728x90 AdSpace

  • Latest News

    Kamis, 25 Mei 2017

    Sudah selesai, Kau Menang

    Tangis wanita 3 anak itu membawa pilu bagi mereka yang melihat, hati sedih bagi mereka yang merasakan, dari mulutnya menjadi  penyambung suara pemimpin keluarganya. Senyumnya selama ini didampingi sang suami terpaksa memecahkan situasi menjadi kalbu, melihat sang suami tidak ada disamping bersama-sama. Tulisan yang datang dari bilik jeruji besi menjadi berita suka cita sekaligus berita duka cita bagi mereka yang mendengar.

    Sang suami sedang hati yang sudah mampu menerima situasi dan kondisi yang ada, seperti air kotor dan bersih mengalir bersama kedalam lembah terdalam yang mampu menampung dan tidak perlu bertanya mana yang harus diterima. Lembah itu memang dia, merendah tanpa perlu lagi menonjolkan diri. Aku suka gayamu Mr. Ahok, mampu mendidik tanpa berbicara. Kau sudah selesai menerima hinaan-pujian.

    Tetapi pujian dan hinaan membuat orang terkejut bila tertimpa malapetaka dirasakan amat berat. Kenapa pujian atau penghinaan membuat orang terkejut? Karena pujian diposisikan di paling atas sedangkan penghinaan ditempatkan di paling bawah. Selama ini posisi yang kau inginkan sudah didapat, tetapi sekarang waktu yang lain datang membuatmu mengalami kehilangan. Keduanya terjadi dalam bentuk dan waktu yang berbeda, selalu datang dan pergi silih berganti.

    Pada umumnya semua orang juga takut dan tidak mau tertimpa malapetaka sepertimu, karena pada diri orang masih melekat sang “Aku”. Manusia sering merasakan sang “Aku” ini dipuji atau dihina, untung dan rugi, sedang mendapat atau kehilangan, sering tertimpa malapetaka atau tidak. Bila sang  “Aku” sudah tidak melekat pada dirinya, mana mungkin orang bisa merasakan ada pujian dan hinaan, mendapat atau kehilangan, untung dan rugi. Maka bila orang memujinya, dia tidak terlalu gembira dan kalau ada orang memfitnah atau menghujatnya, dia juga tidak merasa kaget dan marah. Itulah dirimu yang dapat dilihat. Kau sudah mampu menyangkal diri sendiri dan sang “Aku” sudah tidak melekat pada dirimu juga. Entah mendapat atau kehilangan, semuanya sama bagimu. Kau sudah selesai dan menang atas dirimu sendiri serta terbebas dari penderitaan.

    Kehati-hatianmu memilih jalan politik ini dapat mencegah kecerobohan apa yang akan terjadi dipengadilan nanti. Sikap emosional yang mampu diceritakan oleh suratmu menjelaskan secara lisan bahwa kau sudah mampu mengendalikan perasaan. Kau sudah menjadi majikan dan bukan budak perasaan bagi dirimu.

    Kukatakan sekali lagi bahwa kau sudah menang tanpa  menggunakan kekerasan, kekerasan hati yang berasal dari tindakan yang terpaka dilakukan oleh lawan politik untuk menjatuhkanmu.

    Lao  Zi menjelaskan, mengalahkan lawan mampu tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga lagi dipengadilan dan tanpa kekerasan. Intinya, biarkanlah lawan menjatuhkan dirinya sendiri tanpa perlawan dari kita. Bila kita ingin membuat lawan menjadi kecil sampai menciut, biarkan dia terus membual dan membesar-besarkan dirinya sendiri. Dengan demikian, dia otomatis  akan kehilangan pamornya sendiri. Semua orang tidak suka dengan orang yang suka membual dan menonjolkan diri. Dan lama-kelamaan orang tidak akan mempercayainya lagi.

    Kalu kita ingin membuat lawan menjadi lemah, biarkan dia menguat dan pada akhirnya akan melemah sendiri. Biarkan dia menunjukkan keangkuhannya dan menganggap dirinya sebagai pemimpin yang benar. Biasanya orang yang mengangkat dirinya setinggi langit akan jatuh dan sakit bukan kepalang. Dan kalau ingin merebut atau mendapatkan sesuatu dari lawan, kita sebaiknya mengalah dulu dengan memberi sedikit keuntungan kepadanya. Karena bila ingin mendapat, anda harus memberi dulu. Lebih baik bertahan dalam penjara dua tahun daripada kemungkinan besar jika melakukan banding akan lebih dari tuntutan awal. Lebih baik pula mundur dua langkah daripada maju selangkah. Biarlah surat pengunduran dirimu dilanjutkan oleh sahabat akrab yang selalu menemanimu. Menyusun formasi yang tidak kelihatan ada gerakannya.

    Tetaplah merasa seperti ikan nemo kecil,  karena ikan tidak boleh meninggalkan air di tempat yang dalam. Kalau ikan tergoda untuk meninggalkan tempat dan naik kepermukaan air untuk menyambar umpan dia bisa menemui ajalnya. Umpan itu sudah mampu Kau lihat dari tempat sempit itu. Sengaja dilemparkan dan menunggumu apakah akan dimakan dan selanjutnya akan dimasukkan kedalam jaring yang semakin sempit.

    Dan kau sudah menang lagi dengan melihat itu, biarkan dirimu menjadi bola dingin bukan bola panas.

    Begitulah kunang-kunang.


    Penulis :   Josua Simanungkalit    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sudah selesai, Kau Menang Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top