728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 06 Juni 2017

    Al-Izhar Bersama Kanisius, Ajak Kaum Muda Bangun Pluralisme

    Pelajar SMA Al-Izhar dan SMA Kolese Kanisius memperingati Hari Lahir Pancasila tahun ini dengan cara yang unik dan patut mendapat apresiasi. Mereka membanjiri foto dengan tagline atau slogan pluralisme untuk merawat perbedaan dalam semangat kebhinnekaan di Indonesia.

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pluralisme berarti : keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya); kebudayaan berbagai kebudayaan yang berbeda-beda dalam suatu masyarakat.

    Sedangkan dalam Wikipedia, pluralisme terdiri dari dua kata plural (beragam) dan isme (paham) yang berarti paham atas keberagaman.

    Ya apapun itu, intinya pluralisme adalah keberagaman yang perlu dijaga oleh masyarakat demi terjaganya keharmonisan antar agama, budaya, suku di masyarakat itu sendiri.


    Lanjut ke berita bahwa pelajar SMA Al-Izhar dan SMA Kolese Kanisius bergandengan tangan dalam membangun pluralisme di kalangan kaum muda.

    Dua sekolah dengan basis agama yang berbeda bergandeng tangan bangun pluralisme ? ya, fantastis. Disaat Indonesia sedang diguncang berbagai isu SARA. Kaum muda mulai bergerak melawan isu-isu tersebut. Saya hanya bisa berkata wow gila nih, kaum muda mulai berpikir cerdas untuk ikut serta menanggulangi masalah SARA di tanah air.


    “Adalah gerakan generasi muda yang ingin menjunjung tinggi nilai persatuan, tanpa dipengaruhi isu-isu pemecah belah kebhinnekaan Indonesia,” tulis akun @Ragamuda, Kamis 1 Juni 2017.

    Setidaknya ada tiga tagline yang dikampanyekan para pelajar dua sekolah itu diInstagram dengan tagar :

    #Pluralisme,
    #BersamaMerawatPerbedaan, dan
    #PekanPancasila.

    Ragamuda juga menyediakan templete foto dengan tagar #Pluralisme. Kampanye yang bertujuan untuk menyebarkan nilai-nilai persatuan di kalangan generasi muda ini, mendapat dukungan dari para netizen termasuk saya juga hehehe…


    Banyak para netizen yang ikut meramaikan tagar ini seperti pemilik akun @Poppyfitrisia yang mengaku bangga dan mendukung gerakan ini.

    “Ikut bangga dan bahagia, adik2 kita sadar utk merawat kebangsaan, menghargai perbedaan, menjaga agar tak tercerai-berai. Keep up your spirit,” tulis dia.

    Dukungan yang sama juga disampaikan pemilik akun @williamkartika, selain bangga atas kepedulian ini, dia juga berharap para pemuda dapat menjaga dan menghormati perbedaan.

    “#saya bangga terhadap para raga muda #tangis haru saya untukmu anak muda #jadilah masa depan dalam tradisi tertinggi kemanusiaan, yaitu penghormatan terhadap perbedaan,” tulis dia.

    Dan masih banyak lagi dukungan-dukungan yang terus dimunculkan oleh netizen. setidaknya saat ini sudah lebih dari 7.500 posting-an foto dengan tagar #pluralisme. Sedangkan, akun @Ragamuda sendiri sudah mencapai ribuan followers.


    Pemikiran cerdas yang selalu diwujudkan oleh para kaum muda Indonesia sering membuat saya kagum. Bagaimana tidak, saya sendiri juga bangga masuk dalam generasi ini yang selalu memiliki pemikiran kreatif dan inovatif dalam menghadapi suatu masalah, hehehe… tidak hanya bisanya bentrok dan tawuran sana sini.

    Ragamuda mendorong anak-anak muda Indonesia menjadi juru kampanye yang membawa pesan toleransi, pluralisme, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini suatu contoh gerakan kaum muda yang tidak hanya tinggal diam dalam menghadapi suatu masalah di negeri ini. Tetapi juga ikut serta dan aktif membangun kemajemukan bangsa. Ragamuda barulah contoh awal dalam perkembangan budaya keberagaman di kalangan kaum muda Indonesia, berdasar dengan sosial media yang saat ini telah menghinggapi seluruh masyarakat Indonesia.


    Merupakan contoh positif dari penggunaan sosial media yang selalu dianggap negatif oleh banyak orang. Ya, memang bagaikan mata uang yang memiliki dua sisi, sosial media dapat disalahgunakan untuk menebar kebencian, hoax, isu-isu SARA yang dapat mengacau negeri ini. Sebaran hoax menjadikan golongan sumbu pendek mudah mempercayai isu-isu tersebut.

    Tetapi, tentu tidak hanya dampak negatif saja yang didapatkan dengan penggunaan sosial media. Dengan penggunaan secara bertanggung jawab, sosial media dapat membantu menyadarkan masyarakat Indonesia yang selama ini telah diguncang bermacam isu. Salah satunya ya dengan ikut serta membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa yang memiliki berbagai perbedaan ini.


    Saya sendiri berharap agar ke depannya, perkembangan sosial media di Indonesia semakin maju dalam melawan hoax dan isu SARA. Masyarakat semakin cerdas dalam membedakan berita hoax dan tidaknya.

    Dan yang terakhir, mari kita dukung generasi muda bangsa untuk selalu memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Tak kenal menyerah memperjuangkan Pancasila dan NKRI.

    “Kita Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda kita tetap satu.”

    Begitulah kura-kura…



    Penulis   :   Eugenius Mario   Sumber   : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Al-Izhar Bersama Kanisius, Ajak Kaum Muda Bangun Pluralisme Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top