728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 23 Mei 2017

    Tidak Ada Lagi Upaya Hukum, Ahok Sudah Legawa Menerima Putusan Hakim

    Pencabutan banding Ahok membuat orang bertanya-tanya. Apa yang melatarbelakangi Ahok mengambil keputusan itu? Sejenak setelah Ahok divonis 2 tahun, banyak yang terhenyak dengan keputusan hakim. Ribuan tangisan dan lilin yang menyala ikut mengiringi Ahok ke Penjara. Pendukung Ahok bahkan rela menunggui Ahok di Mako Brimob.

    Ahok berencana akan mengajukan banding. Ahok masih bersemangat untuk melakukan upaya hukum agar meringankan hukumannya bahkan bisa bebas. Namun, seiring berjalannya waktu, Ahok sudah tidak terlalu bersemangat. Ahok terlihat seperti sudah pasrah dan ikhlas dengan putusan hakim. Apa yang menyebabkan?

    Ahok menyibukkan diri dengan membaca Al-Kitab dan menulis. Dengan kehidupan barunya, Ahok banyak mendapat pelajaran berharga. Ahok bisa merenung dan berfikir secara tenang. Ahok lebih bisa mendekatkan diri dengan Tuhan.

    Kehidupan baru Ahok di penjara yang diisi dengan membaca Al-Kitab dan menulis kemungkinan yang membuatnya berubah pikiran sehingga memilih mencabut permohonan banding. Ahok mulai menyadari bahwa mengajukan banding tidak terlalu urgen lagi.

    Ahok mengatakan bahwa dirinya sudah menerima dengan legawa putusan hakim, meski tidak mudah. Dia juga meminta kepada para pendukungnya untuk menerima kenyataan.

    “Saya tahu tidak mudah bagi saudara menerima kenyataan seperti ini, apalagi saya…,” kata Ahok dalam surat yang dibacakan Veronica Tan di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

    Selain meminta para relawannya untuk menerima kenyataan, dia juga meminta mereka untuk tidak lagi melakukan unjuk rasa atau berdemo. Menurut dia, hal tersebut malah merugikan warga Jakarta.

    “Tidaklah tepat saling unjuk rasa dan demo dalam proses yang saya alami saat ini. Saya khawatir banyak pihak yang akan menunggangi jika para relawan berunjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita,” kata Ahok lagi.

    Meski begitu, Ahok mengucapkan terima kasih bahwa pendukungnya telah melakukan aksi unjuk rasa dengan damai, tanpa melanggar konstitusi.

    Selain itu, dia mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya yang terus mendukungnya dalam doa, kiriman bunga, makanan, kartu ucapan, surat, buku-buku, dan berkumpul dengan menyalakan lilin.

    Ahok mengajak pendukungnya untuk tetap meyakini bahwa kedaulatan ada di tangan Tuhan. Bahwa orang yang beriman kepada Tuhan Yang Masa Esa pasti mengasihi sesama manusia, dan pasti menegakkan kebenaran dan keadilan bagi sesama manusia.

    Pernyataan Ahok bisa ditafsirkan bahwa Ahok sudah menerima putusan hakim. Ahok tidak ingin lagi ada keributan dan kegaduhan. Kemungkinan besar, tidak aka nada lagi upaya hukum di pihak Ahok. Ahok akan menjalani putusan hakim meskipun berat. Namun, memilih menyiapkan hidup di penjara adalah pilihan terbaik dari pada menyibukkan diri melakukan upaya hukum yang belum jelas hasilnya. Terlebih, upaya hukum Ahok juga pasti akan mendapat hantaman dari orang-orang yang menjebloskan Ahok di penjara.

    Ahok menyadari bahwa kemenangan itu bukan berarti harus bebas dari penjara. Kemenangan tidak akan hilang hakekatnya meskipun raga dipenjara. Ahok sudah memenangkan persaingan mengambil hati warga Jakarta. Ahok boleh saja kalah di Pilkada, namun Ahok menang telak dalam mengambil hati warga. Ahok begitu dicintai masyarakat Jakarta.

    Saya berharap, himbauan Ahok diindahkan oleh pendukungnya. Ahok saja sudah legowo. Maka sebagai pendukung Ahok kita juga harus legowo. Jangan membuat Ahok sedih dengan aksi-aksi kita. Ahok akan sedih jika pendukungnya melakukan tindakan yang membuat gaduh. Ahok ingin kita semua bisa menjalani kehidupan dengan tenang.

    Himbauan Ahok kepada pendukungnya semakin membuat saya angkat topi untuk Ahok. Ahok justru melarang pendukungnya untuk tidak melakukan demo meskipun Ahok didzalimi. Sebaliknya, Rizieq justru mengajak pendukungnya untuk melakukan aksi karena merasa dirinya dikriminalisasi oleh pemerintah Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, Rizieq bahkan mengajak pendukungnya untuk melakukan revolusi putih dari Arab karena merasa dirinya sedang dikriminalisasi oleh pemerintah. Padahal, sampai sekarang Rizieq juga belum ditetapkan sebagai tersangka. Bisa dibayangkan bagaimana kalau nanti dia divonis penjara, apa yang dia anjurkan kepada pendukungnya?

    Ahok mengajak perdamaian, Rizieq mengajak pendukungnya untuk ribut. Silahkan pembaca seword nilai sendiri pemimpin mana yang bisa dijadikan teladan. Pemimpin mana yang lebih mementingkan kemasalahatan bersama dibanding kemsalahatan pribadi.


    Penulis :  saefudin achmad   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tidak Ada Lagi Upaya Hukum, Ahok Sudah Legawa Menerima Putusan Hakim Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top