728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 30 Juni 2017

    Benarkah Rizieq Cinta NKRI? Tapi Kok Takut Pulang? Lebaran pun di Yaman!

    Setelah lumayan lama tidak terdengar. Akhirnya Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab berbicara dari Yaman lewat rekaman suara. Rizieq berpesan kepada para habaib dan ulama untuk cinta kepada tanah air dimana pun mereka berada.

        “Saya ingatkan bahwa habaib dari dulu sampai sekarang, dimana pun mereka berada, mereka selalu cinta pada negeri mereka, kepada tanah air mereka. Dan jadikanlah tempat kemana mereka lahir sebagai negeri yang hadir harus mereka jaga dan mereka pelihara,” ujar Rizieq, Senin (26/6/2017).

        “Maka dari itu para habaib yang lahir di Indonesia sejak dulu sampai hari ini tidak pernah bisa diragukan nasionalismenya, rasa kebangsaannya, cinta pada tanah airnya, sehingga mereka selalu berjalan dan berjuang untuk negeri mereka,” paparnya.

        “Maka dari itu saya ingatkan kepada generasi muda para habaib yang lahir di Indonesia, besar di Indonesia, belajar dari Indonesia, tidak pernah merasa sebagai orang asing. Jangan pernah merasa numpang, ini negerimu, ini tanah airmu yang wajib kau bela, yang wajib kau jaga, yang wajib kau pertahankan dari siapa pun yang ingin menghancurkannya,” tambahnya.

    Pertanyaannya, kenapa justru Rizieq yang takut pulang ke tanah air? Padahal kan Rizieq itu juga merupakan seorang habib, warga pribumi dan katanya cinta kepada NKRI. Ini kenapa milih berlebaran di Yaman dan bukan di negera tercinta Indonesia?

    Seharusnya kita bertanya pada Habib Rizieq Shihab, kok bisa Rizieq yang katanya adalah ulama, panutan umat, dan juga warga pribumi justru pergi dan takut pulang ke tanah air-nya? Kok bisa orang katanya nasionalismenya tidak diragukan malah lari dari tanah airnya dan sudah disuruh pulang tidak mau pulang?

        Jika Ibu Pertiwi bisa berbicara langsung kepada kita mungkin saja Ibu Pertiwi akan marah kepada kita yang mengaku Pribumi.

    Lalu apa pantas orang seperti itu disebut pribumi yang nasionalis dan cinta tanah air? Mungkin yang lagi kabur ke luar negeri itu lupa bahwa bangsa Indonesia memiliki sebuah Peribahasa yang mengatakan bahwa: Masih lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang.

    Lagi-lagi jika Habib Rizieq dibandingkan dengan Ahok ya jelas sangat jauh berbeda. Ahok itu kesatria, sementara Rizieq terlunta-lunta di luar negeri. Dibandingkan Rizieq, Ahok lebih berkualitas dari berbagai sisi. Dalam menghadapi kasus hukumnya, Ahok itu tidak lari ke luar negeri seperti Rizieq.

    Selain itu Ahok mampu betul-betul mencintai negeri dan rakyat Indonesia sebagai Pribumi. Ahoklah salah satu contoh pribumi yang taat hukum. Bahkan Ahok rela sekuat tenaga membenahi DKI Jakarta. Ahok tak takut walau harus menjadi musuh banyak orang jahat. Semua Ahok lakukan demi menjaga uang rakyatnya dari para maling dan preman-preman yang menjadi benalu bagi rakyat Indonesia. Bahkan, sangkin perkasa dan bersihnya Ahok, tidak sedikit lawan yang stress, kehabisan akal hingga harus secara politis “Meng-Ahokkan” Ahok. Sampai-sampai banyak orang yang rela menghambur-hamburkan uang ratusan miliar hanya untuk menjatuhkan Ahok.

    Kepada warga bumi datar, coba bayangkan berapa duit itu sudah dihabiskan Rizieq Shihab itu di luar negeri sampai saat ini? Sementara Buni Yani yang dianggap kaum bumi datar sebagai pahlawan justru dibiarkan menderita sendiri di tanah air dalam menghadapi kasusnya. Sampai-sampai Buni Yani curhat di twitter karena berharap agar kasusnya dapat dihentikan Presiden Joko Widodo.

    Entah Buni Yani sudah menyesal atau belum atas perbuatannya kepada Ahok kita tidak tahu. Lagipula, harusnya Buni Yani sadar dan dapat membandingkan penderitaanya dengan kesenangan yang didapatkan Habib Rizieq Shihab di luar negeri bisa sambil umroh dan berfoto-foto ria bersama para elit PKS.

    Maka dari itu, lebih baik pendukung Habib Rizieq Shihab ikut mendorong sembari mendoakan agar kasus-kasus Rizieq yang jumlahnya tidak satu itu cepat selesai. Tentu tidak elok rasanya jika orang-orang dibelakang Habib Rizieq Shihab terus mengharapkan belas kasihan dari Presiden Jokowi.

        Ke mana suara umat tujuh juta yang kemarin itu getol agar kasus Ahok segera diproses dan diselesaikan? Kenapa tidak terdengar lagi suara mereka agar kasus Habib Rizieq Shihab juga dapat segera diselesaikan? Ternyata umat yang katanya berjumlah tujuh juta itu sama sekali tidak berani berlaku adil. Padahal kan Tuhan itu sangat tidak suka dengan ketidak-adilan.

    Intinya, Rizieq dan yang lainnya itu tidak perlu lagi mengharapkan belas kasihan dari Presiden Jokowi dengan mengatas-namakan rekonsilisasi atau semacamnya, padahal tujuannya supaya kasusnya dihentikan. Keinginan bebas dari tuntutan hukum tanpa melewati proses hukum yang benar tentu bukan contoh warga yang taat dan menghormati hukum.

    Lagipula, Kita sudah sama-sama tahu kalau Presiden Joko Widodo itu terkenal tegas dan independen. Presiden Jokowi pantang sekali untuk mengintervensi kasus. Wong kasus Ahok saja tidak ada diintervensi Jokowi sedikitpun. Apalagi cuma seorang Rizieq?

    Apa Rizieq masih berpikir bahwa Presiden Jokowi orangnya bisa dipengaruhi termasuk oleh para pimpinan GNPF MUI? Pertemuan Presiden Jokowi dan GNPF tentu tidak akan berpengaruh terhadap proses kasus Rizieq.

    Jadi, Mari kepada Rizieq agar legowo menjalani kasusnya. Segeralah pulang ke tanah air dan dukunglah para penegak hukum agar segera menyelesaikan kasusmu. Sebagai panutan dan teladan bagi para pendukungmu, sebaiknya selesaikan dahulu seluruh kasusmu. Buktikan saja bahwa dirimu tidak bersalah. Indonesia adalah Negara hukum dan semua warga negara sama di muka hukum (equality before the law).

        Kalau tidak bersalah toh tidak akan dihukum kan? Lagian mau sampai kapan anda (Rizieq Shihab) ini lari dari kenyataan hidup dan takut pulang ke tanah air? Mau sampai kapan Rizieq bolak-balik ke berbagai Negara seperti Malaysia dan Yaman hanya untuk memperpanjang visa? Itu tentu sangat menguras kantong anda kan Habib Rizieq.

        Siapa yang tahan keluar duit terus untuk memperpanjang visa berulang-ulang agar tetap bisa tinggal di Arab? Kalau hanya Rizieq seorang masih mendingan. Ini beserta seluruh rombongan keluarga apa tidak mahal tuh biayanya? Setelah kali ini di Yaman, lalu ke depannya Negara mana lagi ya kiran-kira? Apa Yordania, Oman, Bahrain, atau mungkin Syiria?

    Apalagi sekarang di Saudi Arabia sudah tidak berlaku lagi masa amnesty. Saudi juga sudah mulai semakin tegas bagi siapa saja yang over stay atau tidak memiliki ijin tinggal. Apabila tertangkap, minimal harus bayar denda. Jika tidak bisa bayar denda malah bisa dipenjara.

    Jadi segeralah Rizieq pulang ke Indonesia dan selesaikan semua kasus hukum yang dituduhkan padamu. Kalau misalnya Rizieq merasa difitnah, ya mari hadapin saja. Bukannya yang memfitnah akan kalah? Bukannya kebenaran akan selalu menang? Buat apa takut kalau memang tidak melakukannya?

    Kalau memang Rizieq merasa tidak bersalah, Ya tidak perlu takut. Jalani saja prosesnya.

    Begitulah seharusnya.


    Penulis : Lae Saragih Mark     Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Benarkah Rizieq Cinta NKRI? Tapi Kok Takut Pulang? Lebaran pun di Yaman! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top