728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 19 Mei 2017

    Sudah Keluar Modal Banyak, Sudah Ngebet Balikin Modal, APBD Pun Dikejar!

    APBD-Perubahan, hal yang saat ini sedang dikejar-kejar oleh tim sinkronisasi yang digadang oleh pasangan Anies Sandi, banyak ide yang digagas, banyak sindiran juga yang ditebar.

    Salah satu contoh ide yang digagas adalah masuknya OK OC dalam APBD, padahal sebelumnya OK OC diklaim tidak akan membutuhkan APBD, salah satu sindirian dari sekian banyaknya sindiran adalah, katanya Djarot tertutup dan tidak mau membahas APBD-P dengan tim sinkronisasi.

    Janji adalah janji, ketika ditagih, prakteknya mungkin hanya pada doa semata, namun tidak ada eksekusinya, kali ini saya tidak perlu membahas sebuah janji yang diingkari oleh mereka, dalam opini kali ini ada sebuah stetment yang sangat perlu diketahui oleh khalayak, yaitu tentang APBD yang seharusnya tidak dikerjakan oleh Anies-Sandi.

    Djarot: Tahun 2012, APBD Perubahan 2013 Tetap Dikerjakan Fauzi Bowo

    Djarot mengatakan, apa yang terjadi saat ini sama persis dengan tahun 2012, di mana Jokowi menggantikan Fauzi Bowo, dan penyusunan RKPD dan APBD perubahan berada di antara masa transisi tersebut.

    “Ketika itu APBD perubahan 2013 tetap dikerjakan Pak Fauzi Bowo,” kata Djarot kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (18/5/2017).

    Saat itu, Jokowi dan Ahok sama sekali tak ribut soal sinkronisasi, maupun ngotot memasukkan program dan janji kampanye mereka di APBD Perubahan.

    “Setelah Pak Jokowi masuk dan dilantik serta resmi jadi gubernur, baru itu ada penyempurnaan dan penambahan beberapa program unggulan,” ujarnya.

    Seharusnya Anies-Sandi bersikap sama

    Sayangnya pada praktek kali ini Anies-Sandi melakukan praktek yang berbeda, mereka repot-repot membuat tim yang sebutan awalnya adalah tim transisi, kemudian dirubah menjadi tim sinkronisasi.

    Melihat ucapan mereka yang sesederhana itu saja sudah sangat menunjukan bahwa mereka tidak konsisten, ucapan saja tidak konsisten apalagi dengan janji?

    Kemudian setelah nama penyebebutan resmi menjadi tim sinkronisasi, mereka kerap berusaha getol mendisuksikan APBD-P ke Pak Djarot, janjinya pun berubah, seperti apa yang sudah dijelaskan diatas kalau OK OCE sebelumnya tidak masuk APBD sekarang malah masuk APBD.

    Tapi dari getolnya mereka ini, seolah-olah mereka melupakan sejarah terdahulu, layaknya orang yang tergesa-gesa, seperti ada sesuatu yang dikejar, karena terburu-buru, mainnya jadi kurang cantik.

    Belajar dari sejarah, dahulu Fauzi Bowo masih memegang kendali dari APBD perubahan 2013. Tapi mengapa mereka sekarang “ngebet amat” sama APBD-P yang seharusnya juga sama, hanya dikerjakan oleh Ahok-Djarot?

    Seolah-olah ada sesuatu dibalik rencana mereka ini, otomatis banyak muncul asumsi dari semua pihak termasuk saya.

        Apakah mereka mau balikin modal kampanye Sandiaga yang berjumlah 100M itu?
        Apakah karena sebentar lagi mau lebaran? Mau bulan ramadhan? Jadi butuh dana tambahan?
        Apakah ada proyek yang harus di beri kucuran dana? Supaya tidak ada yang merasa rugi, dan proyek tersebut bisa berjalan?

    Atau ada “apakah” lainnya?

    Kenapa mereka berusaha sekali mendiskusikan APBD-P dengan pak Djarot? Kenapa mereka juga menyindir pak Djarot yang saat ini sedang sibuk dan tidak bisa membahas APBD-P dengan mereka?

    Dana Memang Diawasi Oleh Rakyat, KPK, BPK

    Tapi dana tidak akan lagi bisa diawasi kalau dana tersebut sudag mengalir ke kantong lembaga atau perusahaan selaku pengurus bukan? Mari bermain logika sederhana.

    Contoh: anggaran mengatakan Rp 1.000.000 untuk pembiayaan pelatihan kegiatan OCEK BECEK, dana harus dibayarkan(diberi) ke pengurus, sebut saja pengurusnya OJEK TERBANG.

    Pengurus diberikan amanat dana Rp 1.000.00 untuk pelatihan, pengawas yaitu rakyat, KPK, BPK tentunya hanya bisa mengawasi sampai dana Rp 1.000.000 itu diberi dengan jumlah yang sama sesuai nominal ke OJEK TERBANG.

    Tapi anggaran belanja yang akan dilakukan oleh OJEK TERBANG bagaimana bisa diawasi? Bisa dikarang bukan seharusnya? Anggaran tersebut akan luput seluput-luputnya, tinggal bilang saja, sekian anggaran buat beli sayap terbang, atau sekian anggaran beli bahan bakar avtur buat bisa terbang, buat catatan karangan semaunya, apapun bisa dikarang bukan?

    Sedangkan dana yang sebenarnya “mungkin” masuk kantong pribadi, siapa yang tau? Siapa yang bisa memastikan kalau dana tersebut tidak masuk ke kantong pribadi?

    Mungkin jawaban Anies dan Sandiaga saat kampanye sangat menjawab pertanyaan diatas, yaitu: Kuncinya Keberpihakan, keberpihakan kepada titik-titik, yang jelas bukan ke si goyang itik.

    Penulis : Bani   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sudah Keluar Modal Banyak, Sudah Ngebet Balikin Modal, APBD Pun Dikejar! Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top