728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 21 Mei 2017

    Waspadai! Isu Bela Ulama Akan Terus Dibangkitkan!

    LIAR !

    Tunggu! Jangan berkonotasi negatif ya ? Sedikit-dikit langsung berpikir chat mesum ? Ah dasar otak mesum lu. haha..

    Memang sangat kontras nyatanya, sebelumnya Habib yang berjubah putih rapat, lengkap dengan surbannya tampak alim dimata pendukungnya, tiba-tiba tak tahu kenapa jadi liar luar biasa. Entah pas kejadian chat seks itu Habib Rizieq waktu nya lagi longgar tidak ada “kerjaan” atau pas ada setan yang suka menggoda manusia lagi lewat. Kalau akhirnya kejadian chat seks itu terjadi, artinya Habib Rizieq masih manusia yang punya nafsu bukan Malaikat yang tanpa nafsu. Namun entah kenapa kesuciannya masih diyakini oleh para pengikutnya.

    Disini penulis tidak bisa menyalahkan para pembaca, sebabnya sejak chat seks itu muncul, habib rizieq dengan firza kemudian menjadi satu paket, istri sah sang Habib malah kalah, hilang entah kemana. Bila habib rizieq disebut entah mengapa langsung terpampang bayangan firza husein, begitu juga sebaliknya. Betul kan? Pasti begitu pikiran anda ?

    Apa ini yang sering disebut para peneliti, bahwa pornografi sangat merusak otak manusia ?

    Kalau memang begitu kita semua paham betapa sangat destruktifnya pornografi.

    Kembali ke permasalahan, sejak pemeriksaan chat seks ini mulai diproses kembali, kita dipertontonkan oleh opini yang kadang tak masuk dinalar kita. Apalagi semenjak status firza husein naik menjadi tersangka, semakin tak masuk diakal opini-opini yang beredar dimasyarakat.

    Dimulai dari opini pengacaranya dan kemudian dengan massive pengikut fanatiknya beropini yang sungguh sangat dangkal sekali. Jangan terkejut kalau nantinya anda tahu, bahwa mereka juga orang yang terpelajar! Opini-opini ini memang sengaja secara liar dilempar ke publik.

    Opini Ngawur Pengacara Kapitra Ampera

    Seperti diberitakan, Kapitra menerangkan kliennya tidak akan datang memenuhi panggilan polisi, dia menegaskan hal itu sebagai bentuk protes dari Rizieq.

    “Habib Rizieq tidak akan datang, karena ini bentuk protes, karena peristiwa hukumnya tidak ada, kalaupun ada tidak ada hubungannya dengan Habib Rizieq, orang yang mendistribusikan dan memproduksinya. Itulah yang harus diperiksa,” terang Kapitra di AQL, Tebet Utara, Jaksel, Selasa (16/5).

    Ini kan aneh, seorang pengacara tidak paham masalah pidana ?

    Undang-Undang No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi menjelaskan bahwa pornografi yang dimaksud tidak hanya berupa gambar. Akan tetapi termasuk juga perkataan atau tulisan. Nah dalam chat seks itu percakapan antara Habib Rizieq dengan Firza Husein memenuhi unsur konten pornografi. Dari percakapan saja sudah terpenuhi unsur pornografi, belum point, menyuruh seseorang untuk menjadi model pornografi. Sampai disini jelas terbantahkan opini ngawur pengacara Habib Rizieq.

    Komentarnya yang lain :

    “Ini muatan politiknya begitu kental sehingga Habib Rizieq harus menjadi target pembunuhan karakter dan untuk menyandera aktivitas bela umat dan bangsa atas kesetiannya terhadap NKRI dan Pancasila,” ungkapnya.

    “Penjemputan paksa terlalu berlebihan karena Habib Rizieq bukanlah teroris atau koruptor. Lagipula Habib Rizieq hanyalah sebagai saksi,” ujarnya.

    Kalau berbicara ada muatan politis, kasus ini diproses beberapa bulan yang lalu, saat masih bergejolaknya pilkada DKI. Kembali tak masuk akal dan asal bunyi pengacara ini. Polisi juga menegaskan ini merupakan kepentingan penegakan hukum semata karena ada laporan dari masyarakat. Lihat juga pernyataannya mengenai status Habib Rizieq yang hanya sebagai saksi. Memang benar statusnya masih saksi, oleh karena itu Polisi memanggil Habib Rizieq untuk dimintai keterangannya, eh malah kabur, kalau memang benar kenapa harus kabur ? Hal ini malah semakin menguatkan kebenaran chat seks ini dilakukan oleh Habib Rizieq dan Firza Husein.

    Opini pembenaran terus dikeluarkan oleh pengacara satu ini, agar terbentuk persepsi clientnya bersih, tidak bersalah. Ini yang harus rutin kita bantah dan patahkan dengan data-data yang ada. Karena semakin dibiarkan semakin kuat persepsi mereka.

    Opini Dangkal Para Pendukung

    Tak kalah dangkalnya, pemikiran dari para pendukung fanatiknya. Penulis bahkan sampa terheran-heran, pendidikan mereka tidak rendah-rendah amat, bahkan yang penulis ketahui ada yang punya gelar S-2 malahan.

    Banyak sebenarnya gambar yang ingin penulis posting disini, namun akhirnya penulis fokuskan pada 1 gambar. Status ini disebarkan atau disengaja memang untuk diviralkan.

    Melihat status ini sungguh miris. Kenapa ? karena umat islam yang 200 juta juga percaya pada ulama. Namun ulama dalam arti yang sesungguhnya. Dan jelas umat islam yang 200 juta mendukung perjuangan para ulama itu, yang mengajarkan cinta, kasih, dan toleransi kepada umat beragama yang lain di bumi pertiwi ini.

    Kalimat dalam status ini juga sangat tendensius, seolah-olah menggambarkan Ulama, dan Habib Rizieq sedang disudutkan atau dipojokkan. Padahal Habib Rizieq baru sebatas diminta sebagai saksi, itupun terus mangkir, catat : melawan proses hukum. Kalau bersandar pada asas praduga tak bersalah, okelah, namun Habib Rizieq harus datang, dan buktikan saja dipengadilan, tak usah terus memojokkan Polisi dengan opini sesatnya. Tak ada WNI yang kebal hukum. Kalau ulama yang melakukan tindak pidana jadi kebal hukum, bisa-bisa nanti bermunculan banyak ulama Kw di negeri ini.

    Kemudian amati juga tanggalnya ? tanggal 20 Mei 2017 ? Anda bisa menangkap pesannya ? 🙂

    Sangat disayangkan, karena sebagian yang mem posting status ini, orang terpelajar, namun pemahamannya sangat dangkal sekali. Hanya karena fanatisme yang terlalu berlebihan, sehingga membutakan nurani. Status ini juga bernuansa provokatif dan penuh hasutan, penulis akan ulas lebih mendalam di point selanjutnya.

    Opini untuk membentuk persepsi ulama dikriminalisasi

    Kondisi seperti ini sepertinya sengaja diciptakan. Opini memang sengaja dibentuk. Karena sang Dalang tahu betul betapa fanatik para pengikutnya. Amati saja, sebelum vonis ahok diketok, muncul drama sniper yang meleset, lalu terbang umroh katanya. Agak janggal bukan ? seolah-olah Habib Rizieq sudah tahu ahok pasti dihukum berat. Dan dia tahu cepat atau lambat kasus chat seksnya akan dibuka kembali. Lalu saat chat seksnya mulai digulirkan kembali Pengacara nya mulai beropini, membentuk persepsi, bukan kepada 200 juta muslim yang nalar, tetapi kalau penulis amati, sebenarnya persepsi-persepsi itu dibentuk untuk para pengikutnya yang konon katanya berjumlah 7 juta manusia.

    Awal saat para saksi kembali diperiksa, hanya pengacaranya saja yang beropini, bersuara, para pengikutnya masih diam, mungkin sedang syok saat itu. Namun beberapa hari kemudian Anda pasti tahu, bantahan-bantahan mulai bermuculan dimedia sosial, sangat massive, dan terstruktur sekali. Nah, mulailah para pengikut nya membela ulama yang dianggapnya suci.

    Sang Dalang sangat tahu benar kekuatan pengikutnya ini, fanatik sempit kalau dikata, tinggal buat saja konten berupa gambar atau video yang temanya membela habib rizieq, satu kali klik share pastilah dengan massive menyebar ke seantero penduduk 7 juta itu. Dan bergeraklah mereka. Sang Dalang sangat tahu caranya untuk menggerakkan masa 7 juta itu. Mudah sekali bagi sang dalang, hanya dengan mengangkat isu sentimen keagamaan saja.

    Dan tugas Habib Rizieq tinggal bersembunyi selama mungkin, entah ketakutan, atau berlindung atas nama HAM yang dulu diplesetkannya menjadi Hak Asasi Monyet. Sambil terus membangun opini-opini yang sensitif dan menyesatkan, yang cenderung memecah belah bangsa. Sampai disini saja kita tahu Habib Rizieq tak layak lagi menjadi panutan.

    Julukannya saja Singa Padang Pasir; harusnya tak ada rasa khawatir sedikitpun menghadapi persidangan. Tinggal datang dan bela dirinya saja di pengadilan nanti. Toh pasti para pengacara dan pendukung fanatik akan memenuhi ruang persidangannya. Kalau memang tidak melakukan, pasti Habib Rizieq akan dengan mudah mematahkan argumen-argumen dari Jaksa dan Hakim di pengadilan nanti. Tak perlu berteriak-teriak, tinggal pulang, datang, dan selesaikan dengan jantan.

    Kita tunggu saja sampai Habib Rizieq kembali ke Indonesia atau pulang dijemput paksa, sehingga semakin jelaslah permasalahannya nanti. Atau dia akan selamanya menetap disana dan berganti julukan kucing padang pasir.

    Membangkitkan (kembali) Sentimen Bela Ulama

    Nah disisi lain, inilah point yang akan Sang Dalang manfaatkan, mereka akan bangun kekuatan kembali saat ini dengan tagline “Bela Ulama”. Mengapa ulama harus dibela ? karena asumsi mereka ulama dikriminalisasi, ulama dicari-cari kesalahannya. Padahal yang benar-benar ulama di Indonesia ini sangat banyak, akhlak mereka sangat bagus dan mereka layak disebut sebagai ulama, sangat beda jauh dengan ulama satu ini. Dan Ulama yang sebenarnya pastilah ulama yang cinta kerukunan, cinta kedamaian. Isu Bela Ulama dengan kriminalisasi ulama ini akan mereka pakai dan manfaatkan. Mereka akan benturkan kembali massa yang 7 juta ini dengan Pemerintah. Analisa saya mereka saat ini hanya menunggu momen yang pas, sambil menimbang-nimbang siapa yang pantas menjadi komandan baru pemimpin massa itu. Isu Bela Ulama itu sangat sensitif bagi mereka.  Ini yang akan mereka gunakan. Mereka tak peduli dengan keutuhan Bangsa ini.

    Walaupun Polisi dan TNI saat ini sudah bisa memetakan kekuatan-kekuatan mereka, tak ada salahnya untuk terus mewaspadai isu ini. Habib Rizieq hanyalah 1 dari sekian ulama yang dijadikan icon perlawanan dalam membangkitkan aksi Bela Ulama. Ingat masih ada Ustadz Tengku Zulkarnaen yang tweet nya berisi ujaran-ujaran provokatif, juga ada Alkhottoth ustadz yang ditangkap karena merencanakan makar.

    Aksi Bela Ulama Terbaru

    Yang terbaru aksi 205 di Pontianak sudah menunjukkan pergerakan mereka. Mereka kebetulan saja mendapatkan momentum  pidato Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis yang ditengarai SARA.

    Dalam pidato tanpa teks dan sekarang rekamannya tersebar di media sosial, Cornelis, menegaskan, Rizieq dan Tengku Zulkarnaen dilarang masuk ke Kalimantan Barat, karena tukang menebar kebencian terhadap umat non Islam.

    Sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis, menegaskan, tetap berada di barisan paling depan untuk mencegah Rizieq dan Tengku Zulkarnaen masuk lagi ke Kalimantan Barat, di dalam melakukan berbagai bentuk provokasi kepada masyarakat.

    Tengku Zulkarnaen diltolak masyarakat Suku Dayak di Bandar Udara Susilo, Sintang, Kabupaten Sintang, Kamis, 12 Januari 2017, karena dalam ceramahnya di Riau, Oktober 2016, menyebut orang Dayak tidak layak masuk surga, karena sebagai orang kafir derajatnya lebih rendah dari binatang.

    Sedangkan Rizieq dalam banyak kesempatan, selalu menyebutkan orang di luar Islam, merupakan kelompok kafir.

    Lihat lagi-lagi muaranya pada Habib Rizieq, memang luar biasa sekali habib satu ini, dan isu pidato Gubernur Kalimantan Barat, Cornelius tentu saja akan terus mereka goreng.

    Amati saja polanya sama, mengerahkan masa untuk menciptakan pressure atau tekanan, “memaksakan” kehendak, mengatas namakan ummat, dan ini harus diwaspadai bersama. Karena bukan tak mungkin akan ada jilid Bela Ulama berikutnya.

    Seandainya saja Habib Rizieq tidak terjerat kasus pornografi, penulis yakin pasti yang memimpin masa sang Habib. Naas sekali sekarang Habib sedang ketakutan menghadapi kasus memalukan itu.

    Kegaduhan Akan Terus Diciptakan

    Para perusuh negara ini tak akan berhenti merongrong pemerintahan yang sah sampai mereka berkuasa. Kegaduhan demi kegaduhan terus saja mereka ciptakan. Menghambat kinerja pembangunan, sehingga rendah kepercayaan masyarakat dengan tujuan melemahkan dan menurunkan wibawa pemerintah yang sah saat ini.

    Kepentingan mereka terusik, karena pemerintahan Jokowi sekarang ini sangat akuntabel, transparan, mengelola negara dengan baik, membabat habis para mafia di negeri ini. Semua kehilangan ladang basahnya.

    Kita lihat saja saat ini Presiden Jokowi seperti sedang “dikeroyok” dari dalam maupun dari luar. Sebagai Rakyat yang cinta kepada negeri ini, kita tidak sepantasnya diam saja. Kita lawan terus opini-opini yang dangkal dan menyesatkan. Sudah saatnya kita Bela Negeri kita Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi ?



    Penulis :  Shiva   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Waspadai! Isu Bela Ulama Akan Terus Dibangkitkan! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top