728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 24 Mei 2017

    Tanggapan Amien Rais Tentang Pencabutan Banding Ahok Hanyalah Sebuah Pencitraan

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah memutuskan mencabut memori banding atas vonis hakim, hukuman 2 tahun penjara kerana terbukti oleh hakim melakukan penistaan agama Islam. Hari ini istri dari Ahok yang bernama Veronika Tan, melakukan jumpa pers untuk menyampaikan sebuah surat kepada para simpatisan Ahok.

    Air mata Veronika Tan mengalir seketika ketika membacakan surat Ahok. Saya sendiri ketika menyaksikan melalui youtube, tidak tahan menahan mata untuk tidak berkaca-kaca. Karakter seorang istri yang setia telah ditujukkan oleh Ibu Veronika Tan. Walaupun berat yang diterima dengan kenyataan akan berpisah selama 2 tahun. Menyeimbangkan ketegasan dan kasih sayang di dalam keluarga akan diemban sekaligus oleh Ibu Veronika Tan di dalam keluarga kecilnya.

    Saya berpikir bahwa kebanyakan dari pendukung Ahok akan terkejut dengan berita ini. Pesan yang disampaikan oleh Ahok dengan harapan para pendukungnya dengan tegar menerima apa yang telah disampaikan oleh Ahok melalui Istrinya Veronika Tan. Empati dan simpati akan terus mengalir kepada Ahok dan juga keluarga.

    Berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan oleh seorang politisi yang telah lama berkecimpung di dalam perpolitikan tanah air. Pak Amien Rais dengan santai menanggapi pencabutan banding Ahok dengan mengatakan “itu pencitraan saja”,. Saya melihat pernyataan ini adalah sesuatu yang sangat berbau politis dan mengundang banyak emosi  dari para pendukung Ahok.

    Bagaimana mungkin sebuah ungkapan hati masuk ke dalam pencitraan. Apakah hal yang disampaikan oleh Pak Ahok masih berbau politik? Surat yang dibacakan adalah sebuah ungkapan terima kasih dan juga ungkapan untuk tetap menjaga NKRI, UUD 1945, dan Pancasila. Kita ketahui bersama bahwa saat ini isu agama dan sara sangat mengganggu stabilisasi nasional.

    Salah satu penyebab yang membuat terganggunya stabilisasi nasional adalah isu SARA dan isu agama yang dibawa-bawa pada masa Pilkada DKI Jakarta sehingga berdamapak secara nasional. Semua orang tahu bahwa Ahok kalah pada Pilkada DKI Jakarta karena berada pada golongan agama minoritas.

    Saya melihat Pak Amien Rais adalah salah satu tokoh yang dengan getol berada pada barisan paling depan untuk menghindarkan Ahok dari pemenang Pilkada DKI. Amien Rais dengan gagah dan lantang mengatakan bahwa Ahok tidak layak untuk memimpin DKI Jakarta.

    Salah satu kalimat dalam surat Pak Ahok menyelipkan sebuah kata yaitu “memaafkan”. Bagaimana dengan Pak Amien Rais yang merupakan pimpinan dari banyak umat dan juga merupakan seorang tokoh Reformasi. Apakah kata memaafkan tidak bisa keluar dari mulut Bapak Amien Rais? Sementara Pak Ahok yang terzolimi saja bisa memafkan orang yang melakukan ketidakadilan kepada dirinya.

    Setelah itu Pak Amien Rais juga mengatakan “Dia (Ahok) mau mengambil simpati publik saja”,. Saya dengan tegas dan keras mengatakan,sebelum Ahok dipenjara dan merupakan salah satu calon pada  Pilkada DKI untuk 2017-2022, saya sudah sangat bangga memiliki seorang panutan di dalam berorganisasi dan di dalam pemerintahan. Sudah banyak prestasi yang diberikan Ahok sehingga bukan hanya warga Jakarta yang bangga, tetapi masyarakat Indonesia bangga memiliki seorang pemimpin yang berintegritas terhadap pembangunan daerah yang dia pimpin.

    Di dalam menjalani roda pemerintahan Pak Ahok sebagai Gubernur yang didampingi oleh Pak Djarot sebagai Wakil Gubernur, tidak suka dengan pencitraan. Mereka berdua dengan tegas dan berani mengatakan bahwa ide yang mereka peroleh untuk pembangunan DKI Jakarta tidak akan berlama-lama dalam penyusunannya. Tetapi lebih kepada pengerjaannya sehingga tujuan awal ide yang tertuang ke dalam  program dapat terwujud dengan baik.

    Saran saya Pak Amien Rais (bukan untuk menggurui ya Pak Amien Rais) sebaiknya Pak Amien Rais tidak usah menambah kegaduhan politik yang saat ini sedang diredam oleh Pak Jokowi. Dengan demikian semua masyarakat pendukung Ahok yang sampai saat ini masih bertanya-tanya perihal pencabutan memori banding Ahok, dengan tenang dan jernih bisa memerima kenyataan bahwa Ahok sudah menyiapkan hati selama 2 tahun berada di dalam kurungan penjara.

    Dengan demikian juga aksi saling hujat dan menghujat yang selama ini menguras emosi masyarakat Indonesia bisa diredam dengan baik. Sehingga pesan yang disampaikan oleh Pak Jokowi agar masyarakat Indonesia kembali ke jalur kerja, kerja, dan kerja dapat tercapai dengan baik.
    Salam Berpikir Sehat


    Penulis :  Juleo Simanjuntak.   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tanggapan Amien Rais Tentang Pencabutan Banding Ahok Hanyalah Sebuah Pencitraan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top