728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 30 Mei 2017

    Tuding PDIP dan Istana Negara PKI, Ustad Alfian Tanjung Kini Tersangka

    Ustad Alfian Tanjung kini telah ditetapkan sebagai tersangka di Bareskrim Polri. Di akun Twitternya, Ustad Alfian Tanjung menyebut bahwa 85% PDIP isinya kader PKI. Selain itu dalam ceramahnya, Ustad Alfian Tanjung juga menyebut bahwa rapat-rapat di Istana Negara saat ini dipimpin oleh sederet kader-kader PKI.

    Akibat dari kebebasan berbicara yang salah kaprah dan tanpa didukung data yang akurat serta bukti-bukti yang sahih, Ustad Alfian Tanjung harus menelan pil manis asam asin rasa nano-nano. Ia kini ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan oleh PDIP ke Polisi dan juga disomasi  Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

    Sebelumnya, Teten Masduki telah meminta Ustad Alfian Tanjung untuk menarik ucapannya.yang menyebut bahwa rapat-rapat di Istana Negara saat ini dipimpin oleh sederet kader-kader PKI dan menganjurkannya untuk meminta maaf, namun tidak direspons sama sekali oleh Ustad Alfian Tanjuing.

    Inilah akibatnya kalau kebebasan berbicara yang asal njeplak. Sekalipun hidup di alam demokrasi dimana kebebasan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28, namun ada koridor hukum yang mengatur hak kebebasan berbicara dan mengemukakan pendapat di muka umum.

    Mungkin Ustad Alfian Tanjung tidak membaca bahwa dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum pada Bab I pasal 2 yang menyatakan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak dan tanggung jawab, baik secara perseorangan maupun kelompok.

    Mungkin Ustad Alfian Tanjung juga tidak mengerti bahwa negara Indonesia saat ini menganut sistem presidensiil. Jika tidak suka dengan pemerintahan Jokowi, sampaikan rasa ketidaksukaan itu dengan cara-cara yang bermartabat dan konstitusional, bukan dengan menebar fitnah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Mungkin Ustad Alfian Tanjung tidak paham bahwa kebebasan berpendapat yang termaktub dalam UUD 1945 pasal 28 dan dipertegas dalam UU RI Nomor 9 Tahun 1998 menegaskan bahwa hak warga Negara atas kemerdekaan dalam berpendapat harus bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

    Sepertinya Ustad Alfian Tanjung ini terlena menikmati kebebasan yang ada saat ini sehingga menjadi lupa diri dan kebablasan tanpa rasa tanggung jawabnya sebagai Ustad dan sebagai warga negara Indonesia yang mana pola berpikir dan pola berprilaku harus berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

    Demokrasi saat ini belum berjalan dengan baik di negeri ini, belum sesuai dengan pakemnya. Seringkali terjadi kebebasan berpendapat yang hanya berdasarkan asumsi belaka karena dipicu oleh rasa benci tanpa data yang akurat dan bukti yang sahih yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

    Tantangan terbesar dalam pemerintahan Presiden Jokowi saat ini adalah orang orang seperti Ustad Alfian Tanjung ini. Sudah cukup banyak gempuran-gempuran yang ditujukan kepada pemerintah dengan isu-isu PKI dan komunisme.

    Mulai dari tuduhan anak PKI, Neo Komunisme, Cinaisasi, merongrong kewibawaan pemerintah dengan gerakan-gerakan makar yang terselubung, semua itu tujuan besar mereka cuma satu, yaitu untuk melumpuhkan pemerintahan Presiden Jokowi sehingga timbulnya mosi tidak percaya rakyat terhadap pemerintah.

    Senjata yang sering digunakan oleh para lawan politik pemerintahan saat ini yaitu isu PKI, seperti yang dihembuskan oleh Ustad Alfian Tanjung, merupakan isu sensitif yang dianggap sukses untuk merontokkan kredibilitas pemerintah karena PKI adalah monster masa lalu.

    Memang benar bahwa semua warga negara memiliki kesetaraan hak-hak dasar sebagai manusia dimana salah satu hak mendasar dalam hidup yaitu kebebasan berpendapat dan menyampaikan aspirasinya. Namun ketika mengemukakannya ke publik setidaknya dikontrol kebenaran informasi yang disampaikan, bukan hanya menurut orang, kata orang, katanya, saya kira, saya pikir, menurut saya, dan lain sebagainya.

    Pertanyaannya, kenapa selalu saja ada segelintir oknum seperti Ustad Alfian Tanjung ini yang mengeksploitasi ekspresi kebebasan berbicaranya yang kebablasan dan salah kaprah dengan menyebarkan permusuhan dan berita bohong? Jawabanya tentu saja prilaku ini tidak jauh dari bau-baunya politik untuk menimbulkan kegaduhan di tingkat elit politik, apalagi pilpres 2019 sudah dekat.

    Kebebasan berpendapat memang merupakan hak setiap warga negara Indonesia, namun menebarkan fitnah dan kabar bohong serta ujaran kebencian melalui ceramah adalah prilaku menyesatkan untuk meracuni alam bawah sadar jemaah.

    Sudah saatnya pemerintah bertindak tegas menggebuki oknum-oknum parasit negara seperti Ustad Alfian Tanjung ini untuk menegakkan keadilan yang seadil-adilnya di negara ini tanpa pandang bulu.

    Kura-kura begitu.


    Penulis :  Argo    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tuding PDIP dan Istana Negara PKI, Ustad Alfian Tanjung Kini Tersangka Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top