728x90 AdSpace

  • Latest News

    Selasa, 02 Mei 2017

    Sekalipun Karangan Bunga Itu Kalian Bakar, Cinta dan Empati Untuk Ahok-Djarot Tak Akan Pernah Padam

    Saya juga adalah seorang buruh yang mengantungkan nafkah hidup saya kepada Perusahaan tempat saya bekerja. Sekalipun saya seorang buruh, tapi saya tidak pernah mau ikut-ikutan aksi para buruh yang banyak menuntut dan banyak maunya. Itu yang pertama.

    Yang kedua, saya tidak akan pernah mau menjadi anggota organisasi buruh apapun namanya, karena saya bukan buruh yang bisa dibodohi begitu saja oleh para pemimpin organisasi buruh dimana tiap bulan saya harus setor iuran keanggotaan yamg hanya bikin kenyang perut mereka.

    Saya ingat dulu Ahok pernah skak-mat para pemimpin organisasi buruh yang menemuinya di Balai Kota Jakarta. Mereka menuntut Ahok macam-macam, Ahok bilang kalian ini bisa pakai baju bagus, makan enak, punya rumah bagus, punya kendaraan, semuanya dari hasil kalian kumpulkan uang dari para buruh.

    Yang ketiga, sampai saat ini masih teringat dalam ingatan saya nasihat atasan saya untuk jaga baik-baik perusahaan tempat saya bekerja, meskipun tidak membuat saya kaya, tapi memberi saya hidup yang layak.

    Keempat, saya selalu berusaha untuk mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan dalam hidup saya. Disaat banyak orang susah cari kerja, disaat banyak orang yang dirumahkan karena perusahaan pailit, saya masih bisa punya pekerjaan.

    Hari ini perjuangan buruh ternoda lagi, sehingga menimbulkan persepsi negatif publik yang tidak simpatik lagi sama perjuangan para kaum buruh. Oknum siluman yang main aksi bakar-bakar karangan bunga milik warga DKI di Balai Kota Jakarta mengancam kalau tidak bersih dalam tiga hari, maka mereka akan datang lagi ke Balai Kota untuk menghancurkan semua karangan bunga itu.

    Saya tidak percaya omong kosong itu. Yang bakar-bakar karangan bunga di Balai Kota Jakarta bukan para buruh yang asli. Bisa saja mereka itu anggota ormas anarkis yang disusupkan ke massa buruh untuk bikin onar.

    Saya percaya buruh yang asli tidak mungkin begitu karena saya juga adalah buruh. Naluri kami sama. Yang ada dalam pikiran para buruh yang asli, yaitu bagaimana anak istri mereka bisa makan, anak bisa sekolah, cukup pakaian dan tempat tinggal yang layak. Hanya itu yang ada dalam pikiran mereka.

    Tidak ada dalam benak mereka terbersit pikiran untuk menghancurkan benda mati, apalagi karangan bunga. Lihatlah wajah-wajah mereka yang polos dan lugu, lelah memperjuangkan nasib mereka.

    Kalau ada yang bilang, buktinya di aksi-aksi buruh yang lain, mereka juga bikin rusuh dengan bakar ban, blokir jalan tol, dan lain sebagainya. Jawaban saya itu karena ada yang memprovokasi mereka, dan saya yakin yang provokasi mereka bukan berasal dari para kaum buruh yang asli, akan tetapi massa siluman bayaran yang mengatasnamakan kaum buruh.

    Oknum-oknum anarkis yang sengaja disusupkan ke massa buruh yang bakar-bakar karangan bunga di Balai Kota Jakarta hari ini juga tidak salah karena mereka hanya kambing congek dan kerbau yang dicucuk hidungnya oleh para elit politik busuk.

    Suka tidak suka, inilah mental orang kita, mudah dihasut, mudah diprovokasi demi sebungkus nasi kotak atau selembar uang lima puluh ribuan. Miris memang, tapi inilah realita yang sering terjadi di negeri ini.

    Lantas, siapa para elit politik busuk yang demikian jahatnya sama Ahok? Ah sudahlah, tidak usah saya bahas panjang lebar disini, saya pikir semua juga sudah tahu siapa-siapa saja mereka yang sering jadi biang kerok dan tukang bikin keonaran selama ini untuk menggerogoti pemerintahan Jokowi.

    Padahal karangan bunga itu dibeli pakai uang sendiri, pakai uang pribadi orang yang cinta Ahok-Djarot, bukan pakai uang nenek lu (pinjam istilah Ahok). Mereka-mereka yang merusak dan membakar karangan bunga di Balai Kota bisa dijerat hukum pidana, yaitu merusak properti milik orang lain.

    Bikin karangan bunga itu pakai uang, bukan pakai daun. Kalau ada pemilik karangan bunga yang merasa dirugikan dan lapor polisi, maka mereka yang merusak dan membakar karangan bunga itu bisa kena ciduk polisi.

    Dan yang lebih tidak punya malu lagi, setelah puas merusak dan membakar karangan bunga, karangan bunga yang telah mereka hancurkan dipakai sebagai pelindung disaat hujan deras menghajar mereka sore tadi.

    Sekalipun karangan bunga itu dihancurkan dan dibakar sampai hangus sampai tinggal arang, cinta warga DKI yang mendukung Ahok-Djarot tidak akan pernah padam. Semakin kalian bakar, karangan bunga akan dikirim lebih banyak lagi ke Balai Kota Jakarta.

    Silahkan bakar, teruslah Ahok didzolimi sepuas hati kalian, satu hal yang patut kalian catat dan ingat baik-baik, cinta yang tulus dan empati terhadap Ahok-Djarot tidak akan pernah padam sekarang dan selama-lamanya.

    Kura-kura begitu.


    Penulis : Argo   Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Sekalipun Karangan Bunga Itu Kalian Bakar, Cinta dan Empati Untuk Ahok-Djarot Tak Akan Pernah Padam Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top