728x90 AdSpace

  • Latest News

    Minggu, 21 Mei 2017

    Salut, Djarot dan Ahok Benar-Benar Contoh KeBhinnekaan

    Siapa yang datang untuk acara ‘Malam 1000 Cahaya’ Sabtu malam kemarin (20 Mei 2017) di Makam Mbah Priok? Sayangnya, karena aku bukan warga Jakarta jadinya tidak bisa ikut menghadirinya. Tapi setidaknya, hal yang mirip sudah pernah kulakukan untuk Ahok dan untuk NKRI ini di kotaku. Masih adakah kota yang akan menyusul lagi?



    Yang kudengar, sebelum acara diadakan, Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memang akan datang menghadirinya. Pikirku, wow, Djarot benar-benar peduli dengan Ahok. Sekalipun seharusnya untuk pejabat seperti Djarot ia bisa saja santai-santai menikmati waktunya di rumah, apalagi itu malam minggu.

    Djarot meminta agar warga Jakarta mendoakan Gubernur non-aktif DKI Ahok untuk kuat menghadapi masalah. Djarot mengatakan, pekan depan ia berencana menjenguk Ahok. Ia akan menyampaikan doa serta harapan warga Jakarta untuk Ahok. Ini baru dikatakan sahabat sejati. Keren, lho. Pantas untuk diteladani mengingat mereka berbeda agama dan latar belakang. Tapi, mereka bersatu untuk memajukan negeri ini.

    Djarot juga minta agar warga mendoakannya untuk selalu sabar dalam melayani warga. Saat sejumlah warga datang mengadu ke Balai Kota, ada saja warga yang sedikit ‘ngeyel’ untuk menanyakan pertanyaan yang sama setiap hari. Djarot mengaku bisa saja emosi yang ia miliki tidak terkontrol sehingga menyampaikan perkataan yang cukup keras terhadap warga yang mengadu untuk meminta bantuan.

    Apa yang bisa kita tangkap dari ‘curhat’ Djarot ini adalah, memang berat kerjaan Pemprov DKI Jakarta, apalagi saat ini ia melaksanakan tugas yang seharusnya dikerjakan oleh dua orang. Melayani aduan warga merupakan kegiatan yang setiap pagi dilakukan oleh Ahok di depan Pendopo Balai Kota, Jakarta Pusat, saat menjadi aktif menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sekarang ini, dengan ditahannya Ahok, tentunya semua kerjaan Ahok Djarotlah yang mengambil alih. Itu tidak mudah dan tidak gampang.

    Djarot sempat membicarakan perihal tentang Ahok. “Di satu sisi Pak Ahok dituduh dan dinyatakan bersalah menodai agama. Bagaimana bisa seseorang yang demikian peduli dan demikian menghargai, menghormati, membangunkan rumah ibadah sebagai tanggung jawabnya sebagai Gubernur,” ujar Djarot.

    “Beliau hanya gara-gara Pilkada di goreng sana-sini dan dinyatakan bersalah dan bikin shock langsung dimasukan ke penjara,” lanjut Djarot. Meski demikian, Ahok tak pernah mengeluh. Saat bertemu di penjara, Ahok bahkan menanyakan soal perkembangan pembangunan masjid di Makam Mbah Priok. “Beberapa waktu yang lalu saya diskusi banyak dengan Pak Ahok. Bayangkan situasi seperti itu dia masih berbicara kerja, kerja dan kerja termasuk menanyakan kemajuan pembangunan Makam Mbah Priok ini.”

    Ah, speechless lagi… Kita, generasi muda, sudah diberikan teladan oleh Ahok dan juga Djarot tentunya. Di saat ada macam-macam masalah yang menimpa kita, seharusnya kita tetap fokus untuk bekerja, fokus membangun negeri tercinta, fokus untuk tetap cinta Indonesia. Dan, jangan sedikit-sedikit karena merasa berbeda dengan orang di sebelah kita, lalu menjadi dua kubu yang berseberangan. Bukankah seharusnya kita bersatu-padu untuk keragaman semacam itu? Ahok dan Djarot sudah memberikan contohnya.

    Bahkan, kalau melihat dari instagramnya Djarot ini, ada juga doa lintas agama, yang diadakan juga di Makam Mbah Priok. Doa bersama lintas agama ini dilakukan juga untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Asli, keren!

    Oya, sebelum acara ‘Malam 1000 Cahaya’, Djarot merayakan Hari Kebangkitan Nasional tanpa didampingi Ahok. Ia mengatakan ada yang berbeda untuk tahun ini. Djarot mengibaratkan dirinya seperti seorang yang tidak memiliki pasangan alias jomblo ketika Ahok tak mendampinginya saat Hari Kebangkitan Nasional. Adapun selama menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta atau selama lebih kurang 2,5 tahun, Djarot terus mendampingi Ahok untuk menghadiri sejumlah acara, termasuk Hari Kebangkitan Nasional. “Ya jelas dong, ya berbeda dong. Kalau dulu berdua sekarang sendiri, jomblo,” ujar Djarot usai menghadiri konser ‘Indonesia Bangkit’ di Waduk Pluit, Jakarta Utara.

    Aduh, Pak! Jangan baperan gitu, Pak. Tapi salut sama Bapak. Walau terkesan baper gara-gara ngomong jomblo, Djarot tetap fokus kerja. Hati dan jiwa Djarot (dan juga Ahok) sepenuhnya untuk masyarakat Jakarta selama Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih belum dilantik secara resmi.

    Mencintai NKRI tidak cukup hanya dengan menjadi warga negara yang biasa-biasa saja. Bergeraklah dengan melakukan hal-hal yang positif yang dapat mengharumkan nama bangsa. Jadilah manusia yang memiliki sumber daya yang unggul, yang berpikir cerdas dan tidak mudah terprovokasi ataupun mudah dihasut oleh berita-berita bohong.

    Sebagai pelajar, tingkatkan belajarmu dan prestasimu supaya kamu bisa menjadi contoh dan teladan untuk teman-temanmu. Selain untuk masa depanmu sendiri, tentunya kamu bisa membuat kedua orang tuamu bangga pada dirimu. Jadi, jangan sedikit-sedikit tawuran hanya karena beda pendapat atau karena pertengkaran yang sebenarnya tidak perlu. Zaman sekarang, beradu otak (kepintaran dan kecerdasan) bukan adu otot (kekuatan).

    Sebagai pekerja, bekerjalah sepenuh hati dengan hasil yang terbaik. Jangan mengeluh di saat diminta menyelesaikan kerjaan tepat waktu. Jadilah pekerja yang punya semangat kerja dan disiplin tinggi.

    Sebagai pemilik perusahaan, jangan hanya mengejar keuntungan saja tapi perhatikan juga kesejahteraan karyawanmu. Jangan pernah menyepelekan pekerja kecil di perusahaanmu, karena tanpa mereka perusahaanmu tak akan bisa seperti saat ini.

    Sebagai pejabat, jangan hanya makan gaji buta seperti yang selama ini sudah mengakar di seluruh Indonesia. Contoh yang sedang bombastis saat ini tentunya semua tahu, siapa lagi kalau bukan Presiden kita Jokowi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, lalu Ahok dan Djarot. Jadi, merekalah yang seharusnya menjadi standar pejabat di Indonesia. Bagi generasi muda yang hendak terjun ke politik, kenapa tidak menjadikan mereka role modelsmu? Tetaplah pelihara Bhinneka Tunggal Ika. NKRI harga mati!



    Penulis   :    rachel ann    Sumber : Seword .com
    • Komentar Via
    • Facebook
    Item Reviewed: Salut, Djarot dan Ahok Benar-Benar Contoh KeBhinnekaan Rating: 5 Reviewed By: Wartadotco News
    Scroll to Top