728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 08 Juni 2017

    Akhirnya JPU Cabut Banding Kasus Ahok! Tebak Siapa yang Kejang-Kejang?

    Sebelumnya, Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ali Lubis mengatakan bahwa pembatalan upaya banding Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, hanya strategi Ahok untuk mendapatkan pengajuan peninjauan kembali (PK). Menurut Ali, PK dapat diajukan kembali jika ada bukti baru, pernyataan atau keterangan yang bertentangan, maupun kekhilafan hakim atau kekeliruan secara nyata.

    Tidak sedikit para haters juga mengatakan bahwa pencabutan banding Ahok ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan Ahok untuk menarik simpati publik. Ada juga para haters mengatakan bahwa Ahok lebih menikmati fasilitas di Mako Brimob yang mewah, ketimbang fasilitas di rumahnya sendiri.

    Sebelumnya kita tahu bahwa istri Ahok, Ibu Veronica Tan datang langsung ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk membatalkan banding Ahok. Adapun Ahok divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim PN Jakarta Utara karena melanggar Pasal 156a KUHP, yang seharusnya sesuai dengan tuntutan jaksa, Pasal 156 KUHP mengenai penodaan agama.

    Namun jaksa penuntut umum (JPU) sempat melakukan banding mengenai kasus Ahok, yang menurutnya tidak sesuai dengan tuntutan awal. Belakangan ini kita tahu bahwa jaksa penuntut umum (JPU) diberitakan juga ikut langkah Ahok, yaitu mencabut banding atas putusan majelis hakim PN Jakarta Utara.

    Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasoloan Sianturi mengatakan PN sudah menerima berkas cabut banding dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara pada hari selasa, 6 Juni 2017. Alasan JPU tidak disampaikan. Sesuai dengan aturan, PN Jakarta Utara akan melakukan sosialisasi kepada penasihat hukum Ahok.

    Setelah melakukan pemberitahuan kepada kuasa hukum Ahok, PN Jakarta Utara lantas mengirim berkas pencabutan banding ke PN DKI Jakarta. Seharusnya PN Jakarta akan memberikan respons atas pencabutan banding oleh kedua pihak, baik terdakwa maupun pihak penutut.

    Untuk mengantisipasi sidang banding, Pengadilan Tinggi Jakarta sudah menyiapkan lima orang hakim untuk memeriksa dan mengadili ulang kasus tersebut. Jaksa penuntut umum yang menuntut Ahok 1 tahun penjara, akhirnya mencabut banding. Lantas apa alasan pencabutan banding tersebut?

    Sederhananya, jika saya merupakan seorang jaksa yang menuntut orang lain kepada sang hakim, tentu saya akan sangat senang jika ternyata vonis hakim lebih tinggi dari apa yang saya tuntut. Namun rasanya kita tahu bahwa JPU pun masih memiliki hati nurani, sehingga sempat mengajukan banding.

    Namun di dalam pengajuan banding, JPU tentu akan membuka celah untuk Ahok terjerumus ke dalam vonis yang lebih dalam. Bisa saja hukuman dapat diperpanjang, karena pengajuan banding ditolak oleh hakim.

    Melihat dari keadaan lembaga yudikatif yang sedang miris dan rentan, kita tentu tahu bahwa ada orang-orang yang memiliki kekuatan, yang mungkin saja mengatur dan mengontrol gerak gerik hukum di Indonesia. Bayangkan saja di dalam vonis hakim untuk kasus Ahok, dibuat dua kali lebih berat dari tuntutan Jaksa.

    Padahal kita tahu kasus Ahok merupakan vonis dari pasal-pasal yang masih tidak sempurna. Tentu para pendukung Ahok akan menerima jika vonis hakim sesuai dengan tuntutan JPU, namun melihat dari vonis dua tahun, para pendukung Ahok tidak terima. Bahkan hal ini pun disorot sampai ke media internasional dengan judul-judul pemberitaan yang tidak enak dilihat.

    Pencabutan banding dari pihak JPU dan Ahok menjadi sebuah konsekuensi logis yang harus diterima, melihat situasi politik saat ini. Jangan sampai kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, dapat muncul. Ahok adalah orang yang rela menerima putusan hakim, dan siap untuk dihakimi. Berbeda dengan Rizieq, yang sampai sekarang menghilang dan takut bertemu pihak kepolisian. Jelas sekali perbedaannya.

    Dengan pencabutan banding dari Ahok dan juga JPU, tentu ada pihak-pihak yang bercokol di lembaga yudikatif mulai kejang-kejang. Khususnya orang-orang yang memiliki koneksi dan akses langsung kepada lembaga tersebut. Orang ini licin, sulit ditebak, sebut saja dia ‘the old man’. Memang sebaiknya Ahok tetap tenang menjalankan kehidupannya tanpa perlu banding-membanding, apalagi kabur seperti Rizieq. Hahaha

    Melihat kinerja hakim saat ini, tentu terlalu riskan dan berbahaya jika pengajuan banding tidak terkabul, dan bahkan akan memberatkan Ahok. Dengan pencabutan banding dari kedua pihak, Ahok dan JPU, tentu sudah mematahkan pemberitaan miring selama ini bahwa Ahok tarik simpati rakyat!

    Betul kan yang saya katakan?




    Penulis :    Hysebastian   Sumber :  Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Akhirnya JPU Cabut Banding Kasus Ahok! Tebak Siapa yang Kejang-Kejang? Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top