728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Tuhan Ijinkan Ahok Masuk Penjara…

    Seminggu yang lalu Ahok telah menulis surat yang ditujukan kepada semua simpatisan, relawan, dan para pendukung Ahok dimanapun berada. Surat yang membuat begitu banyak pasang mata menitikkan air mata sedih, tak terkecuali istri tercinta Ahok, Veronica Tan. Sosok yang selalu mendampingi Ahok dengan amat setia. Ia tak berhasil menahan air matanya jatuh berderai saat membacakan surat tulisan tangan suaminya itu.

    Surat Ahok menjadi pembicaraan dan perbincangan dimana-mana. Anasir-anasir politik mulai dari yang paliang liar sampai yang paling logis bertebaran dimana-mana. Intinya hanya satu: Surat Ahok telah membuat paradigma orang berpikir menjadi terbalik-balik. Ia membolak-balikkan apa yang selama ini menjadi ciri khas dunia, balas kejahatan dengan kejahatan yang sama, bahkan jikalau perlu balaslah dengan lebih sadis lagi.

    Ketika dunia mengukur sempurnanya kebahagiaan dengan materi, Ahok malah mengembalikan uang begitu banyak yang masih bisa menjadi ‘hak’nya apabila ia tidak secepat itu mengirimkan surat pengunduran diri.

    Tatkala dunia terbiasa membalas orang yang sudah menyakiti, menghianati dan berbuat jahat, dengan cara-cara yang kerap nampak amat manusia serta masuk akal yaitu gigi ganti gigi, mata ganti mata. Ahok malah mengatakan, “….Tetapi saya telah belajar mengampuni dan menerima semua ini…..”

    Jika demi kebaikan berbangsa dan bernegara maka ia dengan kesederhanaan rela mengosongkan dirinya, menepi dan mengampuni semua yang telah menjahati dirinya. Membiarkan dirinya terbelenggu di balik jeruji besi yang kejam itu. Mendekam dalam ruang sempit dan terbiarkan.

    Ia masih bisa tersenyum dan mengampuni orang. Walaupun di luar sana sempat ada anak-anak kecil yang berpawai obor sambil teriak menyanyikan lagu …..bunuh Ahok…bunuh Ahok…. Di saat bersamaan bom bunuh diri meledak, tiga polisi pun tumbang pada aksi super bodoh itu.

    Saya yakin, kalaupun Ahok tau berita itu pasti dia tak akan menuntut anak-anak yang bernyanyi tersebut, melainkan ia akan dengan tulus mendoakan anak-anak yang sebetulnya tidak tau apa-apa namun telah diajari dan ‘diracuni’ oleh orang-orang dewasa sesat pikir. Mereka yang sudah kehilangan akal sehat dan mati nuraninya.

    Lalu satu kalimat lain dalam surat itu ia menampar kita begitu keras. Ahok menulis, “Mari kita tunjukkan bahwa Tuhan tetap berdaulat dan memegang kendali sejarah setiap bangsa. Kita tunjukkan bahwa kita orang yang beriman kepada Tuhan Yang Masa Esa pasti mengasihi sesama manusia, pasti menegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia.”

    Ia rupanya menempatkan kepercayaan terhadap kekuasaan Tuhan sungguh-sungguh di atas apapun yang menjadi keyakinannya sebagai manusia biasa. Kendali sejarah bangsa Indonesia ke depan tetap ada di tangan Tuhan, seberapa kuatpun orang berusaha mengubahnya.

    Setiap orang boleh saja dan bebas-bebas saja mereka-reka yang jahat, tetapi percayalah bahwa Tuhan selalu akan menyiapkan rancangan terbaikNya kepada setiap orang atau setiap bangsa yang atasnya Ia berkenan. Itu janji Tuhan. Meskipun tak jarang kelihatannya seperti tidak masuk akal. Melampaui segala akal pikiran manusia.

    Kita hanya diminta untuk tetap setia berbuat baik terhadap sesama manusia, jangan balas kejahatan dengan kejahatan tetapi balaslah kejahatan dengan kebaikan. Berdoalah bagi orang yang memusuhimu. Hanya dengan begitu maka pintu keberkahan Tuhan akan terbuka bagimu. Hanya dengan begitu, maka agama dan kemanusiaan akan dimuliakan dan dihargai.

        Dennis Prager, seorang penulis dan pembicara publik terkenal asal Amerika membahasakannya dengan manis, katanya begini:  Kebaikan adalah tentang karakter berintegritas, kejujuran, kebaikan hati, kemurahan hati, keberanian moral, dan semua yang sejenis itu. Lebih dari semua itu, adalah tentang bagaimana cara kita memperlakukan orang lain.

    Di akhir suratnya Ahok kembali menyuarakan kebenaran Ilahi, yaitu bahwa segala pengharapan hanya boleh disandarkan pada satu kemutlakkan, yaitu ke dalam tangan Tuhan. Put your hope in the Lord now and always (Mazmur 131 ayat 3) – Berharaplah kepada Tuhan dari sekarang sampai selama-lamanya.

    Lalu keyakinannya itu dikunci dengan sangat meyakinkan dengan mengatakan: The Lord will work out his plans for my life (Mazmur 138 ayat 8a) — Tuhan akan menyelesaikannya bagiku!

    Manusia hanya wajib berusaha sebaik-baiknya dalam kehidupan ini, urusan berhasil atau tidak itu sudah menjadi urusannya Tuhan. Anda hanya wajib meminta dan wajib berharap serta wajib bersyukur. Masalah keputusan diberi atau tidak, berhasil atau tidak, itu lain soal. Dikabulkan atau tidak, semuanya tetap dalam kendali Tuhan. DIA yang menentukan, lain tidak.

    Lanjutan dari ayat yang dikutip Ahok dari Kitab Mazmur itu adalah ini: Ya Tuhan, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kau tinggalkan perbuatan tangan-Mu! Menjelaskan kepada kita bahwa kita harus sepenuhnya berserah serta berharap kepada Tuhan, meminta memohon kasih setia Tuhan hadir di setiap langkah kehidupan kita sekarang sampai selama-lamanya.

    Menurut tradisi, Kitab Mazmur atau Zabur itu ditulis oleh Raja Daud. Sebenarnya kitab ini merupakan kumpulan 150 syair nyanyian (mazmur) yang berisi berjenis-jenis puisi berupa doa, nyanyian pujian, ratapan, doa penyesalan, dan banyak hal lainnya. Salah satu mazmur gubahan Daud yang paling terkenal adalah Mazmur 23 yang mengakui bahwa “Tuhan adalah gembalaku“. Seorang gembala tidak mungkin meninggalkan kawanan domba yang digembalainya.

    Kita manusia harus belajar dari sejarah, karena memang kendali sejarah sebuah bangsa ada dalam tangan Tuhan. Ketika Tuhan mengharuskan kehendakNya yang berlaku, maka sekeras apapun kita berusaha menolaknya, kehendak Tuhan tetap yang akan menang. Ini harus kita terima dan syukuri.

    Tak boleh ada keraguan sekecil apapun dalam hati kita untuk percaya bahwa Kehendak Tuhan tidak pernah salah. Ia juga tidak pernah datang terlambat. Tidak pernah lepas tangan apalagi cuci tangan. Ia tidak akan meninggalkan perbuatan tanganNya.

    Ahok harus masuk penjara pun niscaya karena Tuhan mengijinkan hal itu terjadi. Kalau Tuhan sudah menghendaki atau sudah mengijinkan suatu hal terjadi, itu berarti DIA punya rencana dan rancanganNya sendiri dalam kehidupan seseorang.

    Dengan demikian, benarlah apa yang Ahok imani dari Kitab Mazmur Daud yang dikutipnya, “Dia akan menyelesaikannya bagiku!” Atau meminjam istilah Ahok, Tuhan akan mengerjakan rancanganNya atas hidupku.

    Sempurna.

    Begitulah kura-kura……



    Penulis :  Michael Sendow   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tuhan Ijinkan Ahok Masuk Penjara… Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top