728x90 AdSpace

  • Latest News

    Rabu, 31 Mei 2017

    Sumbar Gagal Melindungi, Pilihan Paling Tepat Dokter Fiera Pindah

    Fiera Lovita, seorang dokter berusia 40 tahun yang bekerja di RSUD Solok Sumatera Barat, diintimidasi sejumlah anggota FPI Solok di bawah pimpinan Yustanur dan ormas-ormas lain setelah mengkritisi pemimpin FPI Rizieq Shihab lewat akun Facebook pada 19 Mei lalu. “Kalau tidak salah, kenapa kabur? Toh ada 300 pengacara dan 7 juta umat yang siap mendampingimu, jgn run away lg dunk bib,” tulis Fiera.
    Keputusan dr. Fiera Lovita untuk tetap pindah dari Solok, Sumatera Barat, pasca kasus unggahan status Facebooknya yang berujung intimidasi dari FPI Solok merupakan keputusan tepat. Meskipun pihak kepolisian sudah memberikan jaminan keamanan dan tawaran penjagaan padanya. Mengapa?

    Pertama, ini tentang FPI. Kita tahu bahwa FPI saat ini sedang meradang karena ketua umum mereka menghadapi sederetan tuntutan hukum. Selain kasus chat mesum juga ada kasus lain menunggu termasuk penistaan agama. Dengan ‘budaya FPI’ yang selama ini terjadi tentu sangat riskan jika Fiera tetap berada di sana.

    Kedua, tampaknya dari pihak pemerintahan Solok maupun Sumatera Barat juga tidak menunjukkan sikap tegas. Begitu juga kepolisian di sana sebelum akhirnya Mabes Polri turun tangan.
    Mengapa saya bilang tidak menunjukkan sikap tegas? Pertama sang Gubernur mengatakan berita yang terjadi 100% hoax. Artinya Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menganggap seluruh kejadian viral tentang Fiera Lovita ini adalah berita bohong. Karena banyak netizen yang kemudian menanggapi tweetnya dengan pedas, Irwan yang berasal dari PKS ini pun akhirnya meralat :

    Dari situ artinya akhirnya Irwan mengakui sebelum ada pertemuan lanjutan dan turun tangannya Mabes Polri maka intimidasi itu nyata. Nah pertanyaan saya ke mana kepolisian dan pemerintahan Solok dan Sumbar sejak awal kejadian kok sampai membiarkan salah satu warganya mendapat intimidasi dari ormas? Apalagi status Fiera adalah PNS Pemprov. Kok bisa sejumlah anggota FPI dan ormas-ormas lain dibiarkan menggeruduk ke rumah, rumah sakit tempatnya bekerja dan sekolah kedua anaknya? Padahal apa yang ditulis Fiera itu sebetulnya biasa saja. Dia tidak menyuruh membunuh orang, mencaci maki, atau mengeluarkan kata-kata tak pantas lainnya.

    Sebagai seorang wanita dan Ibu dua anak tentu apa yang dialami meninggalkan trauma bagi Fiera. Dan itu sangat wajar. Sehingga (sekali lagi) keputusannya untuk pindah dari Solok dan berkeinginan pindah ke Pulau Jawa atau Bali sudah tepat. Dan sekali lagi banyak sekali komentar miring masyarakat yang menganggap Fiera memanfaatkan situasi untuk mendapatkan mutasi. Pertanyaan logis dari saya, memangnya semudah itu untuk memulai karier di tempat baru? Belum tentu Fiera akan bisa mendapatkan posisinya di Solok ketika pindah di daerah lain meskipun statusnya tetap PNS.

    Jaminan keamanan dari Kepolisian tidak menjamin Fiera akan bebas dari teror jika tetap hidup di Solok. Anda tahu sendiri bagaimana sadisnya kelompok tertentu jika menebarkan ancaman kepada warga masyarakat apalagi kaum yang mereka anggap lemah seperti perempuan.

    Kejadian ini sebenarnya juga teguran bagi setiap kepala daerah maupun kepala kepolisian di wilayah manapun di NKRI. Jangan biarkan ormas anarkis mengintimidasi baik secara personal maupun kelompok warga di wilayah Anda. Meskipun Anda berafiliasi dengan partai politik tertentu yang bisa jadi sejalan dengan ormas itu namun ketika Anda menjadi pemimpin maka seluruh warga adalah tanggungjawab Anda tanpa kecuali. Buang atribut yang melekat dan berlakulah sebagai pelindung yang adil.


    Penulis   :    Evan kurniawan    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sumbar Gagal Melindungi, Pilihan Paling Tepat Dokter Fiera Pindah Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top