728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 16 Juni 2017

    Amien Rais dan Rizieq Shihab Bermain Api, Ahok di Penjara Kendalikan Api


    Sebelumnya saya sudah menulis artikel mengenai pertemuan Rizieq dan Amien Rais di Tanah Suci, Arab Saudi. Kedua orang ini sama-sama sedang berurusan dengan kasus hukum di Indonesia. Mereka adalah orang-orang yang berurusan dengan kasus-kasus yang berbeda.

    Rizieq berurusan dengan polisi dan sudah ditetapkan sebagai tersangka di dalam melanggar UU mengenai pornografi. Seorang ulama yang sempat tersohor dan sangat berpengaruh di dunia (katanya) Islam, jatuh hanya karena dugaan yang diterima oleh dirinya, yang sangat memalukan dirinya maupun laskarnya.

    Selain Rizieq yang dihantam kasus yang begitu bertolak belakang dengan statusnya yang adalah (katanya) ulama, Amien Rais pun demikian. Amien Rais yang dikenal sebagai tokoh reformasi pada tahun 1998, memiliki idealisme yang sangat tinggi, di dalam pemakzulan Soeharto.

    Sudah merupakan rahasia umum bahwa kinerja pemerintahan era orde baru merupakan kinerja yang sangat sarat dengan tindakan yang kita sebut sekarang sebagai ‘korupsi’. Memang uang-uang pelicin pada saat itu bukan dianggap sebagai tindakan korupsi, namun tidak berlebihan jika kita katakan uang ‘suap’. Esensi dari kedua hal tersebut adalah sama saja.

    Baik tindakan korupsi maupun tindakan suap, merupakan salah satu tindakan yang tidak etis dan merugikan kemaslahatan hidup rakyat secara umum. Hal ini pun menjadi salah satu tindakan yang sempat dihantam Amien Rais, ketika ia memimpin gerakan mahasiswa untuk memakzulkan Soeharto.

    Namun sekarang, perlahan namun pasti, kita melihat bahwa nama Amien Rais yang muncul di dalam pembacaan berkas jaksa KPK, justru bertolak belakang dengan idealisme yang pernah ia miliki pada era reformasi. Kedua orang ini, Amien Rais dan Rizieq Shihab merupakan orang-orang yang terjerat dengan kasus yang sangat bertolak belakang dengan citra diri yang mereka sudah bangun selama ini.

    Sekarang kita hanya tunggu pihak kepolisian yang berani untuk tegas di dalam menjalankan kedaulatan negara Indonesia, dengan menangkap Rizieq. Jika saya boleh bercanda sedikit, masakan Amien Rais yang sudah begitu tua dapat menemukan Rizieq dengan mudah, sedangkan polisi tidak bisa?

    Saya yakin polisi dengan akses dan wewenangnya sebenarnya dapat dengan mudah menangkap Rizieq, meskipun dirinya di Arab. Mungkin lain cerita jika memang ternyata negara Arab Saudi melindungi Rizieq dan menjamin keamanannya di sana.

    Lantas ketika kita diperlihatkan dengan seluruh fakta yang ada, api-api kebencian yang dimunculkan oleh kaum ontaleran dan ontalektual memengaruhi konstelasi politik dengan skala nasional, siapa yang menyebabkan hal ini? Apakah Ahok? Sulit bagi saya untuk mengatakan “bukan karena Ahok”. Karena memang Ahok lah yang menjadi penyebab dari kegaduhan ini.

    Lebih jauh lagi, kita harus belajar bahwa ternyata sesuatu yang namanya “penyebab kegaduhan”, tidaklah selalu salah.Kenyataan pahit harus kita terima, bahwa Ahok lah yang menjadi sumber api tersebut. Keberadaan Ahok sangat krusial di dalam pembentukan kedewasaan berpikir rakyat Indonesia.

    Statement-statement Ahok yang diedit oleh Buni Yani pun harus ada, dan ternyata memang ternyata efektif untuk membongkar kedok agama yang selama ini mereka lakukan dan yang mereka sembunyi di belakangnya.

    Ketika Amien Rais, Rizieq, dan para politisi busuk yang berjubahkan agama dan kesalehan mulai merasa di atas angin karena berhasil membakar semangat ‘tujuh juta’ laskar dan berhasil memenjarakan Ahok, masih ada satu titik yang tidak pernah bisa mereka bakar. Apakah itu?

    Hal itu adalah ‘kebenaran’ yang dihidupi oleh Ahok dan orang-orang benar. Mereka dapat menebarkan fitnah apa saja, mereka bisa saja menang saat ini. Namun masih ada satu hal yang pasti, Ahok sudah membuka tabir kemunafikan mereka, dan memberikan umpan lambung yang sangat nikmat kepada Pak Presiden Joko Widodo, para menteri, pihak kepolisian, bahkan TNI, untuk menumpas habis seluruh elemen masyarakat yang ingin menghancurkan Indonesia.

    Ternyata penjara tidak mematikan dan memadamkan semangat Ahok di dalam membela negara. Justru penjara menjadi tempat latihan Ahok di dalam mengendalikan seluruh konstelasi politik di Indonesia. Api tersebut sedang dikendalikan oleh Ahok. Mereka yang terbakar api, tidak bisa mengendalikan api.

    Ahok yang bisa mengendalikan api, ia sedang dipersiapkan oleh jeruji besi, untuk siap terjun kembali ke masyarakat dalam waktu yang singkat. Kita tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh Ahok, The Fire Bender.

    Betul kan yang saya katakan?




    Penulis :   Hysebastian   Sumber  : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Amien Rais dan Rizieq Shihab Bermain Api, Ahok di Penjara Kendalikan Api Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top