728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 21 Mei 2017

    Semakin Sok Alim Seorang Lelaki, Semakin Liar Fantasi Seksualnya

    Saya punya beberapa teman lelaki berkebangsaan Pakistan. Dalam kehidupan sehari-hari tampilan luar mereka tampak sangat relegius. Berpakaian shalwar-khameez khas Pakistan (baju selutut dan celana gombrong), janggut lebat , dan sering pula memakai kopiah khas sana. Saya bahkan tidak pernah melihat mereka berganti model pakaian bahkan tak pakai kaos saat olah raga sekalipun. Mungkin karena mereka sudah merasa nyaman dengan baju khas negaranya itu. Saat ada pertandingan sepak bola antar mahasiswa, saya bahkan taruhan (tanpa uang lho ya) dengan teman perempuan saya, apa mereka berganti pakaian atau tidak? Ternyata memang tidak, hahaha. Jadi ke kampus, kantin, masjid, dan olahraga mereka tak pernah mengganti pakaian mereka itu, hanya mengganti warnanya saja.

    Rata-rata mahasiswa dari Pakistan didaulat menjadi imam di kampus, karena bacaan Al Quran dan hafalannya sangat baik. Jangan samakan imam di Indonesia dengan imam masjid di Arab. Di Arab, imam masjid harus mempunyai bacaan dan hafalan Quran yang sangat baik. Mereka diapresiasi bahkan biasanya digaji. Seleksi imam masjid lumayan ketat, bahkan di tingkat kampus. Maka jika taman saya didaulat jadi imam masjid sejak duduk di tahun-2 (semester 3), maka predikat alim dan hafidz langsung melekat padanya.

    Tapi label seorang hafidz dan alim itu langsung luruh ketika saya tau bahwa ia sering menyebar foto porno ke akun media sosial saya dan teman-teman. Ia juga kerap membuat akun palsu dan menggunakan foto teman perempuan kami untuk memulai chatting (perbincangan) di fb atau watsapp. Ia lalu meminta foto teman-teman saat merayakan ulang tahun atau pesta diantara kami. Karena kami yakin ia teman kami, maka kami membaginya. Lalu ia mulai bergilya menyebarkan foto-foto tersebut pada akun-akun lain. Catatan: Di Arab, saat merayakan pesta tidak boleh seorang pun yang memakai gamis dan jilbab. Semua pakai baju sexy, karena perempuan dan laki-laki dipisah. Itu adalah ungkapan kebebasan di sana. Bagi yang masih menggunakan jilbab saat perayaan, maka akan dianggap tidak menghormati.

    Saya beranggapan ia berbuat seperti itu karena tekanan lingkungan. Di negaranya semua perempuan wajib menggunakan burqa (tertutup wajahnya), sedang di kampus meskipun perempuannya dari berbagai negara, tapi ia harus menjaga sikap di depan publik. Ia harus pura-pura sok alim. Ironisnya, tak hanya dia, teman-temannya dari Pakistan ternyata berbuat serupa.

    Taman saya lainnya berasal dari Indonesia. Tampilan luarnya cukup menarik, ramah, dan alim. Ia jarang terlihat mengobrol dengan wanita. Ia juga aktif di Tarbiyah (pengkaderan PKS). Ternyata ‘image’ luar itu tak sebanding dengan kelakuannya, ia rupanya aktif di salah satu website cerita porno terbesar sebagai penulis. Ia berfantasi dengan seksnya yang cukup liar.

    Teman perempuan saya juga pernah curhat. Saat ia taaruf dengan seorang yang menurtnya terlihat alim, ia terkejut setengah mati karena saat chatting arah pembicaraannya mengarah pada hal-hal yang berbau seksual. Saya pun pernah mengalami hal serupa. Saya pernah ditembak oleh pemuda bertambang ‘akhi’ (tau kan ciri-ciri akhi seperti apa), baru kenalan sudah ngajak nikah. Dan saya membuktikan pembicaraan kelompok seperti ini saat ditelpon atau chat sangat meresahkan. Hii..amit-amit. Buang ke laut aja yang kayak gini,haha..

    Mengapa orang yang sok alim sangat terpedaya dengan perempuan? Karena tidak ada seorang lelaki pun yang tahan tidak bisa melirik perempuan cantik. Bagi kelompok yang sok alim ini, melihat perempuan atau bahkan berbicara dengan lawan sejenisnya harus menundukkan pandangan. Maka ketika ada perempuan cantik di dekatnya, mereka akan segera mengajaknya menikah. Jika sudah punya istri akan segera dipoligami. Tak peduli istrinya menangis menahan sakit. Alasannya: demi dakwah Islam katanya. Whatt? Fuck You, Please go to hell!!!

    Maka jangan percaya omongan ustadz sering muncul di tv lalu ia berpoligami sedang istri keduanya jauh lebih cantik dan seksi dari istri pertama. Mereka akan mengatakan dari pada berbuat zina? Hei Tong, zina itu bsa dihindari dengan berpuasa, ngapain pake kawin segala!

    Jadi saya tidak pernah heran ketika mendengar Rizieq kena kasus chat seksual. Karena memang orang seperti ini hanya bisa menasihati orang lain, tapi tidak mempan untuk dirinya. Dia menyuruh orang jangan mendekati zina. Kemana-mana berkata amar makruf nahi munkar. Lho chat seksusal itu mendekati zina lho, Bib! Dan itu perbuatan munkar. Maka jangan jadi orang sok suci, sok alim, dan sok beragama, karena semakin ditekan, fantasi seksual mereka semakin liar. Jadilah orang yang normal dan biasa saja. Tetap pada fitrahnya: berumu’amalah dengan perempuan dengan catatan tahu batasan-batasannya.

    Orang yang benar-benar alim tidak pernah dakwah dengan mencari-cari kesalahan orang lain, tidak pernah marah jika tidak disebut habib, kyai, atau ustadz, tidak dikit-dikit ngomong demi Islam, demi ulama, demi agama, bla bla. Lihatlah sosok Quraish Shihab yang sangat rendah hati itu. Difitnah sana-sini oleh pendukung Rizieq ia tetap diam saja. Inilah ulama sesungguhnya. Bukan seorang yang rajin menghujat orang lain, tapi giliran diri sendiri kabur, katanya mau melaksanakan umroh. Lagi-lagi agama jadi alasan. Cihh…mau muntah rasanya.

    Penulis :  Anisatul Fadhilah   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Semakin Sok Alim Seorang Lelaki, Semakin Liar Fantasi Seksualnya Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top