728x90 AdSpace

  • Latest News

    Senin, 22 Mei 2017

    “Tampar” Mulut Besar Rizieq, Raja Salman Undang Jokowi Ke Arab Hadiri KTT Islam

    Dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Presiden Joko Widodo bertolak menuju Riyadh ibu kota Arab Saudi. Pesawat kepresidenan berwarna biru lepas landas di bawah guyuran hujan gerimis ringan.

    Pak Dhe menolak untuk dipayungi oleh paspampres yang memang bertugas untuk menjaga presiden. Ia lebih senang menggunakan payung sendiri. Setelah memastikan hujan tidak terlalu deras, Pak Dhe berjalan menuju pesawat berwarna biru putih untuk melanjutkan tugasnya ke Arab Saudi.

    Tentu kita tahu bahwa Rizieq juga sekarang sedang berada di Arab Saudi, mangkir dari panggilan polisi. Ketakutan yang dirasakan oleh Rizieq tentu membuat dirinya ketar ketir tidak karuan. Mungkin Rizieq yang menggunakan alasan umrah, menjadi sebuah alibi yang digunakan hanya untuk lari dari tanggung jawab.

    Jika memang pada akhirnya Rizieq hanya memberikan alibi mengenai keberadaannya di Arab, tentu hal ini sangat memalukan. Terang-terangan ia bersembunyi dari tanggung jawabnya dengan berselimutkan agama. Bukanlah suatu hal yang berlebihan jika saya mengatakan Rizieq sedang menista agamanya.

    Penistaan agama yang dilakukan Rizieq adalah menggunakan “umrah” sebagai salah satu alat membohongi polisi. Umrah setahun sekali rasanya sudah cukup. Namun secara luar biasa, Rizieq melakukan umrah ke Arab dua kali satu bulan. Luar biasa, ini adalah hal yang tidak lumrah, dan bahkan sangat langka terjadi. Umrah dua kali dalam satu bulan, varokah sekali hidupnya. Memang sulit untuk memungkiri bahwa ia memang keturunan nabi, umrah dua kali coy!

    Pak Dhe Jokowi bertolak ke Arab sebagai tamu undangan Raja Salman untuk menghadiri KTT Negara Islam yang dilakukan dalam waktu dekat. Mengapa Pak Dhe harus jauh-jauh datang ke Arab? Bukankah sudah ada perwakilan (katanya) Islam Indonesia yang berada di Arab bernama Rizieq? Kok bukan Rizieq yang mewakili Indonesia? Bukannya menurut pengakuan pengacara Rizieq, ia datang lagi ke Arab atas undangan Raja Arab? Maka dengan kenyataan ini, segala alasan pengacara mengatakan bahwa Rizieq diundang oleh Raja, semuanya merupakan kebohongan belaka. Bukan hal yang berlebihan jika kita melihat bahwa Rizieq sekarang sudah tidak lebih dari sebuah lelucon.

    Sebelum berangkat, Presiden Jokowi menyampaikan tujuannya pergi ke Arab Saudi, yaitu memenuhi undangan dari Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud untuk hadir dalam KTT Islam Arab-Amerika Serikat. Presiden Jokowi sering kali dianggap Islam “abangan” oleh para umat Islam garis keras, khususnya FPI, HTI, FUI, dan berbagai ormas islam radikal.

    Namun lucunya, justru diundang oleh Raja Salman untuk menghadiri KTT Islam Arab-Amerika Serikat. Jokowi mengungkapkan tidak akan lama berada di Arab Saudi untuk menghadiri KTT tersebut, yaitu hanya satu hari, kemudian malamnya kembali ke Jakarta.

    Jadi dengan fakta ini, kita harus tahu bahwa karakter Pak Jokowi sebagai presiden Indonesia yang sangat menekankan kebinekaan, tidak menghilangkan keislamannya. Kita tahu bahwa pola pikir kaum bumi datar dan Islam garis keras menganggap bahwa Jokowi ini bukan Muslim tulen dan antek PKI.

    Terkait KTT Arab Islam-Amerika Serikat, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa forum tersebut sangat penting bagi Indonesia, karena forum itu akan membahas diantaranya persoalan terorisme dan radikalisme. Setelah Pak Dhe Jokowi mengatakan perlawanannya dengan istilah “Gebuk dan Tendang”, ia harus memperlengkapi dirinya untuk bagaimana dengan elegan menggebuk dan menendang terorisme dan radikalisme.

        “Arab Islamic Summit sangat penting bagi Indonesia, karena akan dibahas kerjasama internasional melawan terorisme dan radikalisme,” kata Jokowi.

    Tentu pembaca Seword sadar akan satu hal. Selama Pak Dhe mengabdi kepada Indonesia, banyak fitnahan-fitnahan yang muncul dari para pembencinya, khususnya para politisi busuk dan elit politik bajingan yang merasa dirugikan karena tidak mendapatkan uang pelicin. Kita lihat saja bagaimana Prabowo, Anies, Fadli, Fahri dan para elit partai “ngeringga” dan “korupsi sapi” lainnya begitu menekan Pak Dhe.

    Mereka dikenal sebagai orang-orang masa lalu yang tidak jelas dan ingin menguasai kembali Indonesia dengan cara lama. Namun selama tiga tahun memerintah, kita melihat bagaimana Pak Dhe tak tergoyahkan, bahkan semakin kuat dan semakin dicintai. Isu PKI yang begitu kencang menerpa dirinya, dengan mudah dan elegan ditepis oleh Pak Dhe.

    Pak Dhe Jokowi adalah salah satu sosok yang mirip dengan Pak Ahok, mereka berdua merupakan sepasang sosok yang mencerminkan kebinekaan, tanpa harus mengorbankan agama mereka. Justru semakin menjunjung tinggi kebinekaan, semakin mantap pula kehidupan beragama mereka.

    Betul kan yang saya katakan?


    Penulis   : hysebastian   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: “Tampar” Mulut Besar Rizieq, Raja Salman Undang Jokowi Ke Arab Hadiri KTT Islam Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top