan RK harus belajar banyak dari Ahok yang cenderung melakukan pembiaran atas hoax yang beredar mengenainya. Karena banyak masyarakat yang gampang dibodohi dan dipengaruhi dengan serangkaian isu-isu miring apalagi kalau sudah membawa soal agama.

    Dan masyarakat Jawa Barat juga harusnya mau mulai belajar cerdas mana pemimpin yang mereka butuhkan untuk kemajuan wilayahnya. 10 tahun hanya diajak berdoa agar banjir tak lagi melanda atau malah ditinggal syuting sinetron dan iklan tentu bukan suatu pilihan yang baik. Jangan mudah ditipu daya dengan isu-isu menyesatkan hanya untuk kepentingan suatu golongan. Carilah pemimpin yang memang mau bekerja dan mengabdi untuk Jawa Barat.




    Penulis  :  Rahmatika    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Benci-Benci Sayang ala PKS dan Gerindra ke Ridwan Kamil : Taubat Dulu, Baru Didukung Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top