728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sabtu, 10 Juni 2017

    Aksi Bela Ulama 96 , Tolok Ukur Kekuatan Antara Rizieq Shihab Dan Pemerintah

    Aksi bela ulama 96 dipelopori FPI , untuk menekankan pemaksaan kepada pemerintah dengan dalil kriminalisasi ulama.    Dengan memanfaatkan nama ‘alumni 212’, dengan harapan alumni 212 berkumpul kembali mengulangi kesuksesan demo 212.    Kriminalisasi ulama dituduhkan kepada pemerintah , terkait Rizieq Shihab yang menurut FPI adalah korban politik.

    Sudah kita semua tahu, Rizieq Shihab kabur ke Arab Saudi , awalnya mau umroh.    Sehabis umroh di Arab Saudi, Rizieq Shihab ke Malaysia untuk menyelesaikan disertasi S3.    Ternyata omong kosong semua, karena sampai sekarang Rizieq Shihab takut pulang-pulang padahal sudah ditunggu oleh Firza Husein dengan setia.    Tidak lama di Malaysia, kembali lagi ke Arab Saudi…mau umroh lagi ?

    Otak cangkok saya tergeleng-geleng dengan ulah pengacara Rizieq Shihab.    Pengacara Rizieq Shihab bergaya cenderung provokator , tidak keliatan tuh profesionalisme dengan profesinya sebagai pengacara berani-berani mengancam pemerintah dengan balutan Islam.    Pemerintah dan khususnya Presiden Jokowi merasa tidak ada urusan sedikitpun dengan Rizieq Shihab karena Rizieq Shihab terjerat banyak kasus yang masuk ranah kriminal yang jadi wilayah tugas / tanggung jawab polisi.

    Kasus yang menjerat Rizieq Shihab, adalah kasus pelecehan lambang negara Pancasila , penghinaan budaya sunda ( sampurasun dipeleset menjadi campur racun ), dan banyak lagi kasus.    Yang paling seru adalah kasus chat mesum Rizieq Shihab – Firza Husein.    Dua alat bukti yang kuat cukup menjadikan Rizieq Shihab sebagai tersangka.    Firza Husein sudah lebih dulu dijadikan sebagai tersangka.

    Pengacara merangkap provokator , coba-coba mengaitkan kasus Rizieq Shihab dengan politik.    Pengacara menuduh pemerintah , terutama Presiden Jokowi merekayasa kasus Rizieq Shihab sebagai balas dendam terkait terjeblosnya Ahok ke penjara.

    Tuduhan pengacara tersebut menjadi alasan perlu ada demo lanjutan untuk menyampaikan protes FPI.   Demo lanjutan sudah tidak lagi membawa nama Ahok , tetapi membawa nama kriminalisasi ulama.    Demo FPI dengan nama “Presidium alumni 212, AKSI BELA ULAMA 96”.    Dengan tambahan kata-kata yang diusahakan membodohi orang yaitu “bela Ulama = bela agama , selamatkan Ulama = selamatkan NKRI”.

    Padahal jelas-jelas Rizieq Shihab tersangka ‘kasus chat mesum’, tidak ada sama sekali hubungannya dengan profesi ulama.    Kriminaliasi Ulama sekedar kedok penipuan untuk mengumpulkan kembali alumni 212 yang katanya tujuh juta-an orang.

    Hendaknya menggunakan Masjid Istiqlal lagi untuk aksi bela Ulama 96 dengan mengirim surat kepada pengelola Masjid Istiqlal.    Syukurlah, pengelola Masjid Istiqlal tidak memberi izin.    Keputusan pengelola Masjid Istiqlal menyusul keputusan polisi yang sudah duluan , juga sama yaitu polisi tidak memberi ijin untuk aksi bela ulama 96.

    Dasar FPI keras kepala, bukan nunut sama pengelola Masjid Istiqlal dan polisi.    Memang sudah jadi karakter khas FPI, suka memaksa dan tidak patuhi hukum.    Hukum di mata FPI satu-satunya adalah firman / kata-kata Rizieq Shihab.    Padahal seharusnya hukum Islam yang jadi rujukan FPI, pasti akan jadi warga negara yang baik dan mengabdi kepada negara.

    Aksi bela ulama 96 ngotot tetap digelar di Masjid Istiqlal kemarin.    Memang Masjid Istiqlal sempat penuh.    Banyak orang sholat jumatan.    Seusai sholat jumatan, banyak orang malah memilih pulang.    Tinggal sedikit orang, ya Masjid Istiqlal jadi sepi-sepi.

    Banyak orasi bahkan diperkeras-keras sampai sore hari toh tetap belum sukses , tidak banyak orang tertarik berkumpul dalam aksi bela ulama 96.    Nah, bisa dilihat kekuatan antara Rizieq Shihab dan pemerintah.    Siapa menang ya?    Kami tidak perlu jawab, pasti kalian sudah pinter menjawab hehehe.  Kalau jawaban anda betul….sana , ambil sepeda. Eeeh bukan saya yang bilang.    Ambil sepeda di istana ,kata Presiden Jokowi.    Jelas hasilnya dari aksi bela Ulama 96 sebagai tolok ukur kekuatan antara Rizieq Shihab dan pemerintah.

    Tentunya Rizieq Shihab mengharapkan kesuksesan aksi bela ulama 96, karena menyangkut kepentingannya sendiri.    Terlebih lagi , kerinduan Rizieq Shihab kepada Firza Husein sudah memuncak.    Jadi pengen cepat-cepat pulang.   Tetapi harus mengamati kondisi dulu, aksi bela ulama 96 berhasil atau gagal.

    Hasil dari aksi bela ulama 96 kemarin memaksa Rizieq Shihab memperpanjang persembunyiannya di Arab Saudi.    Tinggal nyali polisi , berani tidak menjemput paksa Rizieq Shihab.

    Tidak mau kalah sama Rizieq Shihab, saya juga bersembunyi.    Dalam permainan petak umpet.



    Penulis  :  Winarno   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Aksi Bela Ulama 96 , Tolok Ukur Kekuatan Antara Rizieq Shihab Dan Pemerintah Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top