728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 09 Juni 2017

    Basi! Ikut Pansus Hak Angket KPK, 3 Fraksi Ini Beralasan Melindungi KPK

    Kalau Amien Rais menyebut KPK telah mengalami pembusukan saat mendatangi gedung DPR, maka ada yang salah dengan mata dan otak Amien yang sudah mulai pikun. Seharusnya Amien sadar bahwa lembaga yang sedang dikunjunginya tersebutlah yang pantas disebut sedang mengalami pembusukan terus menerus. Coba saja lihat bagaimana kelakuan mereka yang terus menerus menyerang KPK.

    Amien yang sudah tidak lagi percaya KPK bukanlah menjadi penentu bahwa KPK sudah tidak lagi dipercaya. Apalagi pernyataan Amien ini disampaikannya ketika dia sedang mengalami dugaan menerima aliran dana korupsi Alkes. Wajarlah kalau sedang dikait-kaitkan tentang sebuah kasus di KPK menyindir dan menyebut KPK macam-macam.

    Saya yakin, kalau ditanya mana yang lebih dipercaya, KPK atau DPR, maka sebagian besar rakyat Indonesia memilih KPK. Karena KPK memang lebih bisa dipercaya daripada DPR. Apalagi baru-baru ini, sebuah dagelan kembali terjadi. DPR yang sedang gagahan dengan KPK, melakukan manuver dengan menggulirkan hak angket KPK.

    Dagelan aneh terjadi saat memutuskan dibentuknya pansus hak angket KPK. Fahri Hamzah, pimpinan DPR dari partai Independen, dengan semena-mena mengetok palu untuk memutuskan pembentukan pansus. Meski menerima banyak penolakan, DPR toh akhirnya tetap membentuk pansus tersebut. Dari 10 partai yang ada, hanya 4 partai yang mendukung pansus dan telah membentuk susunan panitianya.

    Manuver pun terjadi. Pada detik-detik terakhir, 3 fraksi memasukkan nama dari fraksi mereka untuk dijadikan anggota pansus. Hebatnya, ketiga fraksi ini tanpa komando menjawab kompak apa yang menjadi alasan mereka pada akhirnya mengirimkan nama. Berikut adalah alasan mereka.

        Fraksi yang pertama kali berubah sikap adalah Gerindra. Meski begitu, mereka beralasan mengirim wakil di pansus untuk mengawal agar tidak ada upaya pelemahan terhadap KPK.

        “Setelah dikaji dan disepakati bersama, ternyata pansus bisa jalan terus tanpa lengkap. Dengan sikon (situasi dan kondisi) ini, bisa jadi kerugian kami jika kami tidak kirim utusan,” ujar jubir F-Gerindra Sodik Mudjahid, Selasa (16/5).

        “Sejauh ini KPK adalah lembaga yang masih cukup relatif dikatakan independen dan sampai hari ini tajinya masih diakui. Karena itu, kita berkepentingan duduk agar tidak ada upaya-upaya pelemahan,” sebut Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi).

        “Itu (Pansus Angket KPK) sudah terbentuk, kalau kami (PAN) nonton saja kalau ada yang melemahkan KPK itu bagaimana. Kami harus untuk mem-backup KPK,” ucap Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

    Mendengar alasan ini saya sontak saja tertawa tidak karuan. Bagaimana bisa, ketiga fraksi ini mau ikut pansus dengan tujuan agar tidak terjadi pelemahan terhadap KPK. Memangnya ini pansus apaan?? Ini pansus mau cari tahu tentang sebuah kasus, bukan sedang melakukan RUU KPK, Ataukah ketiga fraksi ini sedang dalam pemikiran yang berbeda??

    Panitia hak angket sendiri terbentuk atas inisiasi Komisi III karena KPK menolak membuka rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani terkait korupsi e-KTP. Jadi, ini sebenarnya mengenai bagaimana mereka bisa menguak fakta yang terjadi dalam kasus E-KTP. Tetapi, gara-gara masuknya tiga fraksi ini, maka muncul dugaan baru. Khususnya dengan masuknya PAN.

    PAN jelas punya maksud tersendiri mengapa mereka masuk dalam pansus ini. Kalau pansus sedang ingin menguakl fakta rekaman dan menyerang penyidik KPK, maka PAN menyasar jaksa KPK yang lancang menyebut nama dedengkot dan pendiri PAN, Amien Rais.

    Amien Rais sendiri dengan gamblang sudah menyatakan bahwa dia mendukung adanya pansus ini untuk membuka dugaannya sudah terjadi pembusukan di KPK. Pansus malah sedang diarahkan untuk mengevaluasi keberadaan KPK.

        “Kita buktikan lewat pansus angket yang sekarang hampir semua fraksi ikut. Saya tegas sekali, awas jangan sampai melempem, nanti rakyat kecewa. Sekarang siapa yang palsu, DPR atau KPK? Kalau yang palsu KPK, nanti ambil langkah-langkah yang demokratis. Kalau DPR palsu, biar rakyat berikan hukuman,” cetus Amien.

    Jadi, kalau tiga fraksi ini berlagak pasang badan untuk KPK, itu namanya pahlawan kemaghriban. BASI!! Orang sudah mau buka puasa, dia baru mau mulai puasa. Pahlawan yang ingin menolong, padahal sudah terlambat dan bahkan malah seperti jadi pionir untuk mengevaluasi keberadaan KPK melalui pansus tersebut.

    Sudahlah Gerindra, PPP, dan PAN. Tidak perlu berbasi-basi ria. Tidak ada logika yang manusiawi mampu menjelaskan kehadiran dalam panitia pansus adalah usaha untuk mencegah pelemahan KPK. Tidak usah ikut pansus dan paksa melalui lobi-lobi itulah pencegahan. Gabung pansus kok disebut mencegah pelemahan. BASI!!

    Salam BASI!!




    Penulis :    Palti Hutabarat   Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Basi! Ikut Pansus Hak Angket KPK, 3 Fraksi Ini Beralasan Melindungi KPK Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top