728x90 AdSpace

  • Latest News

    Jumat, 19 Mei 2017

    Suara Sri Bintang Menguatkan Rizieq

    Polda Metro Jaya sedang berusaha keras mencari dan mendatangkan Rizieq Shihab dari luar negeri ke Indonesia, lantaran pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sudah dua kali mangkir dalam dua kali pemanggilan terhadap dirinya sebagai saksi dalam kasus dugaan pelanggaran UU Pornografi melalui “chat” WhatsApp.

    Ketidakhadiran Rizieq Shihab membuat Kepolisian Daerah Metro Jaya menerbitkan surat perintah penjemputan dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Untuk memulangkan Rizieq Shihab ke tanah air, pihak kepolisian juga berencana akan melibatkan Interpol sambil mempertimbangkan aturan-aturan di negara dimana Rizieq tinggal saat ini.

    Menanggapi upaya polisi yang berencana akan melibatkan Interpol dalam memulangkan Rizieq Shihab ke tanah air, dalam konferensi pers yang ditayangkan oleh salah satu chanel televisi swasta di tanah air, tim kuasa hukum Rizieq Shihab bernazar, “akan membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional dan HAM PBB”.

    Semakin dasyat ancamannya, emangnya ini kasus kejahatan kemanusiaan, yang harus dibawa ke Mahkamah Internasional dan HAM PBB? Ada-ada saja tim kuasa hukum Rizieq Shihab ini, urusan porno grafi koq,  dibawa ke Mahkamah Internasional dan HAM PBB. Hihihihi…………! lucu juga ya?

    Okelah kita menghargai dan menghormati upaya dari tim kuasa hukum Rizieq Shihab untuk membela kliennya. Jadi kita tak perlu menyentil terlalu jauh, melampaui batas kewenangan kita sebagai orang yang awam terhadap hukum. Ini ranahnya para penguasa hukum untuk bernazar demi klien.

    Sambil menunggu kedatangan Rizieq Shihab ke tanah air, proses pemeriksaan terhadap Firza Husein, pasangan “chat” Rizieq Shihab tetap dilakukan oleh pihak Polda Metro Jaya dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan Firza Husein sebagai tersangka, seakan mengungkap tabir, bahwa dugaan semua pihak tentang, Video “Chat” WhatsApp Rizieq-Firza benar adanya. Pertanyaanya, akankah Rizieq Shihab setelah kembali ke tanah air, diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka? Ssssst……! Kita tunggu episode yang akan datang.

    Di tengah kegetolan Polda Metro Jaya mencari dan memulangkan Rizieq Shihab ke tanah air, muncul berita yang mengisahkan tentang Rizieq Shihab yang tak mau pulang ke Indonesia dalam waktu dekat. “Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab enggan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Rizieq berpandangan hukum di Indonesia sudah menjadi alat politik”. (Pos Kupang.Com)

    Wah……! betapa konyolnya si Rizieq, urusan pornografi dibawa ke ranah politik. Jangan-jangan ini adalah salah satu upaya untuk mempolitisasi diri. Betapa mulianya kalau Rizieq Shihab dan kelompoknya tidak menjebak diri dalam urusan politik. Tidak penting isu politik  diseret ke dalam konteks porno grafi. Aneh kan?

    Rizieq dan kelompoknya harus berpikir jernih dan tidak berburuk sangka, atau kata orang “positive thinking”,  urusan politik tetap urusan politik dan urusan pornografi tetap urusan pornografi. Jangan mencampuradukan antara pornografi dan politik, hambar jadinya.

    Selain alasan “hukum di Indonesia sudah menjadi alat politik”, kuasa hukum Rizieq Shihab Katpitra  Ampera juga menjelaskan bahwa, “jika Rizieq pulang ke Indonesia dan dijadikan tersangka atas kasus “chat” berbaru prono dengan Firza Husein bisa memperburuk situasi”. Katpitra Ampera menjelaskan, “tujuan Rizieq menahan diri untuk tidak pulang ke Indonesia dikarenakan ingin umat Islam fokus menghadapi bulan suci Ramadan yang akan datang. Beliau hanya ingin umat fokus terlebih dahulu dalam menyambut bulan suci yang akan datang sebentar lagi, beliau juga tidak mau pada bulan suci terjadi kegaduhan atas kepulangan dirinya”.(Merdeka.com)

    Ada seribu satu alasan yang dicatat pelbagai media massa, tentang mangkirnya Rizieq Shihab dari panggilan Polda Metro Jaya. Setiap sumber informasi yang berhasil di catat oleh media massa beda-beda, mulai dari urusan keluarga, urusan religius, urusan pendidikan hingga urusan keamanan. Kita mau percaya yang mana?

    Dari pada berkelit dengan banyak alasan, penulis sepakat dengan penyataan Sukmawati Soekaroputri yang melontarkan sindiran kepada Rizieq, “ya, harusnya kalau jantan bertanggung jawab atas apa yang sedang (dihadapi) proses hukum”. (Berita terheboh.com)

    Hemat penulis, mangkirnya Rizieq Shihab dari panggilan Polda Metro Jaya, menunjukan Rizieq Shihab sedang fobia dengan bayangannya sendiri. Apa yang dikatakan Rizieq Shihab adalah bentuk fobia atau ketakutan yang luar biasa. Tak sanggup menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung, pada hal statusnya masih sebagai saksi. Mengapa takut memberikan kesaksian? Dimana letak ketokohan seorang Rizieq? Alasan yang disampaikan kepada publik Indonesia, hanyalah kamuflase ketakutan Rizieq Shihab terhadap sejumlah kasus yang sedang menjerat dirinya.

    Eh……beda lagi dengan Sri Bintang Pamungkas,  disaat Polisi tengah getol menyidik kasus “chat” mesum Habib Rizieq-Firza,  Sri Bintang malah menyarankan Rizieq Shihab jangan pulang ke Indonesia,  “Nah, sekarang Habib yang begitu besarnya nama beliau sebagai ulama dan Habib pula, kok mau datang (ke Indonesia) hanya untuk perkara ecek-ecek, saya bilang enggak usah pulang,” tegas Sri Bintang. (Viva.co.id)

    Pernyataan Sri Bintang Pamungkas yang mendukung Rizieq Shihab untuk tidak kembali ke tanah air, sungguh sangat disesalkan. Pernyataan semacam ini tidak pantas diungkapkan oleh seorang Sri Bintang, apa lagi dipublikasi media massa dan dibaca oleh publik. Pernyataan ini melambangkan seseorang yang tidak taat hukum dan menguatkan Rizieq Shihab untuk tidak mematuhi proses hukum yang sedang berjalan.

    Sri Bintang pasti tahu, bahwa setiap orang yang diduga melakukan kesalahan wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum, apapun alasannya, latar belakang, jabatan dan kedudukannya, termasuk Rizieq Shihab. Perlu diketahui bahwa, ketokohan Rizieq Shihab tidak lebih tinggi dari hukum di negeri ini, karena  “hukum adalah panglima tertinggi”.

    Pertanyaanya, mengapa Sri Bintang bersuara mendukung Rizieq Shihab untuk tidak pulang ke Indonesia? Ingat, sekecil apa pun kejahatan yang dilakukan seseorang, tetaplah kejatahan. Dan melindungi seseorang karena ketokohannya, sama dengan melindungi kejahatan yang dilakukannya. Apakah ketokohan seorang Rizieq Shihab, membuat dirinya imun terhadap hukum?

    Secara tidak langsung pernyataan Sri Bintang, selain menguatkan Rizieq juga memberikan model pendidikan yang tidak mencerdaskan anak bangsa, tetapi mendidik anak bangsa untuk menjadi pembangkang. Sebagai tokoh seperti Sri Bintang dan Habib Rizieq seharusnya memberikan contoh dan teladan yang terbaik bagi anak-anak bangsa, bukan sebaliknya memprovokasi dan memberikan teladan yang tidak patut ditiru dan diwariskan dari generasi kegenerasi. Sadarlah!



    Penulis :  Yulius Regang    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Suara Sri Bintang Menguatkan Rizieq Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top