728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 18 Mei 2017

    Tak Apa Rizieq Tak Kembali, Yang Jelas Kita Perjuangkan Jokowi Sampai 2024

    Sugito Atmo Prawiro, pengacara pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, mengatakan bahwa kliennya tidak akan kembali ke Indonesia untuk memenuhi panggilan pemeriksaan polisi dalam kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang diduga antara Rizieq dan Firza Husein. Sugito beranggapan, kasus ini beraroma politis. Menurut Sugito, jika hukum di Indonesia belum tegak, Rizieq tidak akan pulang ke Indonesia untuk penuhi panggilan polisi. Menurut Sugito, ada pihak yang takut dengan kekuatan Rizieq. Sebab, kata dia, Rizieq mampu mengumpulkan massa seperti saat aksi 411 atau 212 beberapa waktu yang lalu.

        “Sebelum hukum tegak untuk adil kepada semuanya, tidak tegak untuk kepentingan kekuasaan. Habib (Rizieq) mempertimbangkan untuk tidak akan pulang dulu ke Indonesia,”

        “Habib bisa saja belum pulang sampai Jokowi tidak lagi jadi presiden,”

        “Saya menduga kalau orang ini yang kecewa terhadap kekalahan Ahok. Pertama ini Presiden Jokowi, PDI-P, dan Megawati,” ucap dia.

        “Saya duga ini bahaya kalau 2019, Habib (Rizieq) tidak masuk (penjara), Habib masih punya kekuasan untuk melakukan mobilisasi (massa),” kata dia.

        “Kalau kami pasang badan pulang ke Indonesia untuk dipermalukan tanpa bisa dibuktikan, Habib enggak maulah,” ujarnya.

        Sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/05/17/13083781/pengacara.rizieq.bisa.saja.belum.pulang.sampai.jokowi.tak.lagi.presiden

    Agak lucu sebetulnya alasan yang dikemukakan oleh kuasa hukum FPI satu ini. Lagi-lagi Ia membuat opini playing victims atas kasus yang dihadapi Rizieq Syihab. Begini, kasus yang menyeret Rizieq bukan hanya sekedar soal chat mesumnya semata dengan Firza Husein. Sederetan kasus lain juga menanti kehadiran Rizieq untuk proses hukum lebih lanjut. Mulai penistaan agama, penistaan Pancasila, dll.

    Baca : Umroh Itu Hanya Alibi Rizieq, Pak Agus!

    Skenario “semua ini salah Ahok”, “semua salah Jokowi”, “semua salah Mega” adalah skenario yang sudah lama didengung-dengungkan oleh mereka. Apapun kasusnya yang salah Ahok, Jokowi, dan Megawati. Ahok sendiri saat ini sedang dalam penjara karena vonis dua tahun yang dijatuhkan kepadanya. Jokowi juga tidak melakukan intervensi apa-apa, malah beberapa pendukung Ahok juga ikutan geram. Megawati juga demikian. Lantas kenapa tiga orang ini masih disalahkan saja?

    Kalau merasa tuduhan yang diberikan ke Rizieq adalah tidak benar, mengapa Rizieq harus lari? Kalau Ia merasa tidak bersalah tunjukkan bukti. Kabur itu bukan bentuk perlawanan. Misalnya nih, ada perempuan dihamili pacarnya kemudian si pacar kabur. Apakah artinya laki-laki itu melakukan perlawanan. Atau kalau ada orang membawa kabur uang yang bukan miliknya, itu maling bukan perlawanan. Karena ada yang tidak benar telah dilakukan sehingga memilih lari agar tidak dimintai tanggungjawab. Bukankah begitu logikanya? Masak seorang pemimpin umat sekedar untuk memperjuangkan dirinya sendiri saja tidak bisa dan malah memilih lari? Bagaimana kalau harus memperjuangkan umatnya?

    Ketika Ahok dihukum mereka beranggapan hukum tegak dan adil, kok sekarang saat perkara Rizieq didengungkan justru berteriak ada ketidakadilan dalam penegakan hukum? Ini kan aneh. Justru tercium kalau hukum sedang berpihak kepada kepentingan mereka maka dianggap adil dan tegak, dan kebalikannya saat hukum menyerang mereka maka mereka bebas berdalih ada upaya kriminalisasi dan ketidakadilan.

    Saya pribadi jujur lebih senang sekalian saja Rizieq tak usah pulang ke Indonesia. Lumayan kan satu pengacau hilang dari negara ini. Terdengar tidak manusiawi memang, tapi sekarang buat apa ada orang yang hobinya meneriakkan hal-hal yang memprovokasi dan menimbulkan intoleransi antar masyarakat?

    Sudah terlalu banyak kegaduhan yang ditimbulkan Rizieq. Sudah lelah kita melihatnya berkoar-koar namun dengan kenyataan yang Ia tunjukkan sekarang justru dengan sendirinya Ia menunjukkan sisi pengecutnya. Bangsa ini sedang dalam proses membangun baik infrastruktur maupun masyarakatnya. Kalau ada individu yang tidak mau hidup secara tertib dan beradab di negara ini ya tentu negara tidak perlu ngotot melindunginya.

    Yang jelas kembali atau tidaknya Rizieq ke tanah air, kita harus tetap kompak mendukung Jokowi di 2019 hingga selesai jabatannya di 2024 nanti. Negara butuh manusia-manusia yang mau bekerja dan bukan provokator.



    Penulis : Rahmatika   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Tak Apa Rizieq Tak Kembali, Yang Jelas Kita Perjuangkan Jokowi Sampai 2024 Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top